BAHASA INDONESIA DARI BULLYING | OPINI.id

Bahasa Indonesia ini sangat kaya akan kosakata dan frasa loh. Bahasa Mandarin yang terkesan sulit ternyata hanya memiliki 54.678 karakter (han zhi), sedangkan Bahasa Indonesia memiliki lebih dari 100.000 kosakata (data mendikbud: Anies Baswedan 2016) Sayang sekali justru hampir semua orang Indonesia tidak menggunakannya dalam kehidupan mereka sehari-hari untuk mendeskripsikan sesuatu yang lebih populer dalam penggunaannya dengan Bahasa Inggris atau bahasa-bahasa asing lainnya.

Mari kita mulai dengan sebuah angket. Mengapa kalian lebih memilih menggunakan bahasa asing untuk mendeskripsikan sesuatu?
Lebih populer di lingkungan
Tidak tahu terjemahannya
Tidak ada terjemahannya
Saya tidak peduli
17 votes

BAHASA INDONESIA DARI BULLYING ADALAH RISAK

Risak /ri.sak/ v, merisak /me.ri.sak/ v, mengusik, mengganggu: Aku dirisak di pelbagai media sosial karena membuat kegaduhan di sekolah. Risak yang memiliki sinonim yang lebih populer, olok, ternyata lebih tepat untuk mendeskripsikan kemarahan verbal yang kita biasa ungkapkan di media sosial. Olok lebih dimaksudkan sebagai lelucon, bermain-main, atau bersendagurau sedangkan risak dimaksudkan untuk sesuatu yang lebih serius. Ada yang pernah berkata bahwa peradaban yang maju diukur dari jumlah kosakatanya. Kosakata kita memang jauh lebih sedikit daripada Bahasa Inggris yang mempunyai lebih dari 1.000.000 kosakata (data Oxford Lib. 2017). Pada tahun 1956, KBBI membentuk jilid pertamanya yang hanya memiliki 70.000 bahasa (data mendikbud: Anies Baswedan 2016). Pada tahun 2016, kosakata kita hanya bertambah kurang lebih 30.000 kosakata. Bahasa merepresentasikan seberapa besar pengetahuan manusia yang sudah terstruktur dan terstandardisasi.

FILSAFAT SEBUAH BAHASA

Pernahkah kalian bertanya-tanya dalam hati kecil kalian, apa definisi dari sebuah bahasa? Atau bahkan apa definisi dari sebuah definisi? Pertanyaan yang cukup berat bukan? "Ayah, aku melihat bulan." Kita tentunya tidak perlu pergi ke luar angkasa untuk mengikat bulan dengan tali lalu kita tunjukkan kepada ayah kita. Cukup dengan mengatakan "bulan", maka semua orang akan memahami maksud kita. Jika kita bertanya sekali lagi tentang definisi dari sebuah definisi, apa kalian bisa menjawabnya? Apa definisi dari kebenaran? Sesuatu yang abstrak dan relatif seperti itu bahkan bisa kita ungkapkan melalui bahasa. Bahasa dibagi dua, verbal dan non-verbal. Sedangkan bahasa verbal dibagi dua lagi menjadi lisan dan tertulis. Bahasa lisan adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Percaya tidak, bahwa matematika adalah bahasa juga loh?! Ia bukanlah sebuah ilmu.

BAHASA SEBAGAI INTEGRITAS

Belakangan ini kita disibukkan dengan isu-isu segregasi sosial yang merusak keberagaman kita. Tahu tidak, bahwa kebanyakan dari teman-teman kita yang berketurunan Tionghoa tidak bisa menggunakan Bahasa Mandarin, Kanton dan semacamnya? Mereka tidak ada kaitannya sama sekali dengan Tiongkok. Mereka menggunakan Bahasa Indonesia untuk bersosialisasi, menuntut ilmu dan juga memahami makna kehidupan kita bersama. Kita memang berbeda dalam warna kulit, warna mata, tekstur rambut, dan lainnya. Tapi kita tetap orang Indonesia. Kita sama-sama berkarya baik di kancah nasional maupun internasional dengan membawa nama bangsa kita. Juga seperti Suku Asmat di Papua, Suku Baduy di Banten, Suku Dayak di Kalimantan, mereka memiliki kepercayaan yang jauh berbeda dengan yang mayoritas kita anut. Tapi dengan Bahasa Indonesia, kita bisa memahami mereka jauh lebih dalam.

AKHIR KATA

Dengan Bahasa Indonesia, kita bisa merangkul, memahami, dan berjalan bersama-sama untuk kehidupan kita dan anak cucu kita yang lebih baik. Bukankah indah sekali negeri kita ini?

Komentar

Fresh