Ciri Ciri Jodoh Dalam Al Qur'an | OPINI.id

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik dan laki-laki yang tidak baik untuk wanita-wanita yaang tidak baik, Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula"(Qs An-Nur 26).

Ciri Ciri Jodoh Dalam Al Qur'an

Bulan januari niih atau awal tahun, biasanya musim-musim orang pada nikahan. Iyya gak sihh.........??? Nahh.. bagi kamu yang belum menikah atau masih jomblo yang belum mendapatkan pasangan hidupnya atau karena memang bukan belum mampu dalam hal materi atau lain sebagainya, tetapi melainkan katanya “Belum Datang Jodoh” ada juga “Belum ada yang Cocok” soo jangan Gundah. Sebenarnya Allah telah menyiapkan jodoh untuk mu, hanya saja Allah belum mau menurunkannya untuk mu sebelum kamu benar-benar mengetahui siapa jodohmu dan bagaimana sifat serta karakter jodohmu.! Jadii, Saya menulis artikel pendek ini mengenai ciri-ciri jodoh kita terdapat dalam Al-Qur’an, surat (....) penasaraann..???? Nahh..Di baca dulu yaa Gaesss Semoga bermanfaat..!! Jika suatu ketika seseorang atau mungkin kamu ditanya tentang jodohmu, maka pasti akan muncul beragam jawaban yang kamu sebutkan. Jika belum punya tambatan hati sama sekali biasanya itu jawabannya ingin jodoh yang serba sempurna contohnya ingin jodoh yang sholeh, taat, pintar, tampan, mafan, kaya, hafidz, ibadahnya bagus, agamanya bagus dan dari keturunan yang baik-baik. Yang pada intinya ketika masih kosong hati dan pikiran dari keterikatan hati dengan seseorang pada umumnya akan membuat pilihan target jodoh impian yang serba sempurna. Tapi, jika sudah punya tambatan hati atau mungkin yang sudah punya pacar, maka pasti jawaban nya akan beda lagi, jika ditanya tentang jodohnya jawabannya pasti akan mengarah pada ciri-ciri pasangannya(pacarnya). Tak peduli lagi tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh “pacarnya” yang jelas maunya sama si dia deh pokoknya. Dan jawabannya akan beda lagi jika kita tanyakan kepada orang yang pernah gagal dalam pacaran, apalagi gagal dalam menuju pernikahan, mungkin pacarnya menikah duluan atau putus. Biasanya nih yang kayak begini jawabannya agak rada pesimis “semua laki-laki itu sama saja, saya tidak percaya lagi dengan laki-laki” . “Saya sakit hati dengan laki-laki”. “untuk saat ini tidak mikirin jodoh dulu, trauma saya nanti takut gagal lagi. Tapi nih jika usia sudah mulai lanjut, teman-teman sudah punya momongan, keluarga dan saudara sudah mulai bertanya “kapan menikah?” maka jawabannya tentang jodoh menjadi lebih simple “yang penting islam, shaleh dan mampu membiayai keluarga aja lah” yaa kurang lebih seperti itulah jawaban umum jika ditanya tentang jodoh ke beberapa orang. Masing-masing orang tentu punya persepsi dan definisi masing-masing tentang jodohnya. Ada yang optimis dengan jodohnya, ada yang subjektif dalam memberikan penilaian, ada yang pesimis, dan ada juga yang sangat sederhana dan simple. Semuanya sih tentu bergantung pada pengalaman masalalu, kondisi saat ini dan tentang bagaimana pengetahuannya tentang jodoh. Banyak sekali orang yang galau tentang jodohnya, tak sedikit yang khawatir salah pilih atau malah tidak ada yang memilih sehingga memilih jalan maksiat, seperti pacaran sebagai ikhtiar untuk mendapatkan jodohnya. Yang pacaran pun jangan kan mendapatkan solusi, yang ada malah menambah masalah sehingga memandang pesimis perkara perjodohan. Di lain pihak ada juga nih yang semakin hari semakin gelisah karena Allah belum juga mempertemukan dia dengan jodohnya sementara usia makin hari makin bertambah. Kenapa banyak yang gelisah dan galau ketika berbicara tentang jodoh ?? karena kebanyakan diantara kita itu memaksakan definisi dan persepsi pribadi kita tentang jodoh, mengikuti “ego” yang bahkan sudah bercampur dengan nafsu syahwat dalam menentukan jodoh kita. Jodoh memang misteri, tidak ada yang tahu tentang siapa jodoh kita. Namun kabar baiknya Allah sudah memberikan kita sedikit bocoran tentang jodoh kita yang mana jika hal ini kita jadikan sebagai acuan tentu akan menjadi solusi utama kegalauan dan kegelisahan kita. Ternyata Allah Swt telah membocorkan rahasia tentang jodoh kita dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 26 “Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik dan laki-laki yang tidak baik untuk wanita-wanita yaang tidak baik, Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik pula.(Qs An-Nur 26) Nah.. Ayat diatas Allah telah menjelaskan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik begitu juga sebaliknya. Disini kita mendapatkan sebuah “clue” kalau jodoh itu adalah cerminan diri kita, ia sebagai diri kita. Jika kita shaleh, taat, senang membaca Al-Qur’an, baik akhlaknya. Insya Allah. Allah akan mempertemukan kita dengan orang yang seperti kita. Setelah mengetahui ini, tentu kita sama-sama memahami, menyakini dan tentu juga bisa mengamalkannya. Diharapkan setelah mengetahui hal ini bisa mengubah persepsi kita dalam memahami jodoh kita, yang pada mulanya mungkin fokus “pada siapa” jodohnya menjadi fokus “bagaimana pribadi saya” agar mendapatkan jodoh sesuai impian dan harapan saya. “semoga kita semua dimudahkan urusan jodoh.. Aamiin.... “Wallahua’lam bisshowaab” (Oleh Yanti Afrianti Mahasiswa Stei Sebi, Depok)

Komentar

Fresh