Texting Sambil Nyetir, Bahaya Tau! | OPINI.id

Apapun yang dilakukan selama itu adalah kegiatan 'mengetik' menggunakan keyboard di smartphone disebut texting. Entah itu melakukan sms, whatsapp, googling, atau bahkan cuma membalas "ya" di pesan. Sudah banyak studi yang bilang berbahaya texting sambil menyetir.

Lebih Bahaya dibanding kegiatan lain

Kajian yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat menyebutkan jika texting sambil nyetir lebih berbahaya mengalihkan perhatian dibandingkan makan, merokok, bicara, set musik atau bahkan pakai GPS. Karena kegiatan texting bisa menyita perhatian mata (durasi dan frekuensi) lebih lama dan sering.

Studi

Ioannis Pavlidis, profesor di University of Houston’s Computational Physiology Lab melakukan penelitian terhadap gangguan ketika menyetir. Menggunakan tools HD driving simulation, Pavlidis membagi responden menjadi dua kelompok. Kelompok pengemudi dengan gangguan dan tanpa gangguan. Responden diminta mengemudi tidak keluar dari garis yang telah ditentukan. Kelompok dengan gangguan ini kemudian dibagi dua lagi, kelompok dengan gangguan pertanyaan (bisa pertanyaan matematika, pribadi, atau hal lain) dan kelompok yang menyetir sambil texting. Hasilnya, kelompok dengan gangguan menyetir sering melakukan pergerakan-pergerakan tangan yang tidak perlu dan tangan lebih gemetar/goyang (jittery) dibandingkan dengan menyetir tanpa gangguan. Namun yang menakjubkan adalah pengemudi dengan sambil melakukan texting akan menyetir lebih keluar dari jalur/garis yang ditentukan, jika dibandingkan dengan pengemudi dengan gangguan pertanyaan-pertanyaan. Data lawas tahun 2008 bilang 91% warga Amerika Serikat yang punya handphone pernah melakukan kegiatan texting sambil nyetir.

Fatality

Data dari FCC dan CTIA yang diolah The University of North Texas Health Science Center menunjukkan jika texting sambil mengemudi telah merenggut nyawa 16.141 di Amerika Serikat selama periode 2001-2007. Sebanyak 40 persennya terjadi di kawasan Urban. Hasilnya 48 negara bagian Amerika Serikat melarang texting while driving. Driving mobil lho... apalagi driving motor kali, dikira akrobat nyetir pake satu tangan dan mata mlototin HP.

Solusi

Selain dari peraturan pemerintah yang harus tegas, pastinya ada solusi teknologi. Sebab sepertinya 'merajuk-rajuk' kepada pengemudi mobil/motor untuk tidak menggunakan handphone-nya tidak akan pernah memberikan solusi. Pembuat regulasi harus tegas melarang handphone yang tidak bisa menggunakan voice to voice technology. Pembuat handphone harus mencantumkan semacam warning jika produknya tidak bisa menggunakan bluetooth, misalnya. Setiap terjadi kecelakaan, penyidik harus selalu cek aktifitas handphone pengemudi.

Kamu nyetir sambil texting?
Jarang
Sering
64 votes

Komentar

Fresh