catatan fiqrurrozi | OPINI.id

nama Fiqrurrozi mahasiswa stei sebi asal lombok angkatan 2017

pentingnya kejujuran dalam islam

Pada artikel ini saya akan membahas sekilas tentang urgensi kejujuran bagi seorang muslim dalam berabagi aspek kehidupannya, kapan dan dimanapun ia berada. Tema ini diangkat dilatar belakangi oleh keperihatinan bahwa begitu mahalnya kejujuran dan gampangnya orang berbohong atau menyampaikan berita hoax dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, khususnya melalui media sosial. Padahal perbuatan bohong telah menimbulkan berbagai bencana dan kerusakan dalam sendi-sendi kehidupn kita; sejak dari tingkat rumah tangga sampai pada tingkat kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Bagi kita seorang yg beriman sangat menyadari bahwa begitu banyak ayat maupun hadits hadits yang menerangkan tentang pentingnya kejujuran bagi setiap individu demi terwujudnya masyarakat yang mulia dan bermartabat. Diantaranya firman Allah Azza yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan jadilah kalian bersama orang-orang yang jujur. (At-Taubah/9:119). Dalam ayat ini, Allah Azza waJalla menyeru orang-orang yang beriman untuk bertaqwa kepada-Nya dan bersahabat akrab dengan orang-orang yang jujur dalam segala hal. Karena kejujuran tersebut adalah bagian dari taqwa . Sebaliknya bila sifat jujur tidak terdapat pada diri seseorang maka itu sebagai indikasi iman orang tersebut tidak baik. Dalam ayat tersebut juga terkandung pesan nasehat kepada kita untuk menjadikan orang-orang yang jujur sebagai teman dekat dalam hidup kita. Dan menjauhi orang-orang Yang suka berdusta karena bisa menjadikan kita tertulari sifat dustanya atau menjadi korban dari kedustaannya. Maka oleh sebab itu bergabunglah kedalam kelompok orang-orang yang iujur di dunia agar kita juga dikumpulkan bersama mereka kelak dalam surga yang penuh dengan kebahagian dan kenikmatan Perintah berlaku jujur juga telah di tegaskan oleh rasul kita Muhammad saw: ”Diwajibkan atas kalian untuk jujur, karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan. Dan kebikan itu akan mengantarkan masuk surga. Dan seseorang yang seanantiasa jujur dan benar-benar berusaha untuk salalu jujur, maka ia dicatatat di sisi Allah sebagai orang yang paling jujur. Dan jauhilah oleh kalian sijizt dusta, karena dusta akan menjerumuskan seseorang berbuat keji. Dan perbuatan keji itu akan membawa ke dalam neraka. Dan seseorang yang seantiasa berdusta dan selalu berdusta, maka ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang paling dusta. (Muttafaq 'alaih) ” Dalam hadits ini, Rasul kita Muhammad saw secara jelas dan tegas memerintahkan umatnya untuk berlaku jujur dalam segala hal. Karena kejujuran tersebut akan membuat pelakunya meraih berbagai kebaikan dalam hidupnya. Bukan sebaliknya sebagaimana yang sering kita dengar dari orang yang jauh dari bimbingan agama mengatakan: ”bila jujur kita tidak dapat untung". Ungkapan tersebut sangat bertolak belakang dengan kandungan hadits di atas. Sepanjang sejarah umat manusia belum pernah ada kehancuran ditimpakan Allah terhadap orang-orang yang jujur. justru sebaliknya, kehancuran itu ditimpakan bagi orangorang yang jauh dari kejujuran. Bahkan kejujuran itu merupakan salah satu jalan yang dapat mengantarkan pelakunya ke dalam syurga. Nabi besar Muhammad saw tidak hanya menekan kepada umatnya agar menanamkan sifat-sifat jujur, tetapi juga memperingatkan umatnya agar menjauhi sifat dusta. Karena dusta akan menggiring mereka melakukan berbagai tindakan kriminal dan kejahatan. Yang pada akhirnya pelaku dusta akan terhina saat di dunia dan di akhirat kelak akan tersiksa dalam neraka yang panas membara. Jika perilaku dusta atau tidak jujur ini dipelihara, maka ia tidak hanya dicatat disisi Allah sebagai pendusta, tetapi akan selalu diingat Oleh manusia dia sebagai seorang pendusta. Maka terbuktilah apa yang disebutkan dalam hadits di atas ”Bahwa seseorang yang suka berdusta, dan berusaha untuk selalu berdusta, sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang paling dusta”. Sungguh amat terhinalah seorang hamba yang sudah dicap / disetempel di sisi Allah SWT sebagai seorang pendusta. maka dari itu perilaku jujur sangat lah penting dalam segala aspek kehidupan .

