Sekilas, Sejarah Kopi | OPINI.id

Dewasa ini sangat terlihat bahwa popularitas dari Kopi kembali naik. Gaya hidup, tuntutan pekerjaan, mudahnya mendapatkan kopi dan banyak lagi alasan lainnya yang bisa disebutkan membantu atas meroketnya Kopi sebagai minuman favorit. Namun bagaimana sebetulnya sejarah Kopi tersebut? Sekilas penulis mencoba berbagi~

Sekilas, sejarah Kopi hingga masuk ke Indonesia

Berdasarkan beberapa referensi, sejarah mengatakan pertama kali kopi dinikmati pada era 800SM dan terpusat di area yang bernama Abyssinia - sekarang berada di antara Ethiopia dan Eritrea. Memakan waktu yang sangat lama, kopi ini pun kemudian menjadi salah komoditas oleh Pedagang-pedagang Arab, yang diperjual belikan di Mocha - sebuah kota pelabuhan di Yaman - sebagai minuman energi. Mocha sebagai kota pelabuhan termasuk memiliki posisi yang strategis, saking strategisnya pedagang pedagang yang berasal dari Eropa pun ikut masuk dan berdagang disana. Pedagang Arab berupaya untuk memonopoli komoditi tersebut, dengan cara merebus setiap biji kopi yang dijual, dengan harapan kopi tersebut tidak bisa ditanam - infertil. Namun upaya monopoli tersebut ternyata gagal, tahun 1616 pedagang Belanda berhasil membawa - atau mungkin tepat dikatakan menyelundupkan - tanaman kopi tersebut ke negara asalnya. Baru pada tahun 1658 Belanda mencoba membudidayakan tanaman tersebut di Srilangka. Namun sayang, budidaya tersebut tidak berhasil. Pernah juga ada catatan beberapa pedagang membudidayakannya di Dijon, Perancis. Namun gatot alias gagal total, kopi tidak bisa ditanam di dataran Eropa. Akhirnya pada tahun 1690, Belanda membawa tanaman kopi ke Jawa - yang kala itu masih menjadi daerah jajahannya dan berkonsentrasi di Batavia- dan berencana untuk melakukan kultivasi secara besar besaran. Rencana tersebut menemui kendala pada awalnya karena Batavia dilanda Banjir besar, sehingga seluruh perkebunan kopi pun gagal panen. Kultivasi tersebut baru berujung manis memasuki tahun 1700an. Kopi tumbuh subur tidak hanya Jawa tapi juga di Sumatera dan beberapa pulau di Indonesia timur. Namun tetap yang paling terkenal kala itu adalah kopi dari Jawa, bahkan sempat ada ungkapan bahwa Kopi sama dengan "A Cup of Java" kala itu. Hingga akhirnya Indonesia merdeka, Belanda menjadi pemasok kopi terbesar di Dunia.

Mitos soal Kopi

Apabila pembaca iseng dan berusaha mencari sejarah awal penemuan kopi, makan besar kemungkinan pembaca akan menemukan 2 cerita - atau mungkin tepat disebut mitos - yaitu "Si Kaldi dan ternaknya", dan "Ali bin Omar al Sadhili" Si Kaldi dan ternaknya: Konon terdapat pemilik ternak bernama Kaldi yang menemukan satu dari hewan ternaknya hiperaktif setelah memakan buah beri yang saat itu belum diketahui namanya. Karena penasaran, Kaldi pun mencoba memakan buah tersebut, dan kemudian Kaldi hiperaktif seperti hewan ternaknya. Kaldi yang memiliki tenaga ekstra ini pun memberitahukan hal tersebut kepada seorang biarawan, dan biarawan tersebut mencoba buah yang dibawa oleh Kaldi. Efeknya? Semalam suntuk biarawan tersebut kuat untuk beribadah memanjatkan doa. Namun karena buah tersebut memiliki rasa sedikit pahit, di hari berikutnya biarawan tadi mencoba memanggang dan menyeduh buah tersebut sebelum di konsumsi. Dari sanalah proses penyajian kopi - secara tradisional - akhirnya tersebar hingga sekarang ini. Sedangkan cerita kedua soal Ali bin Omar al Sadhili: Konon di kota Mocha, Yaman terdapatlah seorang tabib sakti yang mampu menyembuhkan segala macam penyakit. Namun nama yang tersohor tersebut membawa dampak negatif, yakni pendapat miring - bahasa sekarangnya digosipin - bahwa Omar bersahabat dengan setan untuk menyembuhkan penyakit, dan akhirnya Omar pun diusir dari kota. Tabib Omar yang terusir pun tinggal di sebuah gua. Terasa lapar, Omar pun mencari makanan untuk mengganjal perutnya. Mendapati buah seperti beri, akhirnya Omar mengumpulkan dan makan buah tersebut. Karena terasa sangat pahit, Omar mencoba untuk mengolah buah tersebut. Hasil dari olahan tersebut tidak berubah, tetap pahit. Yang bisa dinikmati Omar hanyalah air hasil rebusan buah tersebut. Ajaibnya, hasil rebusan tersebut justru memberikan energi. Singkat cerita, hasil rebusan tersebut menjadi sangat terkenal, dan banyak orang meminta Omar untuk menyajikan minuman tersebut.

