Misi Kemanusiaan Tanpa Melihat BatasUsia | OPINI.id

Curah hujan yang terus menerus di kawaran Gn. Lio, menyebabkan tanah longsor di Desa Pasir Panjang, Kec. Salem, Kab. Brebes. Bencana tanah longsor terjadi pada hari Kamis, 22 Februari 2018 pukul 08.00 WIB. Respon tanggap mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah melalui salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yakni KMPLHK RANITA telah mengirimkan relawan sebanyak 9 orang sejak berita itu terjadi dan mulai berangkat ke lokasi kejadian pada 22 Februari 2018 pukul 23.00 WIB hingga saat ini.

Misi Kemanusiaan Tanpa Melihat Batas Usia

Curah hujan yang terus menerus di kawaran Gn. Lio, menyebabkan tanah longsor di Desa Pasir Panjang, Kec. Salem, Kab. Brebes. Bencana tanah longsor terjadi pada hari Kamis, 22 Februari 2018 pukul 08.00 WIB. Respon tanggap mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah melalui salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yakni KMPLHK RANITA telah mengirimkan relawan sebanyak 9 orang sejak berita itu terjadi dan mulai berangkat ke lokasi kejadian pada 22 Februari 2018 pukul 23.00 WIB hingga saat ini. Relawan yang dikirimkan ke lokasi bencana masih berstatus sebagai mahasiswa, walaupun demikian tak menyurut semangat untuk membantu korban terdampak di Brebes. Tentunya hal ini dapat sebagai motivasi untuk seluruh mahasiswa dimanapun berada untuk membantu Indonesia dalam hal apapun selama kegiatan tersebut positif dan baik untuk semua kalangan. Berikut informasi yang dapat menjelaskan gambaran kegiatan dan kegiatan relawan di lokasi titik bencana. Enam hari telah dilalui bersama relawan lain di lokasi bencana longsor, berikut data terakhir yang diterima oleh relawan yakni korban meninggal dunia bertambah menjadi 11 orang, belum ditemukan 7 orang, korban yang dirawat di rumah sakit setempat 4 orang dan terdapat barang yang ditemukan relawan atas timbunan longsor yakni 3 buah sepeda motor dan 1 buah jok motor. Dalam melakukan aktivitasnya, pada hari Selasa, 27 Februari 2018 tim Search And Rescue tidak menemukan apapun. Berbagai aktivitas telah dilakukan tim relawan KMPLHK RANITA di lokasi yakni membantu pengemasan dan pendistribusian logistik bantuan di RT 04 dan RT 05 di wilayah RW 01; Assessment (pencarian data) di RW 02 yang sebelumnya tidak dapat dilewati akibat lumpur sisa longsor; pendataan titik-titik penting di wilayah terdampak sebagai basis data seperti pos komando, dapur umum, wilayah yang banyak terdampak rusak. Jumlah total pengungsi yang berada di pos pengungsian sebanyak 669 jiwa berasal dari Desa Capar dan 82 jiwa berasal dari Desa Pasir Panjang. Kebutuhan peralatan tidur untuk pengungsi telah tersedia. Disamping itu, masih terdapat kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi mengenai kebutuhan air bersih, makanan pokok dan popok bayi. Untuk itu, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk turut membantu meringankan beban masyarakat terdampak di lokasi bencana longsor, donasi Anda dapat disalurkan melalui: Rek. Mandiri 1640001586967 a.n Tika Nurlita atau dapat berkunjung ke posko bencana UKM KMPLHK RANITA yang berada di taman bagian barat (arah menuju Student Center) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan(FITK) UIN Jakarta. Narahubung: Alfiah 083818119229 Fitri 081908334000 #LongsorBrebes #IndonesiaTangguhBencana #GenerasiTangguhBencana #SalamKemanusiaan #SalamTangguh #KMPLHKRANITA

Komentar

Fresh