Hartarto Sastrosoenarto, Siapa Dia? | OPINI.id

Ir. Hartarto Sastrosoenarto (lahir di Klaten, Jawa Tengah, 30 Mei 1932 – meninggal di Jakarta, 14 Mei 2017 pada umur 84 tahun) adalah MenteriPerindustrian pada Kabinet Pembangunan IV (1983-1988) dan Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi (Menko Prodis) pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) dan Menteri Koordinator Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Menko Wasbangpan) pada Kabinet Pembangunan VII (1998-1999).

Bapak Perindustrian Indonesia

Saat mulai menjabat menperin pada 1983, Hartarto memprakarsai penyusunan Undang-Undang nomor 5/1984 tentang perindustrian. Pada saat itu, Hartarto menjabat sebagai menperin selama 2 periode, kontribusi terhadap PDB nasional mencapai sekitar 28%. Meskipun dalam kondisi krisis 1998, kontribusi industri terhadap PDB nasional mampu dipertahankan menjadi sekitar 20%. Mantan Menperin era Presiden BJ Habibie, Rahardi Ramelan, juga menyampaikan kesannya terhadap sosok Hartarto. Menurutnya, berbagai masukan kerap disampaikan Hartarto terutama dalam memperkuat struktur industri. Ia selalu memberi saran Indonesia harus memperkuat struktur industri dalam negeri dan memacu masyarakat untuk menggunakan produk hasil olahan industri lokal.

Peran Hartarto

Pada saat itu, Hartarto menjabat sebagai menperin selama 2 periode, kontribusi terhadap PDB nasional mencapai sekitar 28%. Ketika krisis 1998, kontribusi industri terhadap PDB nasional mampu dipertahankan menjadi sekitar 20%. Mantan Menperin era Presiden BJ Habibie, Rahardi Ramelan, juga menyampaikan kesannya terhadap sosok Hartarto. Menurutnya, berbagai masukan kerap disampaikan Hartarto terutama dalam memperkuat struktur industri. Ia selalu memberi saran Indonesia harus memperkuat struktur industri dalam negeri dan memacu masyarakat untuk menggunakan produk hasil olahan industri lokal.

Ayah Dari Airlangga Hartarto

Ir. Hartarto Sastrosoenarto adalah ayah dari Airlangga Hartarto. Perombakan kabinet (reshuffle) kerja Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla jilid kedua memunculkan banyak nama baru. Salah satunya, yakni Airlangga Hartarto. Jokowi-JK merangkul politisi Partai Golkar tersebut untuk duduk sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Saleh Husin, politisi Partai Hanura.

Airlangga Melanjutkan Tugas Sang Ayah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam pimpinan Airlangga Hartarto memiliki enam kebijakan prioritas industri nasional yang akan dilaksanakan pada 2017. Salah satunya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui vokasi industri dengan meluncurkan program pendidikan vokasi industri. “Industri memiliki peran penting dalam mempercepat pemerataan dan kesejahteraan. Aktivitas Industri dinilai selalu membawa efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi nasional seperti melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan nilai tambah, dan penerimaan devisa,” papar Airlangga.

Calon Ketua Umum Partai Golkar

Nama Airlangga sempat santer dikabarkan menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar. Pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1961 itu tetap membangun semangat kader muda Golar. Politikus Partai Golkar ini, mengaku sudah siap mencalonkan diri menjadi ketua umum partai berlambang pohon beringin itu. Ia pun mengaku tidak masalah berkompetisi dengan beberapa kader Partai Golkar lainnya saat musyawarah nasional luar biasa nanti. "Insya Allah siap, dong," kata dia

Tanggapan JK Terhadap Airlangga

Mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla, menilai Airlangga Hartarto merupakan sosok yang paling pantas menjadi Ketua Umum Golkar menggantikan Setya Novanto. Kalla beralasan Airlangga adalah calon yang paling sedikit memiliki masalah dibanding calon-calon lain. "Di antara semua calon yang muncul, saya kira Airlangga yang paling kurang masalahnya," kata pria yang akrab disapa JK itu di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 28 November 2017.

Akbar Tanjung : Airlangga Kandidat Kuat

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung mengatakan Airlangga Hartarto adalah kandidat kuat Ketua Umum Partai Golkar. Sebanyak 31 Dewan Pimpinan Daerah yang setuju musyawarah nasional luar biasa disebutkan mayoritas memberikan dukungan pada Airlangga. "Sudah ada 31 DPD yang setuju munaslub, bahkan dukungan mengerucut pada nama Airlangga," kata Akbar saat acara pelantikan Dewan Pertimbangan DPD Partai Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta di Imogiri, Bantul, Ahad, 3 Desember 2017.

Komentar

Fresh