Kelonggaran Anies Dimanfaatkan? | OPINI.id

Keputusan Anies Baswedan untuk memberikan kelonggaran bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) ternyata berimbas buruk bagi sebagian orang.

Salah satunya adalah kemacetan dan juga makin ramainya para pedangan kaki lima yang menggelar dagangannya.

Kemacetan merajalela

Dari Gubernur dulu sampai sekarang, kemacetan memang gak bisa dihindari. Namun, sejak ada sedikit kelonggaran, justru banyak pihak seperti PKL, dan juga beberapa sopir angkot yang memanfaatkan momen ini untuk bisa seenaknya. Seperti kejadian yang kerap terjadi pada pagi hari di depan stasiun Tanah Abang. Jalanan macet hanya karena kanan dan kiri banyak angkot ngetem ditambah kopaja yang terkadang suka berhenti ditengah jalan untuk menurunkan dan menjemput penumpang.

Rumah terkepung PKL

"Pak Anies! Tolong kami Pak Anies! Rumah kami terkepung PKL!" teriak Andri dari atas mobil orasi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2018). Andri (39) merupakan warga Tanah Abang yang akses menuju rumahnya ditutup untuk pedagang kaki lima (PKL) berjualan. Dirinya yang merupakan perwakilan warga Tanah Abang, keberatan dengan program 'Sinergi Tanah Abang' yang menutup Jalan Jatibaru. Selain akses menuju rumahnya yang ditutup, Andri juga mengaku kesulitan apabila ada warga yang memerlukan mobil ambulans. Sumber: Wartakota

Kebijakan tanpa pengawasan, dimanfaatkan warga gak tau diri!

Sebenarnya ini hanyalah analisa saya sebagai masyarakat Jakarta juga. Kebaikan Gubernur Anies Baswedan yang memberikan beberapa kelonggaran, sebenarnya berdampak buruk (tanpa disadari). Soalnya, banyak sekali masyarakat yang justru memanfaatkan hal ini. Contohnya saja, PKL. Izinnya di Tanah Abang, tapi beberapa waktu netizen juga heboh karena banyak PKL yang gelar dagangannya di Sudirman. Berangkat dari ini semua, sebenarnya sangat mudah sekali mengambil kesimpulan. Jakarta butuh pemimpin yang tegas (tapi sopan). Mungkin sosok tegas ada pada Ahok (akui saja), tapi tak bisa dipungkiri cara bertutur kata Gubernur petahan ini memang kurang akrab dan bersahabat di telinga budaya kita.

Komentar

Fresh