Tugas dan Kewajiban Wanita di Bali | OPINI.id

Pada dasarnya, antara laki-laki dan perempuan memiliki tugas sesuai porsinya masing-masing. Di Bali, wanita memiliki tugas ekstra dan penting untuk dijalani setiap harinya. Tugas dan kewajiban apa sajakah itu????

Urusan dengan Tuhan, Wanita yang Mengambil Alih

kita semua sepakat bahwa mayoritas masyarakat di Bali berkeyakinan Hindu, namun demikian, Bali tidak menutup pintunya bagi saudara-saudara yang memiliki perbedaan keyakinan untuk tinggal dan menetap di Bali. Hal tersebut justru dinilai lebih baik apabila satu daerah bisa memiliki keberagaman. Wanita di Bali, terlebih yang sudah menjadi seorang ibu memiliki tugas yang ekstra penting dirumah. Mulai dari memasak, menyelesaikan pekerjaan rumah, mengurus anak, hingga yang berkaitan dengan Ketuhanan turut di lakoni setiap harinya. Setiap hari, wanita atau ibu di Bali memulai harinya dengan bangun pada dini hari, kemudian memasak untuk sarapan keluarga, membersihkan rumah agar tetap rapi saat ditinggal kerja, mengurus anak yang akan berangkat sekolah, hingga "mebanten", aktifitas yang dilakukan sebelum persembahyangan dalam kepercayaan Hindu di mulai. Tujuan "mebanten" adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas keberlimpahan berkah yang telah diberikan untuk dirinya dan keluarganya.

Bekerja Untuk Memberdayakan Potensi Diri

Di Bali, banyak wanita atau ibu-ibu juga ikut bekerja. Bukan berarti ketika wanita atau ibu tersebut bekerja, maka sang suami atau pasangannya tidak mampu memberikan tunjangan materi yang cukup untuk keluarga. lebih dari itu, banyak wanita dan ibu di Bali bekerja untuk memberdayakan potensi diri yang mereka punya. selain itu, bekerja juga dianggap mampu menyalurkan kreatifitas yang dimiliki agar tidak berakhir sebagai wacana di meja makan keluarga.

"Menyama Braya"

"Menyama Braya" jika di artikan ke dalam Bahasa Indonesia "Menyama Braya" berarti bersosialisasi dengan warga sekitar. Bagi wanita atau ibu di Bali, kesehariannya tidak bisa lepas dari kegiatan "Menyama Braya". Lelah bekerja sedari pagi hingga sore hari tidak dapat dijadikan alasan untuk menghindar dari kegiatan ini. Dalam lingkungan sekitar, "Menyama Braya" penting dilakukan untuk menjaga keharmonisan anntara tetangga, saudara, sahabat serta warga disekitar lingkungan tempat kita tinggal. ketika tetangga seberang rumah mulai memiliki giat adat, maka wanita atau ibu-ibu di Bali mulai bergegas mempersiapkan diri untuk turut "Menyama Braya", hal tersebut bisa dilakukan dengan cara membantu membuat beberapa sarana adat, atau dengan memberi beberapa kudapan sebagai tanda turut berbahagia dan mendukung acara yang dilakukan oleh sang tetangga tersebut. Dengan demikian hubunganharmonis dengan lingkungan sekitar akan terjalin.

Komentar

Fresh