11 Bahasa daerah Indonesia punah! | OPINI.id

Tepat pada tanggal 21 Februari ada Hari Bahasa Ibu Internasional yang ditetapkan oleh Unesco. Sayangnya, perayaan ini bagi kita jadi sedih. Soalnya ada 11 bahasa daerah yang ada di Indonesia dinyatakan punah.

Bahasa daerah Maluku punah

Yup, setidaknya ada 11 bahasa daerah yang ada di Indonesia dinyatakan punah di Maluku. Udah gitu ada juga empat bahasa daerah yang dinyatakan kritis dan dua bahasa daerah yang alami kemunduran. Bahasa yang punah berasal dari Maluku yaitu bahasa daerah Kajeli/Kayeli, Piru, Moksela, Palumata, Ternateno, Hukumina, Hoti, Serua dan Nila serta bahasa Papua yaitu Tandia dan Mawes. Sementara bahasa yang kritis adalah bahasa daerah Reta dari NTT, Saponi dari Papua, dan dari Maluku yaitu bahas daerah Ibo dan Meher. Menurut Ganjar selaku Kepala Bidang Perlindungan Pusat Pengembangan dan Perlindungan Badan Bahasa Jakarta. Saat ini ada 652 bahasa yang telah diidentifikasi dan divalidasi dari 2.452 daerah pengamatan di Indonesia.

Penyebab punahnya bahasa daerah

Bahasa daerah punah, pasti pada bingung kok bisa ya? Alasannya ternyata banyak sekali guys. Menurut Ganjar Harimansyah, penyusutan jumlah ini dikarenakan faktor perang, dan bencana alam yang besar. Tidak hanya itu saja, perkawinan antarsuku, sika bahasa penutur dan letak geografis juga jadi penyebab punahnya bahasa daerah. "Setiap tahun beberapa bahasa daerah yang ada di Indonesia terancam punah atau mengalami penurunan status. Unesco pada 2009 juga mencatat sekitar 2.500 bahasa di dunia termasuk lebih dari 100 bahasa daerah di Indonesia terncam punah. Sedangkan sebanyak 200 bahasa telah punah dalam 30 tahun terakhir dan 607 tidak aman," kata Ganjar. Untuk regulasi perlindungan bahasa dan sastra daerah, menurut Ganjar, seharusnya adalah tugas pemerintah daerah setempat. Namun di Indonesia, hanya ada satu peraturan daerah yang mengatur tentang pelindungan bahasa daerah dan sastra Indonesia yaitu Provinsi Sumatra Utara. Mari kita lestarikan bahasa daerah!

Komentar (1)

Fresh