7 Landmark Indonesia di Mata Dunia | OPINI.id

Landmark merupakan suatu unsur karakter penunjang setiap lingkungan atau kota yang dapat menimbulkan kesan tersendiri dari lingkungan atau kota tersebut bila dilihat dan dipandang oleh seseorang. Berikut 7 Landmark Indonesia di Mata Dunia

Monumen Nasional (MONAS)

Monumen Nasional ini tingginya 132 m, dibangun pada 17 Agustus 1961 dan mempunyai mahkota lidah api berlapis emas di puncaknya yang melambangkan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Di dinding luar nampak relief yang menceritakan sejarah Indonesia.

Candi Borobudur

Candi Buddha terbesar di dunia ini bukan hanya landmark Jawa Tengah, tapi juga landmark sekaligus ikon wisata Indonesia. Candinya megah, dengan relief menyelimuti sekujurnya. Saat berada di puncak candi, kita juga akan dibuat ternganga dengan keindahan alam yang disuguhkan.

Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Garuda Wisnu Kencana atau sering disebut GWK merupakan salah satu ikon wisata Bali yang mengolaborasikan budaya tradisional Bali dengan keindahan alam perbukitan kapur. Taman yang terletak di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan ini memiliki beberapa patung dewa-dewi Hindu berukuran besar di beberapa sudutnya.

Jembatan Ampera

Landmark kebanggaan masyarakat Palembang ini menghubungkan dua daratan yang dipisahkan Sungai Musi, Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Panjangnya 1.117 m dan lebar 22 m. Datanglah ke sini malam hari karena lebih cantik untuk difoto dengan adanya lampu warna-warni. Di sekitar jembatan juga banyak warung terapung dan juga perahu yang menawarkan jasa antar ke Pulau Kemaro. Tepian sungai juga dipadati penjual aneka jajanan.

Patung Surabaya

Patung Sura dan Buaya merupakan lambang Kota Surabaya.. Dua hewan inilah (sura=hiu dan buaya) yang menjadi inspirasi nama Kota Surabaya. Melambangkan keberanian masyarakat Surabaya yang berhasil mengalahkan pasukan dari Negeri Tiongkok yang datang dengan kapal-kapal laut. Kemenangan tersebut direfleksikan dengan buaya yang sedang menggigit hiu. Setidaknya ada 3 titik lokasi Patung Sura dan Buaya di antaranya di depan Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya, di Taman Skate Board Jalan Ketabang Kali, dan di Jalan Moh.Nasir.

Tugu Khatulistiwa

Dikenal sebagai monumen tanpa bayangan karena berada tepat di garis khatulistiwa. Letaknya pada titik lintang 00 menciptakan sebuah peristiwa alam yang menakjubkan, yaitu saat terjadi kulminasi matahari tepat berada di garis khatulistiwa, saat itulah bayangan tugu dan benda di sekitarnya menghilang selama beberapa saat. Momen ini hanya terjadi 2 kali dalam setahun, tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Kita bisa masuk ke dalam bangunan tugu di mana tersimpan tugu asli yang 5X lebih kecil dari replikanya yang berada di luar.

Tugu Yogyakarta

Tugu Yogyakarta adalah simbol pemersatu antara kerajaan dengan rakyat yang berjuang melawan penjajah. Di sekitar sini kita dapat menikmati beberapa kuliner khas Jogja seperti wedang ronde, dengan cara lesehan. Waktu yang cocok untuk merasakan keindahannya adalah saat malam hari, karena lalu lintas lebih sepi, ditambah lagi pancaran lampu membuatnya bersinar.

Komentar (2)

Fresh