Digital Revolution and How We Face it | OPINI.id

Meski membawa dampak positif bagi perekonomian, seperti meningkat efisiensi - revolusi industri juga mengubah ekonomi secara keseluruhan. Ekosistem industri di Indonesia dan dunia akan berbasis pada teknologi. Beberapa pekerjaan akan diganti dengan mesin, dan beberapa profesi membutuhkan lebih banyak keahlian pada teknologi

60% Tenaga Kerja Indonesia tidak cocok untuk kebutuhan Industri saat ini

Saat ini, ekonomi digital Indonesia sedang berkembang. Kebutuhan tenaga IT juga semakin meningkat. Sayang, banyak tenaga IT kita yang belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan berbasis teknologi.

Sistem Pendidikan Indonesia

Sistem pendidikan di Indonesia masih jauh dari menyiapkan modal manusia untuk bersaing di pasar global dan digital. Sistem pendidikan yang berfokus pada pembelajaran seumur hidup, eksperimen, dan Eksplorasi harus disiapkan agar Millenials bisa menghadapi tantangan secara digital yang berorientasi ekonomi.

Undang-Undang Ketenagakerjaan ketinggalan Jaman

kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia tidak up to date Misalnya, tentang diversifikasi bentuk kerja. Karena digital revolusi akan ada banyak wirausaha dan perubahan budaya kerja. Faktanya, menurut penelitian Infosys (2016) yang dilakukan di lima negara terungkap bahwa 63% orang muda berpendapat bahwa teknologi internet akan sangat penting untuk karir mereka di tahun 2020. Millennials cenderung menyukai pekerjaan yang menggunakan sentuhan teknologi tinggi. Untuk menghadapi revolusi digital,

How We Face it Digital Revolution

Tantangan terbesar adanya revolusi industri adalah: low skill job akan diotomatotasi dengan mudahnya. Gak lama, tren ini bakal sampai ke kelas menengah. Yang punya pendidikan Sarjana atau Master, akan kena imbas. Teknologi akan mengambil alih fungsi pekerjaan. Terus, kita sebagai anak muda harus ngapain? Sementara, generasi Millennial bakal mengisi 75% lapangan kerja di tahun 2025. Cukup nggak bekal kamu untuk bersaing di era revolusi digital?

Yuk datang ke Diskusi kami!

Tren digitalisasi atau era revolusi digital ini banyak wirausaha atau perushaan untuk menciptakan berbagai bisnis ber-platform online. Banyak perusahaan konvensional menggunakan teknologi untuk memperluas bisnisnya. Di Indonesia sendiri, ada tiga bidang industri yang berkembang di era revolusi digital antara lain fintech (financial and technology), transportasi online, dan e-commerce. Menurut McKinsey & Co, hingga tahun 2030 mendatang, akan ada 800 juta pekerja di seluruh dunia yang akan kehilangan pekerjaannya karena revolusi digital dan otomasi. Nah apakah pemerintah Indonesia sudah membuat kebijakan terkait transisi industri yang dinamis dan cepat ini? Terus gimana nasib pekerja kedepannya karena beberapa pekerjaan akan tergantikan oleh mesin? Padahal pekerja memiliki hak loh untuk meningkatkan skill mereka agar tidak tergerus akan teknologi dan ini Sudah di catat di UU pula! Biar gajadi generasi miilenials tapi gatau apa aja kebijakan pemerintah mengenai tren digitalisasi dan malah tergerus akan kemajuan teknologi, dateng yuk ke Diskusi #GenerasiMelekPolitik5 “Digital Revolution and How We Face it” Acara ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM. Catat tanggalnya sekarang! - 🗨Sabtu, 31 Maret 2018 🕧13.00 - 15.00 WIB 💫@america Pacific Place, Jl. Jend. Sudirman No.kav. 52-53, RT.5/RW.3, Senayan, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190 Link pemdaftaran: tinyurl.com/DiskusiGMPDigitalRevolution Pembicara: 1. Hanif Dhakiri, Minister Of Manpower (@hanifdhakiri) 2. Rezky Wibowo, Principal Roland Berger Consulting Indonesia 3. Dheta Aisyah, Chef Financial Officer Binar Academy (@senoritadheta) 4. Neildeva Despendya, Director Youth Initiative For Political Participation (@neildeva Moderator : Maulida Raviola, Board of Pamflet Generasi Instagram: @generasimelekpolitik Narahubung: Heni  +62 878-8830-5194 Email : generasimelekpolitik@gmail.com #GenerasiMelekPolitik #YouthInitiativeforPoliticalParticipation

Komentar

Fresh