Kriminalitas Meningkat, Salah Siapa? | OPINI.id

Pada kesempatan ini, penulis akan mengajak pembaca untuk sadar akan sekelilingnya dan tulisan ini penulis buat tanpa mencoba untuk menimbulkan kebencian terhadap media tapi hanya untuk memperluas pandangan pembaca.

Kriminalitas Meningkat, Salah Siapa?

Kriminalitas oleh Anak di Bawah Umur Meningkat, Siapa yang Bertanggungjawab? (SCROLL DOWN) Sadarkah anda bahwa setiap harinya terjadi peningkatan kriminalitas? Hal ini dapat dibuktikan melalui banyaknya pemberitaan baik melalui media cetak, online, audio-visual, dan media-media lainnya. Walaupun setiap harinya pasti akan ada berita mengenai kriminalitas tapi setiap harinya berita mengenai kriminalitas semakin intese ditonjolkan. Kata kriminalitas sendiri berarti sebuah tindakan bersifat kriminal/perbuatan yang melanggar hukum pidana yang dapat dilakukan oleh siapapun dan dari golongan usia dan ekonomi apapun. Dari 4 alasan diatas, kemungkinan besar seorang anak-anak melakukan tindakan kriminal adalah karena: 1. Masalah ekonomi sehingga anak tersebut mungkin didesak untuk membantu perekonimian keluarganya. 2. Terjalin komunikasi yang kurang baik antar keluarga sehingga meskipun sang anak melakukan/memiliki perilaku yang menyimpang tidak ada yang memberitahu anak itu bahwa hal yang dilakukan adalah salah 3. Komunikasi yang tidak baik juga bisa jadi alasan mendasar yang membuat seorang anak memiliki pengetahuan minim mengenai agama yang dianut. Tapi selain 3 alasan diatas menurut penulis, salah satu hal yang menjadi alasan atau dasar seorang anak dapat melakukan tindakan kriminal adalah media. Alasan penulis menyalahkan media bukan tanpa alasan. Dalam Ilmu Komunikasi ada sebuah teori menganggap media massa memiliki kemampuan penuh dalam mempengaruhi seseorang. Teori tersebut bernama Teori Kultivasi (Cultivation Theory). Teori kultivasi adalah salah satu contoh efek kumulatif media massa. Teori kultivasi dikenalkan oleh George Gerbner pada tahun 1969 dan merupakan model efek media massa yang sangat kuat setelah teori peluru. Teori kultivasi menitikberatkan pada efek jangka panjang dari terpaan televisi. Proposisi utama dari teori kultivasi adalah semakin banyak waktu yang digunakan oleh pemirsa untuk menonton televisi, maka pemirsa akan semakin percaya bahwa kenyataan sosial di sekitarnya adalah seperti yang digambarkan oleh televisi. Persepsi yang terbentuk ini dipengaruhi oleh berbagai macam gambar dan pesan-pesan ideologis yang dikirimkan melaui media televisi terkenal. Hal ini berarti seiring berjalannya waktu efek yang ditimbulkan akan semakin mirip/sama dengan apa yang dilihat oleh khalayak/masyarakat/penonton, yang dalam tulisan ini refers to anak di bawah umur. Menurut penulis media terlalu mem-blow up berita mengenai kriminal dibanding berita mengenai prestasi dan terlalu banyak content media yang tidak berkualitas yang tayang sertiap harinya. Walaupun ada penggolongan batasan umur untuk seseorang ketika ingin menonton sesuatu tapi tidak semua orang peduli terhadap hal itu. Bayangkan saja apabila setiap hari anak-anak tersebut terus menerus menonton hal-hal yang tidak baik seperti berita pembunuhan, pembegalan, sinetron pem-bully-an, sinetron geng motor, video prank yang membahayakan, dan masih banyak lagi hal yang tak senonoh. Maka menurut teori kultivasi pada suatu saat nanti anak-anak tersebut akan berperilaku sama dengan apa yang dia tonton. Dengan demikian media mempunyai andil yang besar dalam merubah perilaku anak-anak ini. Dalam artian apabila anak-anak tersebut bertingkah negatif ataupun positif, selain keluarga, media adalah penyebabnya. Maka perhatikanlah apa yang kamu tonton karena kamu adalah apa yang kamu tonton. (DB) Sumber: 1. https://www.google.co.id/imgres?imgurl=https://www.brennancenter.org/sites/default/files/styles/individual_node_page/public/blog/crime%2520cuffs.jpg?itok%3DWP0o5xht&imgrefurl=https://www.brennancenter.org/blog/five-things-know-about-brennan-centers-analyses-crime-data&h=335&w=635&tbnid=F3RtHdDr-eFSYM:&tbnh=105&tbnw=200&usg=__SqjE4Sib6L6TOO-E7qN-71BSUew%3D&vet=10ahUKEwiDk8nsw8DZAhVHYo8KHd8ACuMQ_B0IxwEwCg..i&docid=rYGEysO-EPL7BM&itg=1&sa=X&ved=0ahUKEwiDk8nsw8DZAhVHYo8KHd8ACuMQ_B0IxwEwCg 2. https://pakarkomunikasi.com/teori-efek-media-massa

Komentar

Fresh