100 hari Anies-Sandi sudah apa? | OPINI.id

100 Hari bekerja sejak dilantik pada 16 Oktober 2017 lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kira-kira sudah ngapain aja sih!

Anies-Sandi cuma ubah kebijakan doang?

Oke, memang akan selalu ada pro dan kontra. Maklum saja, ada kubu yang pro da tidak pro. Menurut beberapa sumber sih, katanya Anies-Sandi kerjanya cuma mengubah kebijakan-kebijakan Pemrov DKI yang udah aja alias di revisi doang. salah satu kritikan pedas datang dari kubu Nasdem. Menurut Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Bestari Barus menilai Anies-Sandi memiliki kecenderungan untuk hanya mengganti kebijakan yang sudah dibuat pada masa kepemimpinan Ahok. Bestari mencontohkan kebijakan rumah berlapis yang digagas Anies-Sandi yang tidak ada dalam dunia konstruksi. Nah biar gak pada komplain, mendingan kita liat aja kebijakan-kebijakan Pemrov DKI Jakarta yang direvisi sama Anies-Sandi di slide berikut.

Larangan injak rumput monas (sekarang boleh)

Dulu menginjak rumput di Monas gak boleh, soalnya berpotensi merusak dan membunuh rumput. Tapi, Anies malah mengizinkan orang-orang untuk menginjak rumput di Monas.

Qlue dicabut

Dulu pak Ahok buat ini biar Ketua RT/RW itu bisa laporan kondisi lingkungannya. Lewat aplikasi ini, diharapkan akan ada update dana operasional yang dikantongi sama RT/RW. Tapi, pak Anies malah mencabutnya dan memberikan kepercayaan penuh pada Ketua RT/RW untuk mengelola dana operasionalnya.

Larangan kegiatan keagamaan di Monas (sekarang boleh)

Dulu itu gak boleh melakukan acara kegiatan keagamaan di Monas, soalnya punya sejarah. Tapi, lagi-lagi Anies mengubah larangan itu. Kini melakukan kegiatan keagamaan di Monas justru legal.

Larangan motor JL. MH Thamrin-Medan Merdeka Barat (sekarang boleh)

Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melarang kendaraan roda dua melintas di Jalan Thamrin dan Medan Merdeka Barat. Saat Anies-Sandi memimpin, kebijakan itu dicabut dengan alasan agar seluruh ruas jalan di Jakarta bisa diakses oleh warga.Udah gitu jalur motor nanti gak boleh dimasukin sama mobil.Kalau ini sih oke gagasannya, hehehe.

Larangan becak di Jakarta (sekarang boleh)

Pada tahun 1988, Gubernur Wigoyo Atmodarminto mengeluarkan Perda 11 Tahun 1988 yang melarang beroperasinya becak dan menetapkan kereta api, taksi, bus, dan angkutan roda tiga bermotor sebagai kendaraan resmi. Tapi kini justru Anies-Sandi mengizinkan becak beroperasi dengan alasan sebagai transportasi wisata.

Larangan Delman di Monas (sekarang boleh)

Dilarangnya delman beroperasi di Monas di masa pemerintahan pak Ahok alasannya masuk akal banget. Soalnya kuda-kuda tersebut terindikasi mengidap parasit yang bisa menular ke manusia. Tapi, Sandiaga Uno selaku Wagub DKI justru mempersilahkan delman untuk beroperasi di Monas kembali.

Komentar

Fresh