Terbakarnya Museum Bahari | OPINI.id

Kebakaran menimpa Museum Bahari pada hari Selasa (17/1) kemarin. Tiga gedung, yaitu Gedung A, C, dan D ludes terbakar di tempat yang menjadi ikon kemaritiman Indonesia ini.Akibat kebakaran ini, 138 koleksi dan barang pendukung museum rusak.

Tapi ada yang ingat gak cerita Museum Bahari?

Museum Bahari bukti sejarah penjajahan Belanda

Museum yang letaknya di Jakarta Utara ini merupakan bangunan yang menyimpan sejarah panjang bangsa Indonesia kala dijajah oleh Belanda. Negara kincir angin ini pernah menginjakkan kaki dan lama menjalankan roda pemerintahan di wilayah Jakut. Dahulu Belanda menamai tempat ini Batavia, sebuah nama yang sama dengan Kota di Belanda. Belanda ingin menghadirkan suasana di negaranya, di negeri yang tengah ia jajah. Salah satu misi awal Belanda datang ke Indonesia kala itu adalah mencari rempah-rempah. Teh, pala, lada, kopi, gula, dan lain sebaginya menjadi penyelamat Belanda yang tengah pailit saat itu. Selanjutnya, Belanda menyimpan hasil panen rempah-rempahnya di sebuah gudang yang dikenal luas masyarakat Indonesia sebagai Museum Bahari.

Bergaya arsitektur Belanda

Museum Bahari berada di seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, tepatnya di jalan Pasar Ikan Jakarta Utara dan menghadap ke Teluk Jakarta. Tempat yang dibangun dengan gaya arsitektur Belanda ini memiliki dua sisi, yaitu sisi barat (Westzijdsche Pakhuizen berarti Gudang Barat) dan sisi timur (Oostzijdsche Pakhuizen berarti Gudang Timur). Hingga saat ini, saat Indonesia merdeka gaya bangunan ini masih dipertahankan. Kemudian, saat masa pendudukan Jepang di Indonesia, gedung ini beralih fungsi menjadi tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang.

Tempatnya koleksi benda sejarah kelautan

Setelah kita merdeka, bangunan ini resmi dijadikan cagar budaya dan diubah jadi Museum Bahari di tanggal 7 Juli 1977. Museum Bahari menyimpan 126 koleksi benda-benda sejarah kelautan, terutama kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur. Juga peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar, dan meriam. Sebagai salah satu ikon Indonesia sebagai negara maritim, museum ini juga memiliki koleksi biota laut, data-data jenis sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan Nusantara.

Komentar

Fresh