Sekilas, HIV/AIDS | OPINI.id

Ada yang tahu bahwa belum lama ini kita merayakan hari AIDS sedunia? Yap, tidak ketinggalan Indonesia pun ikut merayakan hari AIDS yang dilakukan di Bundaran HI Jakarta, dan diselenggarakan oleh LSM Peduli AIDS. Ada yang tahu apa sebetulnya AIDS itu? Mengapa hingga dipilih 1 hari memperingatinya? Mari kita coba bahas sekilas~

HIV? AIDS?

Sebelum kita masuk kedalam pembahasan mengapa dipilih tanggal 1 Desember sebagai Hari AIDS internasional, ada baiknya kita lebih dulu mengenal apa itu AIDS. Untuk sebagian orang mungkin ada yang pernah mendengar atau sudah mengetahui yang disebut dengan HIV atau pun AIDS. Keduanya ini tepat dikatakan berhubungan. HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Layaknya virus pada umumnya, virus ini akan aktif dan berkembang ketika masuk kedalam tubuh inangnya - dalam konteks ini adalah tubuh manusia- dan kemudian menyerang sel darah putih, atau yang disebut juga dengan leukosit. Sedangkan AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. Acquired atau yang berarti mendapat/didapatkan/hal yang sebetulnya tidak alami dimiliki. Immuno Deficiency yang berarti turunnya tingkat ketahanan tubuh manusia ketika menghadapi penyakit atau penurunan imun dalam tubuh yang dikarenakan oleh sesuatu.

Sekilas AIDS

Jadi dapat dikatakan bahwa AIDS disebabkan oleh HIV. Karena AIDS = Akibat dan HIV = Penyebab. Selayaknya virus H5N1 yang mengakibatkan penyakit Flu Burung. Sebelumnya saya ingin memberitahukan bahwa penulis bukanlah seseorang yang berada di dunia medis, kesehatan, atau bahkan mempelajari virus, seperti yang penulis sempat sebutkan diawal, bahwa ini merupakan tulisan yang diangkat karena penulis memiliki keterkaitan - secara tidak langsung - dengan penyakit ini, dan mencari dengan cara membaca berbagai sumber dan referensi. Apabila ada terjadi ketidak sesuaian, feel free to comment and correct me :)

Lanjut HIV/AIDS

Oke lanjut, selayaknya makhluk hidup lain yang membutuhkan 'tempat tinggal' dan 'makanan'. Virus ini pun memerlukan inang yang untuk tempat tinggal sekaligus tempat makan dan reproduksi mereka. HIV masuk ke tubuh manusia (caranya bagaimana akan penulis jelaskan di halaman berikutnya) dan kemudian menyerang sel darah putih. Sel darah putih yang sejatinya memiliki fungsi sebagai pelindung tubuh akhirnya semakin melemah. Beberapa bakteri, atau virus lain yang seharusnya tidak berakibat fatal kepada orang yang memiliki kekebalan tubuh normal pun mampu membuat penderita HIV sakit parah - atau paling parah bisa menyebabkan kematian. Apabila ingin di-analogi-kan, HIV seakan membuka gerbang masuk bagi para tamu tidak diundang (penyakit yang dibawa virus atau bakteri lain) dengan cara melemahkan atau bahkan melumpuhkan penjaga gerbang masuk tersebut - sel darah putih.

Komplikasi HIV/AIDS

HIV/AIDS yang sudah berkembang didalam tubuh ini biasanya akan membawa beberapa penyakit komplikasi. Beberapa komplikasi atau yang diserang diantaranya adalah: 1. Paru paru atau bisa disebut juga dengan Pneunomia Pneumocystis (PCP). Dibawa oleh fungi atau jamur bernama Pneumocystis jirovecii, dan jarang berakibat fatal bagi orang yang memiliki kekebalan tubuh normal. Namun sangat sering ditemukan di tubuh ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Biasanya bagi orang dengan kekebalan tubuh normal, penyakit ini hanya akan berimbas kepada fungsi paru paru saja, namun apabila menjangkiti ODHA, penyakit tersebut bisa menyerang sumsum tulang, saluran kemih, hati, saluran pencernaan, hingga sistem syaraf lainnya. - tambahan: penulis memiliki kerabat yang terkena komplikasi AIDS ini, menyerang paru paru dan di-diagnosis ada 'flek' didalam paru-parunya, diobati, namun karena ketahanan tubuh yang lemah, obat malah menyerang balik tubuh tersebut dan berimbas kepada penyakit lain yang akhirnya berujung pada berpulangnya beliau ke Tuhan yang Maha Esa.

