Kamu wajib tonton film Indonesia ini | OPINI.id

Perjuangan keras para sineas lokal wajib diacungi jempol. Soalnya, ditengah ramainya serangan film-film Hollywood.

Para sineas lokal mampu menghadirkan beberapa rentetan film yang bagus dan wajib ditonton.

Posesif

Mungkin banyak yang beranggapan kalau film ini biasa, ya cerita tentang cinta remaja. Tapi dari adegan pertama, film ini sudah membebaskan diri dari prasangka akan menjadi film cinta SMU yang hanya bermaksud memenuhi fantasi-fantasi anak SMU. Kekuatan utama film ini adalah wacana kritis yang dibawa: segar, kuat, dan relevan. Secara mengalir, hampir semua relasi tokoh-tokoh film ini sejatinya posesif sesuai perannya masing-masing, mulai dari pacar yang represif, ibu yang galak, ayah yang memaksakan masa depan anaknya, hingga teman yang selalu merasa tahu apa yang terbaik. Gak heran kalau film ini berhasil meraih penghargaan film terbaik di festival JAFF selaku festival film bergengsi.

Marlina si pembunuh dalam empat babak

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak adalah film Indonesia yang secara sinematografi paling mencolok di tahun 2017. Lanskap sabana Sumba yang membentang berwarna coklat keemasan dikemas dengan penyutradaraan ala film koboi Amerika. Pola naratifnya juga khas western: pelanggaran hukum, balas dendam, dan dipungkasi dengan duel pamungkas. Saking menonjol gayanya, film ini kemudian disebut melahirkan nama genre sendiri, yakni satay western–logika penamaan yang sama dengan Spaghetti Western untuk film koboi buatan Italia.

Dilan 1990

FILM yang diangkat dari novel laris “Dilan 1990” sudah tayang di bioskop, sejak 25 Januari 2018. Rilisan ini konon dinanti banyak orang. Terutama pembaca trilogi Dilan karya Pidi Baiq. Kemunculan Dilan versi film konon mengembalikan pecinta layar lebar pada masa kejayaan “Ada Apa dengan Cinta” pada 2002. Bisa dibilang, film ini nge-hits banget deh!

Komentar (1)

Fresh