Tertarik Jadi Sastrawan? Baca 5 Buku Ini | OPINI.id

Citra bahwa sastra itu seperti bacaan yang berat pun masih melekat erat di mindset masyarakat awam, terutama para generasi muda. Sastra sendiri umumnya mengedepankan keelokan bahasa agar dapat menyentuh jiwa terdalam dari si pembacanya. Tetapi tak jarang keindahan bahasa sastra disebut sebagai penyampaian yang sukar untuk dimengerti. Terlepas dari hal itu, jika kamu suka bahasa dan tertarik menjadi sastrawan. Baca dulu 5 buku karya sastrawan ternama Indonesia ini!

1. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Salah satu buah karya tetralogi buru milik sastrawan legendaris Indonesia, Pram berjudul Bumi Manusia ini amat menarik untuk dibaca. Patut diakui, memang perlu ekstra konsentrasi untuk memahami isi ceritanya, namun bisa dijamin, setelah mengerti isi ceritanya, buku ini bakalan bikin kamu jatuh cinta dan kasak-kusuk ke toko buku atau perpustakaan buat nyari karya sastra lain dari Tetralogi Buru. Buku ini pernah diangkat menjadi drama teater yang diperankan oleh Chelsea Islan dan Reza Rahadian juga loh!

2. Rectoverso – Dee Lestari

Di karya kelima Dee Lestari yang berjudul Rectoverso, Dee menghadirkan opsi untuk menikmati karyanya tersebut yang berisikan kumpulan 11 cerita pendek atau album berisikan 11 materi lagu. Keduanya dapat dinikmati terpisah namun akan lebih afdol jika bersamaan. Seperti biasa, Dee tetap menghadirkan gaya bahasa khasnya. Puitis, mudah dimaknai, namun tetap menyentuh hati.

3. Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

Sebelum filmnya muncul di layar lebar, kumpulan puisi karya Sapardi Djoko Damono yang bertajuk Hujan Bulan Juni yang diterbitkan pada tahun 1994 sudah lebih dulu melejit. Sang sastrawan besar Indonesia terkemuka tersebut menjadikan kumpulan-kumpulan puisinya tersebut dalam bentuk novel. Hujan Bulan Juni versi novel ini pun menceritakan kisah cinta antara Sarwono dan Pingkan dalam balutan perbedaan asal-usul budaya, suku, dan agama. Kisah klasik yang dikemas secara modern, alur yang mudah untuk diikuti, kata-kata sederhana tapi dalem, dan cerita romantis yang realistis (terasa nyata).

4. Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta – Seno Gumira Ajidarma

Meskipun tema karya sastra milik Seno Gumira Ajidarma termasuk universal, klise dan mudah dihayati, yaitu cinta. Namun, kumpulan Cerpen berprosa indah berjudul ‘Sebuah Pertanyaan untuk Cinta’ milik Seno Gumira Ajidarma akan membawa pembaca kamu ke sisi hitam dari cinta. Dengan gaya bahasa dan berceritanya yang lugas serta menohok, Seno Gumira Ajidarma ‘mengajarkan’ psikologi cinta yang tidak melulu suka. Ada pula duka, pengkhianatan, keserakahan, hingga cinta yang terpendam.

5. Aku – Sjuman Djaya

Buku yang sempat melambung di era awal 2000’an ini harus berterima kasih kepada penulis naskah AADC, karena bisa dibilang 80% isi filmnya memuat tentang buku yang dikarang oleh Sjuman Djaya tersebut hingga buku tersebut laris manis di pasaran. Buku yang berjudul ‘Aku’ tersebut sendiri merujuk kepada sosok nyata sang penyair legendaris Indonesia, Chairil Anwar. Bercerita tentang masa muda sang penyair, Sjuman Djaya berusaha menceritakan kembali kepada masyarakat tentang sosok Chairil dengan memasukkan keindahan prosa Chairil di dalamnya. Sumber: https://video.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/10-buku-sastra-yang-cocok-untuk-pemula/ Penulis: Alhabsi Mahardicha

Komentar

Fresh