Dilan,dilan dan dilan | OPINI.id

Dia adalah dilanku 1990 Oke, disini gue mau ber-opini sedikit tentang film/buku dilan, tapi yang gue review disini adalah filmnya karena gua sama sekali belum pernah baca bukunya dan gak tertarik juga, well balik ke topik awal

Sifat negatif

Secara keseluruhan film ini bagus , dari segi make up , karakter pemeran yang ditampilkan, emosinya dapet dan tempat nya juga pas but,yang gua kritisi di film ini adalah sifat dari seorang dilan yang sangat tempramental dan "bandel"

Tempramental dan "bandel"

Oke bandel dalam arti KBBI sendiri itu " melawan kata atau nasihat orang; tidak mau menurut atau mendengar kata orang " yap, inget adegan dilan yang berantem dengan pak suripto ? disitu kelihatan dilan ribut dengan pak suripto dengan dalih dilan tidak terima di tampar/ditarik bajunya lalu sampai bawa kata2 " jangankan pak suripto , kepala sekolah pun jika ad yang berani menganggu milea akan saya bakar sekolah ini " kira2 seperti itu katanya tapi maknanya kurang lebih sama, padahal di saat itu posisi dilan pun salah karena pindah barisan dan wajar seorang guru menegur hingga menampar, dan pasti pertanyaannya kenapa NAMPAR? dilan bukan anak baru yang masuk sekolah 2 hari, pak suriptopun mungkin sudah kesal dengan kelakuan dilan yang sebelum2nya yang sudah gak bisa di tolerir lagi makannya langsung reflek nampar dan sebelum nampar pun ada adegan dilan seperti tidak terima dan kesan melawan.

Dampak dari seorang dilanku

Mungkin gua sedikit gelisah dengan adegan dilan yang seolah2 menjadi bandel itu KEREN, melawan guru itu HEBAT, dan berantem dengan guru itu merasa paling JAGO. gue aja yang di gampar sama guru berkali2 aja kayak yang biasa aja karena disitu gua posisinya SALAH dan gua pun tunduk. Jujur gue pun melihat adegan ini sama aja kayak nonton sinetron yang ada di tipi2 , dampak yang di timbulin dari adegan itu tuh gak kecil tapi besar apalagi film ini sedang ramai2nya, mungkin anak dibawah umur pun ngelihat adegan itu dan pasti mikir " oh gini supaya di lirik sama cewe cantik , oh gini supaya dilihat keren sama temen2 ku , dan oh oh yang lainnya "

Kita butuh edukasi bukan hanya sekedar drama

Jangan harap tawuran akan hilang , gang2 motor akan hilang,murid akan melawan guru jika adegan yang seperti gua sebutkan sebelumnya akan ada di perfilman indonesia , karena pasti akan ada suatu pemikiran-pemikiran yang tumbuh untuk melakukan hal-hal itu. dan untuk siapapun diluar sana yang kelak akan menjadi pembuat film / sitkom/sinetron , dengan sangat mohon hilangkan semua adegan itu dan hadiri scene2 yang beredukasi serta juga menghibur agar adik2 kita dapat menjadi generasi yang lebih baik dari pada sebelumnya. Sekian,terima kasih - 3.2.18

Apakah kalian setuju dengan opini gue ?
YA
TIDAK
1020 votes

Komentar (17)

Fresh