Mengenal Kitab Klasik Tentang Seks | OPINI.id

Seks hadir bersamaan dengan sejarah kehidupan makhluk hidup di bumi. Ribuan tahun silam, beberapa buku panduan tentang gaya bercinta telah ditulis di kulit binatang, dinding goa, bahkan dalam relief di candi-candi. Selain memuat sejarah dan filosofi tentang hubungan seksual, kitab-kitab klasik/kuno ini juga ada yang memuat panduan posisi dan teknik bercinta yang hingga kini masih menjadi acuan bagi manusia modern.

Apa Itu Hubungan Seksual?

Hubungan seksual antara pasangan suami istri sebenarnya sebuah upacara spiritual, karena semua bentuk ibadah spiritual yang suci itu menunjukkan suatu sikap mengakui dan menghormati keberadaan Tuhan. Keseimbangan dalam kehidupan seksual memiliki tujuan total kesatuan fisik dan spiritual, sebab hubungan seksual bukan hanya sekedar nafsu belaka. Untuk itu energi seksual haruslah dipelihara dan dihargai karena perannya dalam keseluruhan kesejahteraan tubuh, pikiran, dan jiwa setiap pasangan suami istri. Yuk kenali nilai-nilai pendidikan seks berdasarkan beberapa kitab klasik berikut:

1. Kitab Kamasutra

Kitab Kamasutra ternyata tidak hanya membahas tentang seksualitas dan posisi seks saja loh! Kamasutra adalah kitab kuno dari India yang ditulis pada abad 3-4 Masehi. Kitab ini berisikan tentang tingkah laku seksualitas manusia. Selain itu terdapat juga petunjuk tentang nilai nilai dan tujuan sebuah hubungan intim. Kitab yang aslinya ditulis oleh Vatsyayana ini menjadi salah satu buku tentang pengetahuan hubungan intim yang populer hingga saat ini.

2. Kitab Ratihrahasya

Ratihrahasya atau Rahasia-Rahasia Cinta, adalah kitab seks yang berasal dari tanah India. Ditulis pada abad pertengahan oleh seorang pujangga bernama Kokkoka, kitab ini dikenal juga dengan nama Koka Shastra. Buku ini dibuat dengan tujuan untuk menyenangkan sang raja yang berkuasa pada saat itu, Raja Venudutta.

3. Kitab Shunga

Kitab panduan bercinta yang satu ini berasal dari negeri matahari terbit, Jepang. Buku ini berisikan ilustrasi visual tentang gambaran kehidupan seksual masyarakat Jepang pada zaman Edo. Namun pada tahun 1722, buku ini sempat dilarang peredarannya dan hanya dijual di pasar gelap. Shunga dulunya hanya bisa dimiliki oleh orang-orang kaya yang biasanya dihadiahkan kepada anak-anak mereka yang akan segera menikah untuk dijadikan panduan hidup berumahtangga dan berhubungan seksual.

4. Kitab Qurratul ‘Uyun

Qurratul Uyun merupakan kitab yang mashur dikalangan umat Islam. Kitab ini membahas tentang aturan dalam memulai rumah tangga, menjaga pasangan, tata cara perkawinan, adab bersenggama, hal-hal yang harus di perhatikan dalam hubungan intim, hingga aturan tentang mendidik anak yang sesuai dengan ajaran Islam. Kitab Qurratul Uyun ditulis oleh Syekh Muhammad al-Tahami bin Madani. Kitab yang terdiri dari 20 pasal ini berisi tentang syarat dan aturan yang menjadi panduan utama dalam mengarungi biduk rumah tangga.

5. Kitab Su Nu Cing

Kitab Su Nu Cing ditulis sekitar 5.000 tahun yang lalu. Pada awalnya kitab ini ditulis untuk memberi masukan tentang masalah seksual dan seni bercinta kepada para kaisar. Kitab ini juga disebut sebagai buku pedoman Tao mengenai masalah seks. Dalam kitab Su Nu Cing di jelaskan, bahwa ada beberapa nilai-nilai luhur dalam berhubungan seks, yaitu : harus memiliki rasa cinta, tulus dan ikhlas, adanya nafsu positif, setia, jujur dan bertanggungjawab. Bangsa Cina percaya bahwa seks jika dilakukan dengan benar akan memberi energi positif bagi kehidupan, termasuk dalam hal kesehatan. Sebaliknya, jika dilakukan dengan sembarangan dan tanpa rasa cinta, maka seks bisa membawa petaka.

6. Kitab Serat Centhini

Pada awal abad ke-19 di tanah Jawa, muncul sebuah karya sastra yang terkenal hingga kini, yaitu Serat Centhini (nama resminya, Suluk Tembangraras). Serat Centhini menghimpun segala macam ilmu pengetahuan, ilmu agama dan kebudayaan Jawa. Serat Centhini yang terdiri atas 722 tembang (lagu Jawa) itu membahas juga soal seks dan seksualitas. Seperti dalam Serat Centhini IV (Pupuh Balabak) dijelaskan dengan gamblang posisi berhubungan seksual dalam aturan tata krama Jawa.

7. Kitab Xuang Ni Jing dan Cai Ni Jing

Kitab Xuang Ni Jing dan Cai Ni Jing ditulis pada abad ke 5 M. Kedua kitab seni bercinta ala Tiongkok ini memperkenalkan sistematisasi spektrum posisi perhubungan seks yang bersifat terapetik. Jadi, kitab ini tidak hanya mengajarkan tentang seni bercinta untuk memperoleh kenikmatan batin, tetapi juga untuk tujuan kesehatan.

8. Kitab Tantra

Kitab Tantra atau Teknik Tantra sering juga disebut Sacred Sex ini, berasal dari ajaran Hindu Kuno yang tercipta lebih dari 6.000 tahun yang lalu. Menurut ajaran ini, hubungan seks dilakukan bukanlah untuk meraih kesenangan semata, melainkan juga untuk mendekatkan hati dan emosi pasangan suami istri. Tantra berasal dari bahasa Sansekerta kuno, Tan berarti "memperluas, menjalin" dan Tra adalah membebaskan kesadaran. Secara umum Tantra dapat diartikan yaitu kekuatan suci dalam diri yang dibangkitkan dengan cara-cara yang ditetapkan dalam kitab suci agama.

9. Kitab Ananga Ranga

Ananga Ranga atau Tahapan Cinta ditulis oleh sastrawan puisi Kulianmull alias Kalyana Malla sekitar 1172 Masehi. Ananga Ranga juga disebut sebagai kitab seks termutahir yang ditulis dalam bahasa Sansekerta. Dalam kitab ini dituliskan bahwa alasan utama yang menyebabkan suami dan isteri berpisah, dan penyebab mengapa seorang suami atau isteri berselingkuh adalah karena keinginan untuk mengalami variasi sensasi seks yang berbeda. Dengan kata lain Ananga Ranga adalah kitab seks yang ditujukan bagi pasangan suami isteri yang tetap ingin setia pada pasangannya.

Komentar

Fresh