Mandiri ala TBM Rumah Pelangi Bekasi | OPINI.id

Dunia adalah lautan permata bagi pebisnis dan manusia-manusia dengan jiwa wiraswasta. bagaimana tidak, segala keuntungan dan kepingan uang dari setiap transaksi tentu menjadi primadona, itu ditekankan pada tiap-tiap kebutuhan manusia yang beragam. Semakin pesatnya inovasi dan kreatifitas serta makin luasnya minat masyarakat yang terkadang sulit membedakan mana kebutuhan sekunder, kebutuhan tersier dan primer, semakin membuat para pegiat usaha sangat antusia menikmati hal tersebut.

Gorem garem

Inovasi memang tidak mengenal pesatnya kecanggihan teknologi, hal unik terkadang malah membuat menarik di lain sisi. Terbukti dari kreatifitas Muhaidin Darma, lelaki yang ikut andil dalam TBM Rumah Pelangi Bekasi berhasil membuat produk yang begitu sangat kental dengan masyarakat urban. Adalah goreng garem, cemilan yang bisa dibuat sebagai teman makan nasi atau bisa pula teman makanan berat lainnya. Kendati menggunakan kata yang sedikit khas dengan penggunaan bahasa daerah yakni betawi, goreng garem sendiri memiliki segudang cerita dari perjalanan sampai akhirnya terkemas dengan sangat apik. Meski masih meraba-raba harga jual, namun Muhaidin Darma tetap memperhatikan Harga yang sekiranya cukup terjangkau.

Buku kumpulan cerita pendek Rumah Pelangi Bekasi

Literasi adala program yang sebenarnya sangat penting dan berdampak hebat bagi perkembangan sumber daya manusia, sebab literasi bukan hanya sekedar membaca saja, tapi memiliki arti lebih dari itu, yakni membaca, memahami dan menciptakan/menjadikan. Meski terbilang sulit, tapi literasi sudah menjadi hal yang mutlak untuk kehidupan masyarakat, apalagi generasi muda. Untuk mencapai proses yang nyata, Taman Baca Masyarakat Rumah Pelangi Bekasi membuktikan dengab sebuah karya tulis yang berhasil di bukukan. Kumpulan kisah yang dijadikan 1 dalam hirup pikuk TBM Rumah Pelangi Bekasi. Hal ini sangat diapresiasikan beberapa pihak serta organisasi dan komunitas tak lupa pula aktivis pegiat sosial. Menganai harag jual buku ini, pengurus TBM rumah pelangi sedang mengupayakan pencetakan yang sekiranya bisa menekan harga jual murah, agar para pembaca tidak terlalu dalam merogoh kantung untuk satu buku yang sangat menarik dan sudah diincar banyak orang.

Gantungan kunci cantik

Rasa-rasanya jika menengok anak kunci dan beberapa resleting ransel yang biasa-biasa saja akan terlihat sangat tidak berwarna, terasa biasa saja tanpa kesan atau hal menarik yang menjadi nilai tersendiri baginya, apalagi anak kunci, rawan hilang jika tidak disimpan dengan baik. Untuk menanggulangi serta memecahkan hal tersebut, TBM Rumah Pelangi Bekasi kembali mberikan karyanya lewat gantungan kunci yang sangat cantik, bukan hanya itu saja, bahannyapun bebas dari penggunaan zat berbahaya yang biasa diketemukan pada benda sejenisnya. Selain memiliki nilai seni, gantungan kunci ini juga benar-benar seutuhnya produk dari bahan kayu asli. Ide ini bermula dari seorang lelaki yang masih fokus menata karir untuk keberlangsungan masadepannya. Adalah Wahyu Wardana atau biasa disapa Kak WW. Banyak kisah pula dari perjalanan si kayu yang terpotong tipis kemudian dibuat sedemikian rupa sehingga terciptalah gantungan kunci. Untuk harga, pihak TBM Rumah Pelangi Bekasi sedang menacari titik temu mendapat harga yang pas, semata-mata untuk mendapatkan harga yang bisa diterima penikmatnya.

Tentang TBM Rumah Pelangi Bekasi

Jika merasa bingung dengan apa itu TBM Rumah Pelangi Bekasi, atau ada yang mau menjadi bagian dari TBM Rumah Pelang Bekasi, silahkan kunjungi sosial media yang ada di gambar. Salam dari TBM Rumah Pelangi Bekasi.

Komentar (1)

Fresh