TANDA WAKTUNYA BUAT RESIGN | OPINI.id

Kelamaan bekerja pada perusahaan yang dalam kondisi tidak bagus atau pekerjaan yang tidak bagus bisa menghancurkan karirmu. Apalagi kamu masih ada di usia produktif. Jika kamu melakukan segenap usaha buat berubah dan menjadi lebih baik namun tidak ada perubahan segnifikan, mungkin ini waktunya buat resign.

Perusahaan mulai kewalahan keuangan

Studi yang dilakukan statisticbrain bilang bahwa 71 persen perusahaan kecil menutup bisnisnya pada usia ke-10. Tanda-tanda perusahaan sudah tidak sehat bisa terlihat. Diantaranya, dibutuhkan aproval manajemen buat pengeluaran kecil, banyak karyawan di level upper-manajemen yang keluar, banyak meeting tertutup, reimburse kesehatan ditolak dengan barbagai alasan tidak jelas, atau mungkin kamu dapat bocoran jika pendapatan perusahaan tidak semoncer tahun lalu. Jika tanda-tanda ini muncul, mungkin sudah waktunya buat kamu untuk memperbarui CV dan buat surat pengunduran diri.

Merasa skill tidak bertambah

Jika kamu menyukai pekerjaanmu, mungkin tetap pada pekerjaanmu akan sangat asyik-asyik saja. Namun harus diingat, setiap pekerjaan yang kamu lakukan harus memberikan nilai tambah pada skill dan menambah nilaimu sebagai seorang pekerja. Jika kamu merasa tidak bertambah ilmu dan kamu cuma berputar-putar di rutinitas yang sama sementara rekan-rekan kerjamu mendapatkan promosi, mungkin ini waktu yang tepat buat resign!

Merasa di luar lingkaran

Pernah ga kamu merasa kalau rekan-rekan kerja lebih tahu tentang perkembangan project dibandingkan kamu sendiri? Atau kamu seringkali mendapat project ecek-ecek dibanding teman kamu yang mendapat project besar? Segera konsultasikan baik-baik dengan superiormu, jika hasil konsultasi tidak memuaskan... mungkin saatnya buat resign.

Kamu lebih tahu dibandingkan bos

Kalau kamu merasa frustasi bekerja dengan bos yang tidak lebih berskill dibandingkan kamu, saatnya buat resign. Atau ... kamu sudah tidak percaya dengan leadership big boss, karena tidak dipungkiri leadership pemimpin perusahaan bisa mendrive arah perusahaan.

You have a Bad Boss

Studi yang dilakukan gallup (melalui majalah fortune) menyebutkan bahwa Bos/Manajer menjadi alasan utama resign, lebih dari 50 persen dari 7200 responden menyebutkan hal ini. Bad Boss bisa beragam pada setiap karyawan, namun umumnya manajer yang bermuka dua (menyanjung atasannya dan menekan bawahan), manajer dengan mulut yang kasar, dan bos yang selalu menyalahkan adalah Bad Boss. Jika tetiba kamu mendapatkan bos seperti ini.. wuih, hari-harimu di tempat kerja bakal gak menyenangkan. Resign aja.

Malas atau takut masuk kerja

LOL ... orang sering malas kerja di hari senin. Tapi jika perasaan ini berlebihan, berhenti saja. Jangan bekerja pada pekerjaan yang kamu tidak sukai atau takuti.

Hilang passion

Bisa saja kamu suka sama setiap kebijakan perusahaan, kamu suka dan disukai atasan, kamu punya rekan-rekan kerja yang kompak, bahkan lingkungan kerjamu amat cocok, namun jika kamu sudah merasa tidak ada semangat dengan bidang pekerjaanmu ini tanda kamu buat resign. Salah satu bahan utama buat sukses adalah passion, jika kamu merasa sudah tidak ada passion waktunya buat mereview pekerjaanmu.

Sering sakit-sakitan

Stress karena pekerjaan bisa menstimulan munculnya depresi, insomnia, sakit kepala... ini pasti mengganggu kesehatanmu. Lebih baik kehilangan pekerjaan atau kehilangan kesehatan, resign saja jika pekerjaanmu membuat kamu sering sakit.

Kehidupan pribadimu terganggu

Salah satu tolak ukur profesional adalah bisa membedakan mana yang bersifat pribadi mana yang sifatnya pekerjaan. Waktunya resign jika pekerjaanmu kerap mengganggu kehidupan pribadi. dari Dr. Travis Bradberry

TIPS

Jika kamu ingin resign, pintar-pintarlah. Kamu harus punya setidaknya satu pencapaian di perusahaan atau bahkan kamu bisa meninggalkan legacy. Jelaskan dengan baik jika kamu resign untuk mengejar kesempatan lain yang menurutmu lebih bagus. Jika karena kamu resign karena emosi, jangan tunjukkan emosimu. Tetap bikin jembatan dengan perusahaan lama.

Komentar

Fresh