9 Vaksin Yang Penting Untuk Orang Dewasa | OPINI.id

Vaksinasi berguna untuk membangun kekebalan tubuh kita terhadap berbagai penyakit menular yang berbahaya sehingga tidak terjadi wabah yang mematikan. Umumnya, vaksin diberikan kepada mereka yang masih berusia dini melalui program imunisasi. Namun, ada beberapa jenis vaksin yang penting untuk diambil oleh mereka yang sudah beranjak dewasa. Berikut ini 9 jenis vaksin yang penting untuk diketahui dan diambil oleh orang dewasa.

Vaksin Tdap (Tetanus, Difteri, dan Acellular Pertussis)

Vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit tetanus, difteri, dan pertusis atau batuk rejan. Pemberian vaksin ini hanya dilakukan sekali untuk seumur hidup, namun dokter menyarankan pemberian vaksin penguat setiap 10 tahun sekali untuk meningkatkan daya tahan tubuh anda terhadap tetanus dan difteri. Belakangan ini, wabah difteri sedang menyerang Indonesia. Jika anda belum pernah mendapat vaksin ini saat anda balita, sebaiknya anda segera mengunjungi rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan penyuntikan. Bagi mereka yang bekerja di rumah sakit, sedang hamil, ataupun mengasuh bayi dengan usia dibawah setahun, dianjurkan untuk segera mendapatkan vaksin ini.

Vaksin Hepatitis B

Penyakit yang satu ini menyerang organ hati dan termasuk salah satu penyakit dengan tingkat penyebaran yang cukup tinggi di Indonesia. Vaksin ini sebaiknya diambil oleh mereka yang sering bergonta-ganti pasangan seksual, sedang dalam pengobatan untuk PMS (penyakit menular seksual), pengguna obat-obatan terlarang, pasien hemodialysis, penderita penyakit hati kronis, penderita penyakit ginjal stadium akhir, dan kaum homoseksual. Pemberian vaksin ini dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Vaksin MMR (measles, mumps, rubella)

Vaksin MMR berguna untuk mencegah penyakit campak (measles), gondok (mumps), dan campak Jerman (rubella). Umumnya, mereka yang lahir sebelum tahun 1957 memiliki kekebalan alami terhadap penyakit-penyakit ini. Namun, bagi kita yang hidup di era milenial ini, dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini sedini mungkin. Pemberian vaksin MMR terdiri dari dua dosis dengan jarak pemberian minimal 4 minggu dan dapat diulang setiap 10 tahun sekali. Vaksin ini dapat memberikan efek samping yang serius bagi mereka yang memiliki alergi tertentu. Jika pada pemberian pertama terdapat pembengkakan parah terutama pada daerah pipi dan leher, sebaiknya anda membatalkan pemberian vaksin yang berikutnya dan melakukan konsultasi lanjutan pada dokter.

Vaksin Varicella (cacar air)

Bagi mereka yang belum pernah terkena cacar air, sebaiknya segera mendapatkan vaksin varicella ini. Normalnya, vaksin ini diberikan sebanyak dua kali kepada mereka yang masih balita dengan pemberian dosis pertama saat balita berumur 12-15 bulan dan dosis kedua saat anak sudah berumur 4-6 tahun. Jika anda menerima vaksin ini saat dewasa, anda dapat mengambil kedua dosis vaksin tersebut dengan jarak pemberian antar dosis minimal 28 hari. Mereka yang sedang memiliki daya tahan tubuh rendah, baik yang disebabkan karena penyakit atau kondisi medis lainnya, sebaiknya menunggu hingga tubuh mereka sehat kembali sebelum menerima vaksin ini. Wanita yang sedang atau akan hamil sebaiknya tidak mengambil vaksin ini.

Vaksin HPV

HPV atau Human Papiloma Virus merupakan salah satu penyebab kanker serviks yang dapat menular melalui kontak seksual. Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit kelamin baik bagi pria ataupun wanita. Vaksin HPV sebaiknya diambil setelah anda berusia 11 atau 12 tahun dan dianjurkan untuk diambil oleh mereka yang aktif dalam berhubungan seksual. Vaksin ini terdiri dari 3 dosis, dimana pemberian dosis kedua sebaiknya berjarak dua bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga sebaiknya berjarak 4 bulan setelah dosis kedua.

Vaksin Influenza

Wabah flu merupakan salah satu penyakit yang paling umum dijumpai di era modern ini. Umumnya penyakit flu tergolong ringan dan dapat dengan mudah disembuhkan. Namun, penyakit ini tidak boleh disepelekan karena kadang dapat memicu komplikasi berbahaya yang dapat berujung pada kematian. Dunia di era modern ini sudah beberapa kali terserang wabah flu yang ganas dan berbahaya seperti flu burung, flu babi, dan lain sebagainya.

Vaksin Hepatitis A

Hepatitis A umumnya menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus Hepatitis A atau melalui kontak fisik/hubungan seksual dengan mereka yang terkena penyakit ini. Dengan demikian, dianjurkan untuk selalu mencuci tangan dan menjaga higienitas makanan setiap saat untuk mengurangi kemungkinan anda terkena Hepatitis A. Bagi yang memiliki risiko terkena paparan langsung, seperti mereka yang bekerja di industri makanan, staf laboratorium, dan pekerja rumah sakit, dianjurkan untuk mengambil vaksin ini setiap 6 bulan sekali.

Vaksin Meningitis

Vaksin ini dianjurkan bagi mereka yang berusia remaja atau hendak bepergian ke wilayah Sahara atau Sub-Sahara. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan vaksin ini untuk semua jamaah haji ataupun turis yang hendak pergi ke Mekah selama musim haji.

Vaksin Pneumokokus

Vaksin ini umumnya diberikan bagi mereka yang berusia dibawah dua tahun atau orang tua yang sudah berusia diatas 65 tahun. Namun, orang dewasa dengan kondisi medis tertentu seperti penyakit paru-paru, jantung, hati, atau ginjal yang kronis; menderita emfisema, asma, diabetes, atau alkoholisme; atau menderita HIV dan kanker. Bagi mereka yang merupakan perokok berat, dianjurkan mengambil vaksin ini karena mereka sangat rentan terserang penyakit-penyakit diatas.

Sumber:

https://www.cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/mmr-vaccine.html https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/tdap.html https://health.detik.com/read/2010/09/20/130709/1443794/763/10-vaksin-untuk-orang-dewasa http://www.alodokter.com/orang-dewasa-masih-perlu-vaksinasi https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/varicella.html https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/jenis-vaksin-untuk-dewasa/ https://www.cdc.gov/pneumococcal/about/risk-transmission.html

Komentar

Fresh