Politisi Muda Partai Cendrung Gamang | OPINI.id

Singaparna Kabupaten Tasikmalaya,02/03/2018. Sikap Kader Muda Partai dari 14 Partai Semua Yan Terverifikasi Factual sebagai Peserta Pemilu untuk Periode Pemilu Legislatif Tahun 2019-2024 Mendatang kini cendrung Gamang. Kegamangan Mereka tentang Harus Bagaimana Mereka Bersikap dalam kiprah Awal mereka Tergabung kedalam Partainya Misalnya. Penulispun Menyimpulkan hal tersebut secara sederhana saja, bahwa Ketika Mereka Memulai langkah untuk Terjun menekuni Dunia Perpolitikan di Tanah Air

Kisah Sebuah Perjalanan Penulis

Kisah ini sederhana , Namun Mungkin penuh arti sendiri bagi Pelaku Penulis Sejenis Blog Atau Citizen Journalism. Penulis Jenis itu terkadang bisa dibilang bukan wartawan menurut telaah Awam,namun Penulis punya Pegangan Kata,bahwa Awal Mula Seseorang Yang Menjalani Kiprahnya Sebagai Pencari Berita itu Istilahnya Adalah Pewarta, Pewarta Menuangkan Hasil Journalismenya Itu kedalam Media Si Pewarta tersebut, Setelah Jagoan Menulis,Mengabarkan Moment Beritanya Maka Boleh Diakhiri dengan Akhiran Wan dan Berhak Menyandang Kedudukannya tersebut Menjadi Wartawan. Kesimpulannya : Bloger ,Citijent Journalism Adalah Wartawan Karena Mereka Menuangkan Olah Pikirnya Yang Cerdas Itu dan Pula dituangkan ke Media Miliknya Tersebut dengan Intens dan Berkala ,Begitulah Pendapat Penulis.