Komplikasi (2)

2. Penyakit yang menyerang saluran pencernaan. Seperti yang disebutkan dalam halaman sebelumnya, AIDS ini biasanya bersembunyi didalam tubuh. Namun bukan sekedar bersembunyi, melainkan sambil berkembang biak, dan menyebar ke area area lain. Saluran pencernaan merupakan salah satu yang diserang. Esofagus (kerongkongan) salah satunya. Kerongkongan mengalami peradangan karena infeksi jamur - meskipun langka terjadi pada orangdengan kekebalan tubuh normal. Selain itu Diare yang banyak sekali penyebabnya. Bakteri seperti e-coli, salmonella, shigella, listeria dan masih banyak lagi penyebab diare. Banyaknya kemungkinan tersebut mengakibatkan lambannya pengobatan, sedangkan tubuh ODHA semakin terkuras nutrisinya, dan bisa menyebabkan kematian. - tambahan lagi: lagi lagi, kerabat penulis pun terkena komplikasi di saluran pencernaan. Infeksi saluran pernafasan merupakan babak pembuka dari sakit yang diderita oleh kerabat penulis, sedangkan diare ini menjadi 'penguras terakhir' dari tenaga yang dimiliki, padahal seharusnya tenaga tersebut bisa digunakan untuk - mungkin - melawan komplikasi penyakit lainnya. 3. Menyerang syaraf dan kejiwaan. Kelainan tingkah laku karena gangguan syaraf. Salah satunya adalah Toksoplasmosis yang diakibatkan oleh adanya parasit bernama Toxoplasma Gondii. Parasit ini bisa menginfeksi otak dan menyebabkan peradangan, namun bisa juga menyerang mata dan paru paru. Atau ada juga jamur bernama Cryptococcus neoformans yang menyebabkan infeksi meninges - membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Kedua hal ini dapat menyebabkan demam, sakit kepala, muntah, kebingungan dan sawan yang sangat parah yang apabila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian. 4. ODHA memiliki risiko yang tinggi terhadap beberapa jenis kanker. Salah satu kanker yang umum menyerang ODHA adalah Sarkoma Kaposi. Disebabkan oleh virus herpes sarkoma kaposi penyakit ini ditandai dengan adanya ruam dan bintik bintik ke-ungu-ungu-an di tubuh. Bisa juga menyerang saluran pencernaan dan pernafasan. Beberapa yang penulis sebutkan hanya beberapa dari komplikasi yang bisa diakibatkan oleh HIV/AIDS. Masih banyak lagi contoh yang tidak saya tuliskan, tapi percayalah jangan pernah menganggap enteng virus yang satu ini apabila anda tidak mau anda sendiri atau orang disekitar anda menjadi korbannya.