Penyebaran kopi di Dunia

Seperti yang penulis sudah sampaikan di awal, Kopi yang tadinya dimonopoli oleh pedagang Arab akhirnya berhasil dibawa keluar oleh pedagang pedagang asing. Salah satunya adalah Baba Budan yang berhasil membawa tanaman kopi melalui jalur ziarah ke kota Mekah dan Madinah. Pada tahun 1695, peziarah asal India tersebut membawa biji kopi fertilkeluar Arab dan mengembangkannya di Chikmagalur, India bagian Selatan. Berlanjut ke negara kepulauan Amerika. Kopi yang masuk ke Amerika dipercaya melalui dua jalur. Yang pertama: Dimulai pada tahun 1706, Belanda membawa pulang tanaman kopi dari Pulau Jawa menuju ke Amsterdam - konon kopi yang berasal dari Amsterdam ini dikenal dengan Kultivar Typica. Kopi-kopi ini sebagian dibawa langsung ke Suriname, sedangkan sebagian lainnya diberikan ke Raja Louis XIV di Paris. Kopi yang diserahkan ke pihak Prancis tersebut, dibawa pula oleh Prancis untuk dibudidayakan di negara jajahannya di Kepulauan Karibia. Ada cerita bahwa tanaman kopi tersebut tetap segar selama perjalanan, karena disiram langsung oleh penjaganya dengan menggunakan air minum penjaga tersebut. Sedangkan jalur kedua: Masuk ke Amerika melalui Bourbon - sekarang La Reunion pulau persemakmuran Prancis yang berada di Timur Madagaskar. Prancis mendapatkan bibit tanaman kopi yang diberikan oleh Sultan Yaman melalui utusannya ke Pulau Bourbon. Tanaman tanaman kopi yang berasal dari Bourbon ini disebut sebagai Kultivar Bourbon. Kedua Kultivar Typica dan Bourbon tersebut termasuk kedalam Varietas Arabika, dan dipercaya menjadi asal usul dari setiap kopi yang tersebar di bumi saat ini.

Awal Budaya Minum Kopi

Dokumen tulis yang paling tua dan menyinggung soal kopi ditemukan dalam catatan Al Razi (850-922) yang merupakan seorang ilmuwan Muslim yang juga ahli kedokteran. Beliau sempat menyebut suatu minuman yang disebut dengan "bunshum" dan memiliki ciri-ciri mirip dengan kopi. Lalu ada juga ahli kedokteran Ibnu Sina (980-1037) yang menggambarkan suatu biji tanaman yang bisa diseduh, dan berkhasiat menyembuhkan salah satu penyakit perut. Kopi pada awalnya menjadi komoditas ekonomi penting di dunia Islam. Minuman ini populer di kalangan peziarah di Kota Mekah, karena mampu membuat peziarah-peziarah tersebut terjaga ketika sedang beribadah di malam hari. Sebagai catatan tambahan, Kopi sempat beberapa kali dinyatakan sebagai minuman terlarang. Di masa kekhalifahan Turki Utsmani - dimulai kira kira pada tahun 1299, popularitas kopi semakin meroket. Minuman ini menjadi sajian utama di setiap perayaan yang ada di Istanbul. Di masa ini pula lah kopi mulai disukai orang-orang Eropa. Barulah pada abad 16-an pedagang pedagang Eropa masuk ke pasar kopi dimulai dari Pelabuhan Mocha, Yaman.

Sejarah Kopi di Indonesia

Sejarah kopi di Indonesia dimulai pada tahun 1696 ketika Belanda membawa kopi tersebut dari Malabar, India ke Pulau Jawa, tepatnya di Perkebunan Kedawung, tidak jauh dari Batavia kala itu. Namun usaha pertama budidaya tersebut gagal dikarenakan banjir besar yang melanda Batavia. Usaha kedua pada tahun 1699, kembali mendatangkan hasil stek pohon - pemisahan, pemotongan beberapa bagian dari tanaman seperti akar, batang, daun dan tunas dengan maksud agar bagian-bagian tersebut membentuk akar- kopi dari Malabar. Upaya kedua tersebut sukses besar, kopi memiliki kualitas yang baik. Dari hasil upaya kedua inilah akhirnya dijadikan bibit, untuk dibudidayakan di seluruh perkebunan penjuru nusantara. Pada tahun 1878, terjadi sebuah kemalangan bagi aktivitas perkebunan kopi di Nusantara. Hampir seluruh perkebunan kopi - terutama di dataran rendah - terserang penyakit Hemileia Vastatrix (HC) atau dikenal dengan Karat Daun. Pada kala itu, tanaman kopi yang ada di Indonesia umumnya merupakan jenis Arabika. Demi mengatasi hal tersebut, Belanda mendatangkan jenis lain, yaitu Liberika. Kopi Liberika ini dipercaya memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit karat daun. (penjelasan mengenai varietas atau jenis kopi akan saya coba bahas sekilas di post berikutnya) Sampai beberapa lama, kopi Liberika berhasil menggantikan kopi Arabika. Di pasar Eropa pun harga kopi Liberika berhasil menyamai kopi Arabika. Namun tidak begitu lama, kendala yang sama seperti sebelumnya kembali menghampiri. Penyakit karat daun kembali mewabah dan merusak perkebunan di Indonesia. Baru pada tahun 1907, Belanda mendatangkan jenis lain yakni kopi robusta - walaupun dikenal kopi Robusta tidak memiliki rasa senikmat kopi Arabika. Usaha ini berhasil, dan hingga saat ini perkebunan-perkebunan kopi robusta bisa bertahan. Pasca kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, seluruh perkebunan kopi yang ada di nasionalisasi dan menjadi milik Indonesia. Sejak itu pula lah Belanda tidak lagi menjadi pemasok kopi.

Referensi

Wikipedia - buat nyari pengertian, sisanya https://jurnalbumi.com/sejarah-kopi/ https://mlgcoffee.com/2014/09/19/definisi-kopi-dan-sejarah-penyebaran-kopi-di-dunia/

Komentar

Fresh