Sikap Politisi Muda Cendrung Gamang

Singaparna Kabupaten Tasikmalaya,02/03/2018. Sikap Kader Muda Partai dari 14 Partai yang telah Terverifikasi Factual sebagai Peserta Pemilu untuk Periode Pemilu Legislatif Tahun 2019-2024 Mendatang kini cendrung Gamang. Kegamangan Mereka tentang Harus Bagaimana Mereka Bersikap dalam kiprah Awal mereka Tergabung kedalam Partainya Misalnya. Penulispun Menyimpulkan hal tersebut secara sederhana saja,  bahwa  Ketika Mereka  Memulai langkah untuk  Terjun  menekuni Dunia Perpolitikan di Tanah Air ini "Mungkin" Mereka  telah Kehilangan Isue Produktif untuk dikembangkan secara Profesional di Partai Mereka Masing-masing. Menurut telaah sederhana  penulis , bahwa Isue-isue Kolot |Ortodock| telah tidak menarik lagi dikembangkan secara significant di Partai  masing-masing yang memasang Wajah Baru untuk menarik simpati Kader-kader Muda yang datang dari semua sisi dan Golongan. Perjuangan Para Orang Tua terdahulu-pun kini Semakin melempem dibicarakan didalam berbagai Forum-forum  Nasional , hanya saja bahwa Penghormatan terhadap Kaidah-kaidah Berbangsa masih bisa dipertahankan oleh Para Pejuang Muda Partai apabila mereka ingin mengambil sikap Berbeda ketika mendelegasikan sebuah Acara dibawah Partainya Masing-masing ketika Mereka Ingin Menarik Simpati Rakyat Indonesia secara  keseluruhan, misalnya. Amplopnya Isi Berapa? Kegamangan Para Pelaku-pelaku Partai  ketika mereka berencana membesarkan Partainya sendiri telah patah arang, manakala Mereka Memerlukan Suntikan-suntikan Yang lain , yang justeru Telah Menjerumuskan Partai Kedalam Politik Uang misalnya, karena secara nyata bahwa Telah terjadi Penyikapan Kerdil Para Warga Partai ketika mereka diundang kesebuah tempat Acara mereka malah menanyakan "Amplopnya Isi Berapa?",Misalnya. Semua Peserta Pemilu dari 14 Partai yang telah sah dinyatakan sebagai Peserta Pemilu di Tanah Air kini berlomba ,Semua punya Minat yang sama , yakni Mereka Mesti Menciptakan Nuansa Baru bagi Kebesaran Partainya masing-masing. Namun Merekapun tetap harus Punya Patroon Nyata dan tidak Terbantahkan bahwa Legalitas Partai itu tidak boleh Keluar dari Kode Etik |Marwah| Partai itu Sendiri yang nyata ,yakni Harus dibawah Naungan Undang-undang 1945 dan Pancasila --lah  dasar Negaranya. Isue? Prediksi penulis Menyimpulkan Bahwa Issue Kemiskinan ditanah air  Mungkin telah akan dibuat Samar-samar Gaungnya , manakala Para Anggota DPR/DPRD  yang kini sedang  menjabat-pun mereka  tidak bisa menyelesaikan Tugas Pokok Kampanye-nya  dulu secara Global. Begitupun Isue Tentang Pendidikan Gratis yang Ternyata Harus menyentuh lapisan Masyarakat Terbawah-pun Gaungnya mungkin akan melempem dengan sendirinya ,dan prediksi penulispun menyimpulkan bahwa Gaung tersebut hanya akan menjadikan Si-Penggaung Kampanye  tentang hal itu akan  dihadiahi Cibiran dan Hinaan Rakyat Jelata. Alasannya :  karena secara Implisite Para Anggota DPR /DPRD yang kini  masih menjabat-pun belum bisa Menciptakan Pemererataan Pendidikan yang lebih baik lagi Bagi Rakyat seluruh Indonesia dan hanya terdengar Bergaung Bagus ,  dikalangan-kalangan Tertentu Saja misalnya. Issue --isue mengenai Kesehatan Gratispun kini menjadi bagian Obrolan basi diberbagai kalangan, karena Para Anggota DPR/DPRD yang kini masih menjabatpun  belum bisa menciptakan Janji-janjinya secara Nyata , karena menurut pendapat penulis sendiri bahwa : Berbagai Media Sosial habis-habisan  mengkuliti,mempreteli dan  menampakan Kebobrokan itu secara nyata,atas   kegagalan Para Penggaung janji-janji tersebut pada kampanye-kampanye Politik mereka ketika mereka ingin dipilih oleh Para Warga ketika pada Pemilu Legislatif masa yang lalu,,,misalnya ,,, Kegamangan Para Pelaku Muda Kepartaian dari 14 Partai Peserta Pemilu mendatang tersebut tersimpulkan penulis , bahwa Merekapun Gamang juga ketika mereka Akan Mendengungkan semangat baru bagi partai-partainya, karena Merekapun Hanyut ditelan ketidak berdayaan ketika mereka akan berbuat hebat ,  yang ternyata bahwa : Berbuat itu Mesti Punya Isi  |Berisi Amplop| dan harus  dituangkan Isi Ampolop tersebut Kepada Pemilihnya Kelak,  bukan sebuah tindakan Lama yang  hanya Berdiri di Podium lalu Berpidato , menggelorakan Iklan bahwa Mereka akan berbuat sesuatu apabila partainya dipilih Oleh Rakyat pada  esok hari  ,,,misalnya ,,, Apa Yang Harus Dilakukan? Inovasi-inovasi Baru dan  Semangat Baru Guna Menggelorakan Rakyat agar Berkiblat kepada Partainya dan Mencoblos Calon wakil-wakilnya harus diciptakan para Tokoh Muda Kepartaian  dengan Waktu yang Tidak Bisa diulur lagi Jadwalnya | segera| . Karena Kini  Rakyat Pemilih , Menunggu Hasil Nyata dan bukan hanya ungkapan Profokatif  Element Kepartaian itu sendiri ketika mereka Berpidato di Depan Podium-podium  Politik  nantinya. Menurut telaah sederhana Penulispun menyimpulkan bahwa Gelora Publikasi Isue-isue Politik Sektarian tidak akan mendongkrak Keberpihakan Pemilih Baru diera Milenial ini , karena Isue-isue Kurang Produktif tersebut justru akan Menenggelamkan Partai-partai Besar sekalipun. Tindakan-tindakan nyata Personal Partai-lah yang Justeru akan membuat Partai-partai itu Besar dikemudian Hari, apabila Tindakan Nyata seseorang Personal Partai itu telah berbuat nyata Untuk Kemajuan Negara Kita tercinta ini,maka Rakyat Jelatapun Akan Menilai sendiri dan Berpihak nantinya,,, Mudah-mudahan Bermanpaat,, Asep Muhammad Rizal

