Industri Digital | OPINI.id

Pelaku industri dalam negeri perlu memanfaatkan perkembangan bisnis dan teknologi dari era ekonomi digital, seperti perdagangan elektronik (e-Commerce) industri. Perdagangan elektronik merupakan bagian dari ekonomi digital yang menjadi sub bagian dari Revolusi Industri 4.0, teknologi finansial (Fintech), Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, dan robotik. Prospek ini cukup menjanjikan karena Indonesia didukung dengan beragam potensi yang dimiliki.

Indonesia Siap Mengarah ke Industri Digital

Pelaku industri dalam negeri perlu memanfaatkan perkembangan bisnis dan teknologi dari era ekonomi digital, seperti perdagangan elektronik (e-Commerce) industri. Perdagangan elektronik merupakan bagian dari ekonomi digital yang menjadi sub bagian dari Revolusi Industri 4.0, teknologi finansial (Fintech), Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), digitalisasi, dan robotik. Prospek ini cukup menjanjikan karena Indonesia didukung dengan beragam potensi yang dimiliki. Indonesia saat ini siap mengarah kepada industri berbasis digital dengan bermodalkan beberapa startup unggulan dan memiliki pasar yang sangat besar. Selain itu Indonesia merupakan negara terbesar di ASEAN untuk pasar startup. Data Kementerian Perindustrian menyebutkan peluang pengembangan ekonomi digital di Indonesia karena adanya bonus demografi. Pada tahun 2030, jumlah penduduk usia produktif diperkirakan di atas 60 persen, dengan kontribusi sebesar 27 persen diantaranya adalah generasi muda yang berpotensi menjadi wirausaha industri baru.

Indonesia Siap Mengarah ke Industri Digital

Di Indonesia saat ini jumlah kelas menengah meningkat dimana pada tahun 2030 sebanyak 135 juta penduduk diproyeksi akan memiliki penghasilan bersih di atas kisaran USD3.600 dan menjadi konsumen dominan e Commerce. Seiring perkembangan gaya hidup digital, internet telah menjangkau 52,8 persen dari populasi Indonesia. Terdapat pula peningkatan permintaan di pasar global pada produk berbasis media dan informasi teknologi. Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pengembangan di lima sektor industri nasional yang akan menjadi percontohan dalam implementasi sistem Industry 4.0, yakni indutri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, dan kimia. Pemerintah tengah menyiapkan program dan kebijakan yang dapat mendukung pelaksanaan ekonomi digital. Misalnya yang terkait pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan sumber daya manusia, sistem logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber, hingga pembentukan manajemen pelaksanaan. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pembangunan infrastruktur seperti jaringan internet menjadi faktor penting untuk memenangkan persaingan global. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan meningkatkan investasi di satelit Palapa.

Pajak e-Commerce

Menteri Perindustrian mengungkapkan, pihaknya tengah mengusulkan pengenaan pajak penghasilan (PPh) untuk pelaku perdagangan elektronik atau e-commerce sebesar 0,5 persen. Angka tersebut dinilai cukup tepat karena industri yang tergabung dalam e-commerce masih terbilang baru dan perlu dukungan pemerintah. Harapan pemerintah sendiri dengan adanya tarif pajak yang rendah akan banyak produk IKM nasional yang bergabung dengan toko online. Dengan populasi dan produk domestik bruto (PDB) terbesar di Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar potensial bagi sektor ekonomi digital. Pemerintah juga menargetkan Indonesia menjadi pusat ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020. Berdasarkan data Kepios (September 2017), jumlah populasi di Indonesia mencapai 264 juta jiwa, dan merupakan jumlah populasi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Dengan pengguna internet mencapai 133 juta jiwa atau sekitar 50 persen dari total populasi. Sementara pengguna aktif media sosial mencapai 115 juta jiwa atau sekitar 44 persen dari total populasi. Kemudian untuk penggunaan smartphone sudah mencapai 141 persen dari total populasi. Sedangkan, pengguna media sosial aktif dengan menggunakan ponsel mencapai 40 persen dari pengguna smartphone terdaftar. Maka, Indonesia berpeluang menjadi negara ketiga terbesar di dunia setelah China dan Amerika Serikat yang memiliki pendapatan dari bisnis online.

Komentar

Fresh