4 Tips Menyaring Hoax di Media Sosial | OPINI.id

Media sosial memang memiliki banyak kegunaannya. Bahkan, sekarang kamu mendapatkan informasi atau membagikan informasi di media sosial. Akan tetapi, ada saja oknum yang tidak bertanggung jawab yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi palsu atau hoax. Untuk itu, kiranya kamu, sebagai generasi muda harus pintar menggunakan media sosial dan jangan sampai terjebak dengan hoax.

Apakah kamu pernah menjadi korban berita hoax?
Pernah
Hampir
Tidak
122 votes

1. Siapa yang Membagikannya

Hal pertama yang harus kamu lakukan agar terhindar hoax di media sosial ialah lihat siapa yang membagikan informasi tersebut. Ketika kamu lihat di timeline ada sebuah informasi, lihat akunnya. Kalau kamu melihat yang membagikannya teman atau keluargamu, jangan langsung percaya. Cari tahu darimana informasi tersebut didapatkan pertama kali. Di media sosial, cukup mudah mencari siapa yang membagikan sebuah informasi pertama kali. Ketika kamu sudah mendapatkan siapa penyebar pertama, kamu lihat akunnya. Pastikan akun tersebut terpercaya atau tidak. Sebab, di media sosial saat ini banyak akun palsu atau disebut juga akun kloningan. Kalau yang membagikan pertama kali adalah akun kloningan, lebih baik tidak perlu kamu buka atau bagikan kembali.

2. Baca Judulnya

Sebelum kamu klik sebuah informasi yang dibagikan oleh orang lain di media sosial, kamu cek dulu judulnya. Biasanya, portal yang berisikan hoax memiliki judul yang cukup kontroversi dan memintamu membagikannya kembali. Contoh judul tersebut seperti, “Viralkan! Ternyata Telur Dadar Mengandung Virus HIV”, atau “Sebarkan! Jangan Sampai Keluargamu Menjadi Korban Dari…”, dan masih banyak contoh lainnya. Intinya, sebuah postingan dicurigai sebagai hoax selalu menggunakan kata-kata ‘sebarkan’, ‘viralkan’, ‘bagikan’, dan kata-kata lain yang mengajak pembacanya untuk membagikan kembali postingan tersebut. Begitu ada judul menggunakan kata-kata ajakan seperti itu, biasanya sudah 50 persen terindikasi hoax. Lalu, judul tersebut biasanya dibuat seolah-olah informasi baru dan belum ada yang mengetahuinya. Meski kamu haus akan informasi, kiranya harus berhati-hati dengan judul-judul yang mengulik rasa penasaranmu. Jangan sampai terjebak hoax.

3. Baca Narasi Postingannya

Selain judul, kamu juga harus kritis terhadap narasi status postingan yang dibagikan di media sosial. Biasanya, akun yang menyebarkan hoax menggunakan narasi yang mirip atau sama persis. Misalnya, akun A menuliskan ‘Hati-Hati Terhadap Makanan Merk A, Karena Mengandung Zat Tidak Halal’ lalu ada akun B menuliskan narasi yang sama, dan ditemukan lagi akun C menuliskan hal sama persis perkatanya maka isu yang dibagikan itu perlu dicurigai sebagai hoax. Atau, akun A menuliskan ‘Hati-Hati Terhadap Makanan Merk A, Karena Mengandung Zat Berbahaya’, lalu ada akun B menukiskan ‘Hati-Hati Terhadap Makanan Merk A, Karena Mengandung Zat Berbahaya Kata Professor A’, dan akun C menuliskan ‘Hati2 Terhadap Makanan Merk A, Karena Mengandung Zat Berbahaya.’ Narasi ketiganya serupa tapi ada perbedaan dan kamu harus mencurigainya sebagai hoax. Selain itu, narasi postingan itu ditulis tanpa menyertakan sumber pertama informasinya. Biasanya, sumbernya hanya dikatakan ‘dari grup sebelah’ atau ‘informasi terpercaya’ dan lain sebagainya. Jadi, kalau ada postingan dengan narasi tanpa sumber jelas dan terlihat serupa kamu harus berhati-hati. Bisa jadi, itu informasi hoax.

4. Lihat Alamat URL-nya

Alamat URL itu maksudnya adalah alamat suatu website atau portal daring. Biasanya, berita hoax berasal dari portal-portal tidak jelas dengan alamat URL yang tidak jelas pula. Misalnya, beritaterkini.blogspot.com, beritahot.wordpress.tk, dan lain sebagainya. Sebuah portal daring yang terpercaya biasanya menggunakan alamat URL yang jelas, seperti detik.com, vivanews.com, antaranews.com, dan lain sebagainya. Alamat URL-nya tidak menggunakan kode ‘blogspot’ ataupun ‘wordpress’ dan penyedia layanan blog gratis lainnya. Adapun, beberapa kasus portal penyebar hoax mencatut nama portal daring yang sudah terkenal. Salah satu contohnya seperti detiknews.blogspot.com, kompass.in, bbcindonesia.wordpress.com, dan lain sebagainya. Tentunya, penamaan alamat URL itu untuk mengecoh para warganet sehingga meng-klik dan masuk ke dalam portalnya. Untuk itu, kamu harus teliti melihat alamat URL-nya. Di media sosial saat tentu alamat URL itu dapat kamu baca dalam postingan seseorang. Jadi, sebelum kamu klik postingan tersebut, cek dulu alamat URL-nya. Jangan sampai kamu klik dan akhirnya kamu termakan hoax. Atau, kondisi lebih parah, ternyata postingan itu berisi virus atau worm komputer yang dapat merusak komputer atau gawaimu.

Tips Jitu Lainnya

Selain keempat tips tersebut, kamu juga bisa kroscek hoax atau tidaknya sebuah berita melalui 3 cara lainnya. Penasaran dengan tips lainnya? Silakan temukan jawabannya di artikel ini https://video.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/tips-menyaring-hoax-di-media-sosial/ Penulis: Muhammad Khairil Anggota Tim Fact Checking Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo)

Komentar

Fresh