Sikap Tokoh Muda Partai Cendrung Gamang

Singaparna Kabupaten Tasikmalaya,02/03/2018. Sikap Kader Muda Partai dari 14 Partai yang telah Terverifikasi Factual sebagai Peserta Pemilu untuk Periode Pemilu Legislatif Tahun 2019-2024 Mendatang kini cendrung Gamang. Kegamangan Mereka tentang Harus Bagaimana Mereka Bersikap dalam kiprah Awal mereka Tergabung kedalam Partainya Misalnya. Penulispun Menyimpulkan hal tersebut secara sederhana saja,  bahwa  Ketika Mereka  Memulai langkah untuk  Terjun  menekuni Dunia Perpolitikan di Tanah Air ini "Mungkin" Mereka  telah Kehilangan Isue Produktif untuk dikembangkan secara Profesional di Partai Mereka Masing-masing. Menurut telaah sederhana  penulis , bahwa Isue-isue Kolot |Ortodock| telah tidak menarik lagi dikembangkan secara significant di Partai  masing-masing yang memasang Wajah Baru untuk menarik simpati Kader-kader Muda yang datang dari semua sisi dan Golongan. Perjuangan Para Orang Tua terdahulu-pun kini Semakin melempem dibicarakan didalam berbagai Forum-forum  Nasional , hanya saja bahwa Penghormatan terhadap Kaidah-kaidah Berbangsa masih bisa dipertahankan oleh Para Pejuang Muda Partai apabila mereka ingin mengambil sikap Berbeda ketika mendelegasikan sebuah Acara dibawah Partainya Masing-masing ketika Mereka Ingin Menarik Simpati Rakyat Indonesia secara  keseluruhan, misalnya. Amplopnya Isi Berapa? Kegamangan Para Pelaku-pelaku Partai  ketika mereka berencana membesarkan Partainya sendiri telah patah arang, manakala Mereka Memerlukan Suntikan-suntikan Yang lain , yang justeru Telah Menjerumuskan Partai Kedalam Politik Uang misalnya, karena secara nyata bahwa Telah terjadi Penyikapan Kerdil Para Warga Partai ketika mereka diundang kesebuah tempat Acara mereka malah menanyakan "Amplopnya Isi Berapa?",Misalnya. Semua Peserta Pemilu dari 14 Partai yang telah sah dinyatakan sebagai Peserta Pemilu di Tanah Air kini berlomba ,Semua punya Minat yang sama , yakni Mereka Mesti Menciptakan Nuansa Baru bagi Kebesaran Partainya masing-masing. Namun Merekapun tetap harus Punya Patroon Nyata dan tidak Terbantahkan bahwa Legalitas Partai itu tidak boleh Keluar dari Kode Etik |Marwah| Partai itu Sendiri yang nyata ,yakni Harus dibawah Naungan Undang-undang 1945 dan Pancasila --lah  dasar Negaranya. Isue? Prediksi penulis Menyimpulkan Bahwa Issue Kemiskinan ditanah air  Mungkin telah akan dibuat Samar-samar Gaungnya , manakala Para Anggota DPR/DPRD  yang kini sedang  menjabat-pun mereka  tidak bisa menyelesaikan Tugas Pokok Kampanye-nya  dulu secara Global. Begitupun Isue Tentang Pendidikan Gratis yang Ternyata Harus menyentuh lapisan Masyarakat Terbawah-pun Gaungnya mungkin akan melempem dengan sendirinya ,dan prediksi penulispun menyimpulkan bahwa Gaung tersebut hanya akan menjadikan Si-Penggaung Kampanye  tentang hal itu akan  dihadiahi Cibiran dan Hinaan Rakyat Jelata. Alasannya :  karena secara Implisite Para Anggota DPR /DPRD yang kini  masih menjabat-pun belum bisa Menciptakan Pemererataan Pendidikan yang lebih baik lagi Bagi Rakyat seluruh Indonesia dan hanya terdengar Bergaung Bagus ,  dikalangan-kalangan Tertentu Saja misalnya. Issue --isue mengenai Kesehatan Gratispun kini menjadi bagian Obrolan basi diberbagai kalangan, karena Para Anggota DPR/DPRD yang kini masih menjabatpun  belum bisa menciptakan Janji-janjinya secara Nyata , karena menurut pendapat penulis sendiri bahwa : Berbagai Media Sosial habis-habisan  mengkuliti,mempreteli dan  menampakan Kebobrokan itu secara nyata,atas   kegagalan Para Penggaung janji-janji tersebut pada kampanye-kampanye Politik mereka ketika mereka ingin dipilih oleh Para Warga ketika pada Pemilu Legislatif masa yang lalu,,,misalnya ,,, Kegamangan Para Pelaku Muda Kepartaian dari 14 Partai Peserta Pemilu mendatang tersebut tersimpulkan penulis , bahwa Merekapun Gamang juga ketika mereka Akan Mendengungkan semangat baru bagi partai-partainya, karena Merekapun Hanyut ditelan ketidak berdayaan ketika mereka akan berbuat hebat ,  yang ternyata bahwa : Berbuat itu Mesti Punya Isi  |Berisi Amplop| dan harus  dituangkan Isi Ampolop tersebut Kepada Pemilihnya Kelak,  bukan sebuah tindakan Lama yang  hanya Berdiri di Podium lalu Berpidato , menggelorakan Iklan bahwa Mereka akan berbuat sesuatu apabila partainya dipilih Oleh Rakyat pada  esok hari  ,,,misalnya ,,, Apa Yang Harus Dilakukan? Inovasi-inovasi Baru dan  Semangat Baru Guna Menggelorakan Rakyat agar Berkiblat kepada Partainya dan Mencoblos Calon wakil-wakilnya harus diciptakan para Tokoh Muda Kepartaian  dengan Waktu yang Tidak Bisa diulur lagi Jadwalnya | segera| . Karena Kini  Rakyat Pemilih , Menunggu Hasil Nyata dan bukan hanya ungkapan Profokatif  Element Kepartaian itu sendiri ketika mereka Berpidato di Depan Podium-podium  Politik  nantinya. Menurut telaah sederhana Penulispun menyimpulkan bahwa Gelora Publikasi Isue-isue Politik Sektarian tidak akan mendongkrak Keberpihakan Pemilih Baru diera Milenial ini , karena Isue-isue Kurang Produktif tersebut justru akan Menenggelamkan Partai-partai Besar sekalipun. Tindakan-tindakan nyata Personal Partai-lah yang Justeru akan membuat Partai-partai itu Besar dikemudian Hari, apabila Tindakan Nyata seseorang Personal Partai itu telah berbuat nyata Untuk Kemajuan Negara Kita tercinta ini,maka Rakyat Jelatapun Akan Menilai sendiri dan Berpihak nantinya,,, Mudah-mudahan Bermanpaat,, Asep Muhammad Rizal

