Waspadai Gigi Mati | OPINI.id

Gigi termasuk alat pencernaan mekanik karena berfungsi untuk memotong, merobek, dan mengunyah makanan sebelum makanan masuk ke pencernaan kita. Ternyata gigi juga bisa mati, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tapi jika alami infeksi akan menimbulkan pembusukan dan rasa sakit.

Sekilas Tentang Gigi Mati

Gigi memiliki tiga lapisan, yaitu enamel, dentin, dan pulpa. Pada bagian pulpa gigi, terdapat pembuluh darah dan saraf. Bila saraf mati dan pembuluh darah tidak mengalirkan darah pada gigi, maka gigi tersebut adalah gigi mati atau gigi tak vital. Kalau gigi mati itu dibiarkan tanpa dirawat biasanya warnanya mulai berubah, lebih gelap dibanding gigi yang masih sehat.

Penyebab

1. Gigi Sensitif yang dibiarkan tanpa perawatan. Gigi sensitif biasanya disebabkan oleh dentin gigi yang terbuka. Ketika dentin gigi terbuka maka rangsangan dari makanan dan minuman yang panas, dingin, asam atau manis akan langsung mengenai syaraf dan pembuluh darah yang ada di pulpa. Jika hal ini terjadi terus menerus maka akan menyebabkan gigi mati. 2. Gigi Berlubang yang tidak mendapatkan perawatan juga akan menyebabkan gigi mati. Gigi mati atau nekrosis lama-kelamaan akan berubah warna menjadi kehitaman, tidak ada aliran darah dan pembuluh syarafnya mati. 3. Trauma pada gigi bisa terjadi akibat cedera olahraga, terjatuh, atau terpukul. Hal ini bisa menyebabkan pembuluh darah pecah dan suplai darah ke gigi menjadi terputus. Akibatnya, saraf dan jaringan hidup di dalam pulpa akan mati karena tidak mendapat suplai darah.

Gejala

Gigi berubah warna Jika gigi sudah mati, biasanya akan terjadi perubahan warna misalnya berwarna kuning, abu-abu, atau hitam. Hal ini terjadi karena sel darah merah pada gigi juga ikut mati. Perubahan warna pada gigi akan mengalami peningkatan dari warna kuning menjadi hitam bila tidak ditangani. Gigi terasa sakit Gigi mati dapat menyebabkan tingkat rasa sakit yang bervariasi. Namun, rasa sakit bukan berasal dari dalam gigi tetapi dari ujung saraf yang sangat sensitif di sekitar bagian luar gigi. Selain itu, gigi mati juga bisa terinfeksi. Infeksi tersebut dapat berubah menjadi kantung nanah (abses) dan menghasilkan gejala lain, misalnya: rasa tidak nyaman pada gigi, bau busuk, gusi bengkak dan gigi membusuk

Penanganan Gigi Mati

Saluran Akar Gigi Perawatan gigi mati dapat disebut juga perawatan saluran akar gigi atau endodontic dalam bahasa kedokteran gigi. Perawatan saluran akar gigi yang telah terinfeksi membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar tiga atau empat kali pertemuan dengan dokter gigi. Cabut Gigi Jika dokter tidak dapat memperbaiki lagi gigi, akibat pembusukan maka biasanya gigi tersebut harus dicabut. Prosedur ini sangat sederhana, relatif ekonomis dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Cara Mencegah Gigi Mati

1. Berkumur terlebih dahulu sebelum menyikat gigi. 2. Gunakan pasta gigi yang mengandung flour (zat yang dapat memperkuat gigi) 3. Menyikat gigi dengan teknik yang benar. 4. Jangan terlalu keras menyikat gigi hingga melukai gusi. 5. Menyikat gigi dilakukan 2 kali sehari, pagi dan malam hari setelah makan. 6. Kurangi konsumsi makanan dan minum yang manis. 7. Hindari membuka kemasan yang cukup keras dengan gigi. 8. Rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter. 9. Menggunakan pelindung mulut (mouth guard) saat berolahraga untuk mencegah terjadinya trauma gigi.

Komentar

Fresh