Langkah Cerdas Anas Siapkan SDM Desa! | OPINI.id

Dalam melakukan pembangunan daerah, pemerataan pembangunan adalah hal yang harus diperhatikan. Pembangunan tidak boleh diprioritaskan hanya di wilayah perkotaan semata. Desa juga harus mendapatkan prioritas yang sama dalam pembangunan.

Desa Pilar Negara

Desa merupakan penopang kehidupan di wilayah perkotaan. Relasi distribusi antara desa dan kota membuat perekonomian menjadi hidup. Jadi wilayah pedesaan tidak bisa diabaikan begitu saja dalam perencanaan pembangunan. Desa adalah pilar pembangunaan nasional. Hal tersebut sejalan dengan program Nawacita pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla. Pembangunan desa mesti diprioritaskan, sebab kemiskinan bisanya masih terkonsentrasi di desa-desa. Banyuwangi bersama Bupati Abdullah Azwar Anas punya jurus ampuh dalam pembangunan pedesaan. Anas membagi pembangunan tersebut dalam dua bentuk. Pertama, secara fisik dalam bentuk pembangunan infrastruktur. Kedua, dalam bentuk pembangunan manusia, dengan peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di pedesaan. Kesuksesan Banyuwangi dalam melakukan peningkatan kualitas SDM desa patut dicontoh daerah lain, sebagai bentuk file model dalam melakukan pembangunan pedesaan.

Mencermati Desa!

Azwar Anas selalu menekankan pembangunan desa jangan terjebak melulu pada infrastruktur fisik semata. Karena pembangunan SDM lebih penting diprioritaskan. Dalam melakukan pembangunan tersebut Azwar Anas memperketat pengawasan dalam melakukan pembangunan fisik di pedesaan. Pengawasan dilakukan untuk menghemat dan mastikan anggaran digunakan secara tepat dalam pembangunan fisik prioritas dan peningkatan kualitas peningkatan SDM. Jika tidak dilakukan pengawasan yang ketat terhadap pembangunan fisik, bisa jadi semua dana akan terserap ke situ. Maka Pemkab Banyuwangi mengawasi agar pembangunan dilakukan tepat sasaran, agar tidak menghamburkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang tidak pokok. Selain itu, audit juga selalu dilakukan oleh Azwar Anas. Hal ini dilakukan agar pemerintah bisa membedakan mana yang menjadi porsi pemerintah kabupaten, dan mana yang menjadi porsi pemerintah desa dalam pembangunan. Jika tak dilakukan pengetatan anggaran fisik, bisa saja semua anggaran terserap, bahkan tumpang tindih, ini merupakan awal dari sumber penyelewengan anggaran.

Mencerdaskan Desa!

Maka prioritas anggaran harus diterapkan. Ditahun 2016 ini dana desa dari pemerintah pusat mencapai Rp 134,46 miliar untuk seluruh Indonesia. Sementara Alokasi Dana Desa (ADD) Banyuwangi berjumlah Rp 227,48 miliar. Jika tidak dilakukan, bisa jadi dana desa tidak akan cukup. Prioritas dana digunakan untuk melakukan pemberdayaan pada SDM di pedesaan. Membangun SDM tidaklah mudah, butuh waktu dan konsistensi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Transformasi tersebut Azwar Anas lakukan dengan membuat program Banyuwangi Mengajar. Untuk program Banyuwangi Mengajar tersebut, pemkab mengakomodir para sarjana muda yang mampu lulus mendapat beasiswa khusus untuk dikirim ke desa-desa selama setahun. Mereka wajib tinggal di desa untuk melakukan transformasi pengetahuan kepada masyarakat desa. Pemkab memberikan honor kepada para sarjana yang masuk dalam program tersebut. Dalam melakukan pembangunan pedesaan Pemkab Banyuwangi juga memiliki program jitu yang bernama smart kampung. Smart kampung merupakan program pengembangan desa secara terintegrasi dengan memadukan TIK berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan. Smart kampung tersebut memiliki program untuk mengembangkan internet sampai kepelosok pedesaan. Berbagai macam kegiatan seperti pengembangan ekonomi produktif juga digalakan dalam program tersebut, pelatihan seperti pengembangan UMKM dan Bumndes juga turut menjadi perhatian. Azwar Anas juga membantu para petani untuk mengembangkan teknologi pertanian guna membangun pertanian pedesaan yang lebih maju dan produktif. Azwar Anas membantu masalah perluasan pemasaran untuk produk-produk pedesaan melalui Banyuwangimall. Banyuwangimall.com adalah contoh ruang pemasaran berbasis IT yang disediakan oleh Pemkab Banyuwangi. Industri kreatif digalakan oleh Pemkab dengan mengandeng Badan Industri Kreatif, yang saat ini telah melakukan pendampingan di beberapa desa. Upaya ini menjadi bukti langkah Anas mengedepanoan desa sebagai pusat pertumbuhan baru adalah langkah cerdas untuk memeratakan pertumbuhan pembangunan dan pemerataan ekonomi.

Komentar

Fresh