Kenali Jenis Cyber Bullying di Medsos | OPINI.id

Apa sih yang terlintas kalau kita mendengar kata “bullying atau pembulian”? Pasti yang ada di pikiran kita adalah semacam kekerasan dan sebagainya. Nah hal yang bakal kita bahas di sini adalah salah satu pengembangan negatif dari bullying yang dilakukan di media sosial yang sering disebut juga dengan Cyber Bullying atau Intimidasi di Dunia Maya.

Apa itu Cyber Bullying?

Menurut Australian Federal Police (AFP), cyber bullying atau intimidasi di dunia maya adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak-anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia maya atau internet. Intimidasi dunia maya dianggap valid bila pelaku dan korban berusia di bawah 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Namun bila salah satu pihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 18 tahun, maka kasus yang terjadi akan dikategorikan sebagai kejahatan dunia maya atau pembuntutan dunia maya (atau sering disebut cyber harassment). Australian Federal Police (AFP) mengidentifikasikan setidaknya terdapat sembilan bentuk cyber bullying, yaitu:

1. Flaming (perselisihan yang menyebar)

Ketika suatu perselisihan yang awalnya terjadi antara dua orang atau lebih (dalam skala kecil), ternyata kemudian menyebarluas sehingga melibatkan banyak orang (dalam skala besar) sehingga menjadi suatu kegaduhan dan permasalahan besar.

2. Trolling (Menghina)

Pernah melihat seseorang menyerang orang lain menggunakan kata-kata kasar, kotor dan tidak pantas atau menyindir dengan kata-kata atau berbagai bentuk meme nyinyir di Internet? Misalnya, memaki fisiknya atau menghina foto-foto yang di-posting, atau dengan bentuk meme/gambar. Nah, hal ini bisa dikategorikan sebagai internet troll. Internet troll adalah sebutan untuk pelaku penyerangan orang atau kelompok tertentu dengan pernyataan negatif. Bukan hanya soal fisik, internet troll ini bisa menyerang masalah ras dan agama. Tentu saja hal ini berbahaya. Selain dapat mengganggu keadaan psikologi orang yang diserang, trolling dapat menyebabkan masalah yang lebih besar, seperti permusuhan dan perpecahan.

3. Creeping

Hampir sama dengan cyber stalking, cyber creeping adalah perilaku seseorang yang terobsesi mengikuti kehidupan seseorang melalui update yang dilakukan korban secara online. Misalnya selalu mengikuti update status, foto atau video di media sosial kita. Sehingga orang tersebut tahu detail informasi kehidupan kita dengan mudah.

4. Harrasment (pelecehan)

Upaya seseorang untuk melecehkan orang lain dengan mengirim berbagai bentuk pesan baik tulisan maupun gambar yang bersifat menyakiti, menghina, memalukan, mempermalukan dan mengancam.

5. Denigration (fitnah)

Upaya seseorang menyebarkan kabar bohong dengan mengatasnamakan seseorang yang bertujuan merusak reputasi orang atau kelompok tertentu. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan atas fakta palsu yang dapat memengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang.

6. Impersonation (meniru)

Upaya seseorang yang berpura-pura menjadi orang lain, berpura-pura memihak dan mengupayakan agar pihak ketiga menceritakan hal-hal yang bersifat rahasia.

7. Outing and Trickery (penipuan)

Upaya seseorang yang berpura-pura menjadi orang lain dan menyebarkan kabar bohong atau rahasia orang lain tersebut atau pihak ketiga.

8. Exclusion (pengucilan)

Upaya yang dilakukan melalui dunia maya yang bersifat membuat seseorang menjadi tidak nyaman, mengucilkan atau mengecualikan seseorang untuk bisa bergabung dalam suatu kelompok, pertemanan, dalam sebuah team work, teman kerja atau komunitas dengan alasan yang diskriminatif. Alasan diskriminatif bisa karena perbedaan usia, pengalaman, status, ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, perbedaan agama, pendapat politik dan lain-lain.

9. Cyber Stalking (penguntitan di dunia maya)

Upaya seseorang menguntit atau mengikuti orang lain dalam dunia maya dan menimbulkan gangguan bagi orang lain tersebut. Stalking adalah mencari tahu informasi pribadi melalui internet. Jika hanya sekadar melihat akun media sosial teman untuk mengetahui kabarnya, masih oke. Tapi, kalau sudah berlebihan, maka bisa jadi kita atau orang tersebut sudah melakukan cyber bullying.

Komentar

Fresh