Hoax foto salat Jokowi | OPINI.id

Saat melakukan kunjungan ke Afganistan, Presiden Jokowi sempat jadi imam salat.

Namun, banyak juga kabar fitnah yang beredar di media sosial terkait dua foto Jokowi yang sedang jadi imam dan satunya lagi menjadi makmum.

Tebaran fitnah para pembenci Jokowi

Kalau benci sama orang boleh saja, tapi jangan sampai kebencian itu ditularkan ke orang lain. Apalagi jika kebenciannya mengandung kebodohan, alias kabar hoax! Masih inget kan sama berita kunjungan Pak Jokowi ke Afganistan? Nah, beliau kan salat tuh. foto pertama jadi Imam, dan kedua jadi Makmum. Yang viral malah pas jadi makmumnya. Mereka yang benci Jokowi menebarkan fitnah tersebut dengan alasan, jika ada kesalahan rakaat yang dialami oleh Presiden Jokowi, sehingga harus diganti oleh ulama setempat. Padahal sudah jelas itu adalah dua momen yang berbeda.

Cerita asli foto salat Pak Jokowi

Menurut Seskab Pramono Anung, pada saat itu ada dua kejadian. yakni saat Jokowi menjadi makmum dan satu lagi pada saat Jokowi menjadi imam salat jamak taqdim Awalnya, Jokowi menjalani pertemuan bilateral dan pertukaran cindera mata, yakni penutup kepala khas negara masing-masing. Begitu masuk waktu salat Zuhur, Jokowi dan rombongan menuju masjid yang ada di kompoleks Istana Kepresidenan Agr. "Masuk salat Zuhur, Presiden kemudian diajak oleh Presiden Afghanistan dan para menteri semuanya ke tempat lokasi salat Zuhur. Sebelum salat Zuhur dilakukan sebelum mengambil air wudhu, presiden mendapatkan kehormatan untuk menerima pakaian yang dikenakan Presiden pada saat salat Zuhur. Presiden juga memberikan kopiah yang disiapkan dari Jakarta yang ukurannya sesuai dengan ukuran kepala presiden Afghanistan. Dan setelah itu mengambil air wudu dan salat bersama," jelas Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/1/2018). Pramono mengatakan, pada salat Zuhur itu, Jokowi menjadi makmum, sementara imam salat yakni Imam Besar Afghanistan. "Pada saat salat pertama yaitu melakukan salat Zuhur, yang menjadi imam adalah Imam Besar Afghanistan," katanya. Usai salat Zuhur, lanjut Pramono, Jokowi kemudian meminta izin untuk melakukan salat Jamak Taqdim, yakni menggabungkan salat Ashar di waktu salat Zuhur. Sebab Jokowi merasa tidak terkejar untuk salat Ashar sebab harus meninggalkan Afghanistan pada sore harinya. "Salat Zuhur selesai, presiden meminta izin kepada Presiden Afghanistan dan imam besar untuk melakukan salat jamak Ashar taqdim. Ketika itu Presiden mempersilakan dubes ataupun yang lain bahkan mempersilakan tuan rumah tentunya untuk menjadi imam. Kemudian Presiden Afghanistan, imam besar dan semuanya mempersilakan lah presiden untuk menjadi imam," jelasnya. "Jadi Presiden memimpin, imam untuk salat jamak Ashar 2 rakaat dan setelah itu sampai selesai salam," tambah Pramono.

Ibadah dianggap pencitraan

Tak ada habis-habisnya serangan fitnah menyerang Presiden Jokowi. Bahkan, foto dirinya sedang menjadi imam dan makmum aja diselipkan sebuah fitnah. Gak cuma itu aja, bahkan juga dianggap pencitraan. Padahal Pramono menegaskan kejadian saat Jokowi menjadi makmum maupun imam salat bukannlah suatu pencitraan. "Jadi yang beredar sekarang ini adalah dua peristiwa. Satu salat Zuhur yang imamnya adalah Imam Besar Afghanistan yang satu adalah salat jamak Ashar yang imamnya adalah presiden kita. Dan ini nggak ada hubungannya dengan urusan pencitraan. Nggak ada," jelas Pramono.

Komentar (2)

Fresh