Gamang?

Singaparna Kabupaten Tasikmalaya,02/03/2018. Sikap Kader Muda Partai dari 14 Partai yang telah Terverifikasi Factual sebagai Peserta Pemilu untuk Periode Pemilu Legislatif Tahun 2019-2024 Mendatang kini cendrung Gamang. Kegamangan Mereka tentang Harus Bagaimana Mereka Bersikap dalam kiprah Awal mereka Tergabung kedalam Partainya Misalnya. Penulispun Menyimpulkan hal tersebut secara sederhana saja,  bahwa  Ketika Mereka  Memulai langkah untuk  Terjun  menekuni Dunia Perpolitikan di Tanah Air ini "Mungkin" Mereka  telah Kehilangan Isue Produktif untuk dikembangkan secara Profesional di Partai Mereka Masing-masing. Menurut telaah sederhana  penulis , bahwa Isue-isue Kolot |Ortodock| telah tidak menarik lagi dikembangkan secara significant di Partai  masing-masing yang memasang Wajah Baru untuk menarik simpati Kader-kader Muda yang datang dari semua sisi dan Golongan. Perjuangan Para Orang Tua terdahulu-pun kini Semakin melempem dibicarakan didalam berbagai Forum-forum  Nasional , hanya saja bahwa Penghormatan terhadap Kaidah-kaidah Berbangsa masih bisa dipertahankan oleh Para Pejuang Muda Partai apabila mereka ingin mengambil sikap Berbeda ketika mendelegasikan sebuah Acara dibawah Partainya Masing-masing ketika Mereka Ingin Menarik Simpati Rakyat Indonesia secara  keseluruhan, misalnya. Amplopnya Isi Berapa? Kegamangan Para Pelaku-pelaku Partai  ketika mereka berencana membesarkan Partainya sendiri telah patah arang, manakala Mereka Memerlukan Suntikan-suntikan Yang lain , yang justeru Telah Menjerumuskan Partai Kedalam Politik Uang misalnya, karena secara nyata bahwa Telah terjadi Penyikapan Kerdil Para Warga Partai ketika mereka diundang kesebuah tempat Acara mereka malah menanyakan "Amplopnya Isi Berapa?",Misalnya. Semua Peserta Pemilu dari 14 Partai yang telah sah dinyatakan sebagai Peserta Pemilu di Tanah Air kini berlomba ,Semua punya Minat yang sama , yakni Mereka Mesti Menciptakan Nuansa Baru bagi Kebesaran Partainya masing-masing. Namun Merekapun tetap harus Punya Patroon Nyata dan tidak Terbantahkan bahwa Legalitas Partai itu tidak boleh Keluar dari Kode Etik |Marwah| Partai itu Sendiri yang nyata ,yakni Harus dibawah Naungan Undang-undang 1945 dan Pancasila --lah  dasar Negaranya. Isue? Prediksi penulis Menyimpulkan Bahwa Issue Kemiskinan ditanah air  Mungkin telah akan dibuat Samar-samar Gaungnya , manakala Para Anggota DPR/DPRD  yang kini sedang  menjabat-pun mereka  tidak bisa menyelesaikan Tugas Pokok Kampanye-nya  dulu secara Global. Begitupun Isue Tentang Pendidikan Gratis yang Ternyata Harus menyentuh lapisan Masyarakat Terbawah-pun Gaungnya mungkin akan melempem dengan sendirinya ,dan prediksi penulispun menyimpulkan bahwa Gaung tersebut hanya akan menjadikan Si-Penggaung Kampanye  tentang hal itu akan  dihadiahi Cibiran dan Hinaan Rakyat Jelata. Alasannya :  karena secara Implisite Para Anggota DPR /DPRD yang kini  masih menjabat-pun belum bisa Menciptakan Pemererataan Pendidikan yang lebih baik lagi Bagi Rakyat seluruh Indonesia dan hanya terdengar Bergaung Bagus ,  dikalangan-kalangan Tertentu Saja misalnya. Issue --isue mengenai Kesehatan Gratispun kini menjadi bagian Obrolan basi diberbagai kalangan, karena Para Anggota DPR/DPRD yang kini masih menjabatpun  belum bisa menciptakan Janji-janjinya secara Nyata , karena menurut pendapat penulis sendiri bahwa : Berbagai Media Sosial habis-habisan  mengkuliti,mempreteli dan  menampakan Kebobrokan itu secara nyata,atas   kegagalan Para Penggaung janji-janji tersebut pada kampanye-kampanye Politik mereka ketika mereka ingin dipilih oleh Para Warga ketika pada Pemilu Legislatif masa yang lalu,,,misalnya ,,, Kegamangan Para Pelaku Muda Kepartaian dari 14 Partai Peserta Pemilu mendatang tersebut tersimpulkan penulis , bahwa Merekapun Gamang juga ketika mereka Akan Mendengungkan semangat baru bagi partai-partainya, karena Merekapun Hanyut ditelan ketidak berdayaan ketika mereka akan berbuat hebat ,  yang ternyata bahwa : Berbuat itu Mesti Punya Isi  |Berisi Amplop| dan harus  dituangkan Isi Ampolop tersebut Kepada Pemilihnya Kelak,  bukan sebuah tindakan Lama yang  hanya Berdiri di Podium lalu Berpidato , menggelorakan Iklan bahwa Mereka akan berbuat sesuatu apabila partainya dipilih Oleh Rakyat pada  esok hari  ,,,misalnya ,,, Apa Yang Harus Dilakukan? Inovasi-inovasi Baru dan  Semangat Baru Guna Menggelorakan Rakyat agar Berkiblat kepada Partainya dan Mencoblos Calon wakil-wakilnya harus diciptakan para Tokoh Muda Kepartaian  dengan Waktu yang Tidak Bisa diulur lagi Jadwalnya | segera| . Karena Kini  Rakyat Pemilih , Menunggu Hasil Nyata dan bukan hanya ungkapan Profokatif  Element Kepartaian itu sendiri ketika mereka Berpidato di Depan Podium-podium  Politik  nantinya. Menurut telaah sederhana Penulispun menyimpulkan bahwa Gelora Publikasi Isue-isue Politik Sektarian tidak akan mendongkrak Keberpihakan Pemilih Baru diera Milenial ini , karena Isue-isue Kurang Produktif tersebut justru akan Menenggelamkan Partai-partai Besar sekalipun. Tindakan-tindakan nyata Personal Partai-lah yang Justeru akan membuat Partai-partai itu Besar dikemudian Hari, apabila Tindakan Nyata seseorang Personal Partai itu telah berbuat nyata Untuk Kemajuan Negara Kita tercinta ini,maka Rakyat Jelatapun Akan Menilai sendiri dan Berpihak nantinya,,, Mudah-mudahan Bermanpaat,, Asep Muhammad Rizal

Komentar

Fresh