MAQASHID HIFDZU MAL(MENJAGA HARTA)

Assalamualaikum temen-temen semua pada kesempatan kali ini saya sedikit membahas tentang maqashid maqashid hifdzu mal atau menjaga harta,di mana dalam islam di ketahui ada lima pokok maqashid syariah yang harus di jaga yang di jelaskan oleh imam asy-sytibi maqashid syriah yang biasa di sebut kulliyat al-khamsyah (lima perinsip umum) kelima maqashid tersebut yakni: • Hifdzu din(menjaga agama) • Hifdzu nafs(menjaga jiwa) • Hifdzu aql(menjaga akal) • Hifdzu mal(menjaga harta) • Hifdzu nasab(menjaga keturunan) Dari kelima maqashid di atas saya akan mebahas hifdzu mal (menjaga harta),sebelum kita mebahas hifdzu mal ter lebih dahulu kita harus mengetahui apa itu maqashid,dalam kamus bahasa arab,maqshad dan maqashid berasal dari akar kata qashd.maqashid adalah kata yang menunjukanbanyak(jama’),mufradnya adalah maqshad yang berarti tujuan atau target sedangkan menurut istilah,tercatat hanya imam ath-thahir ibnu ‘asyur dan al-‘alamah ‘ilal al-fasi yang pertama-tama menjelaskan definisi maqashid syariah,namun di sini definisi yang saya cantumkan adalah definisi dari buku yang berjudul Maqashid Bisnis dan Keuangan Islam yang di karang oleh Dr.Oni sahroni, M.A. Ir.Adiwarman A.Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P “memenuhi hajat manusia ndengan cara merelisasikan maslahatnya dan menghindarkan mafsadah dari mereka” dari definisi ini kita bisa menyimpulkan bahwa tujuan maqashid adalah untuk memenuhi hajat manusia dengan cara melindungi lima perinsip umum itu sendiri,Salah satunya adalah menjaga harta,nah mari kita masuk ke pembahsan utama kita yakni hifdzu mal(menjaga harta),hifdzu mal merupakan sebuah ketetapan yang berfungsi untuk memberikan perlindungan terhadap harta benda.hifdzu mal ini menulurkan banyak sekali permasalahan,salah satu cara menjaga hifdzu mal di antaranya adalah orang yang mencuri akan mendapatkan hukuman had (potongan tangan) sebagai mana termaktub dalam al-qur’anul karim yang artinya “laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri ,potonglah tangan keduannya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagi siksaan dari allah.dan allah maha perkasa lagi maha bijaksana”(Q.S Al Maidah:38) Dari ayat di atas sudah jelas sekali bagai mana komitmen agama islam dalaam menjaga harta sehingga bagi siapapun yang mencuri di potong tangannya ,namun permasalahan dalam menjaga harta bukan hanya pencurian bahkan ada lagi yakni riba,gharar dan maysir ketiga permasalahan ini yang mungkin masih ada orang-orang di sekeliling kita yang masih memperaktekannya dalam memberantas tiga masalah di atas ulama di indonesa membentuk DSN(dewan syariah nasional) gunannya untuk menghilangkan peraktek-peraktek di atas bukan hannya di level masyarakat tapi terhadap seluruh sektor perekonomian di indonesia yang harapannya bisa menjadikan perekonmian di Indonesia sesusai dengan syariat islam guna dalam mejaga harta atau hifdzu mal Demikian,sedikit tentang maqashid hifdzu mal semoga bermanfaat bagi diri peribadi dan kepada para pembaca wassalamualaikum wr.wb Daftar pustaka -Oni Syahroni, Adiwarman A. karim. 2017.Maqashid Bisni dan Keuangan islam.depok:rajawali pres -http://ahmadfarieds.blogspot.co.id/2012/02/belajar-memahami-fiqih_15.html?m=1

Komentar

Fresh