Penyebaran HIV/AIDS

Meskipun tidak tersebar secara pandemik seperti Flu Spanyol dan Cacar, namun HIV/AIDS ini sudah memakan banyak sekali korban. Umumnya terjadi di negara negara berkembang dan tertinggal seperti India, beberapa negara di Afrika dan Amerika tengah (negara negara kepulauan di tengah benua Amerika) hingga Indonesia pun masih terjadi beberapa kasus HIV/AIDS ini. Mungkin untuk beberapa orang sudah sangat sering mendengar dari ceramah, atau mungkin bagian dari pembelajaran sendiri, namun berikut merupakan beberapa contoh cara tersebarnya virus HIV: 1. Transfusi darah dari ODHA. Pentingnya deteksi HIV/AIDS sebelum mendonorkan darah merupakan salah satu yang paling penting demi mencegah tersebarnya virus HIV ini. Bukan berarti mencurigai, namun setiap orang memiliki ancaman yang sama serta serupa di hadapan virus yang satu ini. Apabila darah dari ODHA masuk ke tubuh, maka besar sekali kemungkinan penyakit tersebut masuk dan menyerang 'inang baru'nya tersebut. 2. Penularan dari Ibu (yang menjadi ODHA) ke anaknya semasa kehamilan, kelahiran, dan selama menyusui. Dapat dikatakan apabila ada seorang Ibu hamil dengan HIV positif, besar kemungkinan anak yang akan dilahirkan pun nantinya akan menderita HIV positif. Pun besar kemungkinan apabila ibu melahirkan masih HIV negatif, namun selama masa menyusui anaknya sang ibu terkena HIV, maka anak yang menyusui dari ibu tersebut akan menjadi ODHA. 3. Melalui seks atau hubungan badan. Perilaku seks yang kurang sehat - dalam artian sering gonta ganti pasangan - akan memiliki kemungkinan yang cukup besar dalam menyebarkan virus HIV ini. Pada tahun 2000 awal seingat penulis sering diadakan seminar soal pentingnya penggunaan pengaman - kondom - dalam berhubungan badan, demi terhindarnya HIV ini. 4. Pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Penggunaan obat obatan terlarang pun juga sangat besar memiliki kemungkinan penyebaran HIV/AIDS. Ingat dengan kerabat penulis? Beliau terjangkit karena sempat penasaran dengan 'dunia obat obatan' tersebut dan sangat tidak beruntung perilaku tidak bertanggung jawab tersebut berakibat fatal - meskipun secara tidak langsung. kerabat penulis sempat bertahan hidup selama periode 10 tahun semenjak dikatakan HIV positif.

Perilaku Ke-tidak-manusiawi-an kepada ODHA

Sebagai salah satu orang yang pernah memiliki kerabat dengan ODHA, penulis tahu betapa kerasnya perjuangan odha untuk dapat bertahan hidup. Tidak perlu muluk muluk dan berbicara soal penyakit dulu, kita bisa melihat adanya ke-tidak adil-an perilaku yang kadang diterima odha. Benar HIV/AIDS merupakan penyakit yang berbahaya, namun yang berbahaya adalah penyakitnya. Virusnya. Bukan orangnya. ODHA adalah korbannya. Tahu betapa tidak enaknya menjadi 'korban'? Penulis yakin pasti anda semua tahu, salah satu tabiat buruk milenial adalah 'playing victim' bukan? Oke skip~ HIV/AIDS bukanlah penyakit yang langsung membunuh penderita seperti orang yang terkena racun ataupun terkena (maaf) musibah seperti kecelakaan dan lainnya. ODHA mengalami penurunan fungsi ketahanan tubuhnya. Apabila anda sebagai orang dengan ketahanan tubuh normal hanya khawatir terhadap 10 penyakit, maka odha harus bersiap menghadapi 1000 penyakit dan sumber penyakit lainnya. "Jauhi penyakitnya, bukan orangnya" merupakan tagline yang pernah 'ngetren' dan menurut penulis itu sangat tepat dikatakan dan dipraktekan. Jadi, ada baiknya kita mengulurkan tangan kepada orang yang 'membutuhkan' toh?

Pertolongan dan pencegahan HIV/AIDS

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang terbukti ampuh untuk mengatasi penyakit HIV/AIDS ini. Sadar akan adanya kemungkinan HIV merupakan salah satu pencegahan tersebarnya virus ini. Untuk amannya, dianjurkan untuk melakukan tes HIV/AIDS ke rumah sakit terdekat yang memang menerima tes tersebut. Atau bisa juga dengan menghubungi beberapa organisasi yang concern ke HIV/AIDS seperti: - Komunitas AIDS Indonesia - ODHA Indonesia - Himpunan Abiasa - Yayasan Spiritia - Yayasan Orbit - Yayasan AIDS Indonesia Virus ini bisa ditekan penyebarannya dengan cara seperti: 1. Jauhi narkoba. Bukan hanya ketergantungan yang berakibat buruk yang akan dihadapi, tapi juga kemungkinan terkena HIV/AIDS. Bukan lagi sakaw yang akan diterima odha, tapi sentimen miring yang akan menyerang secara psikologis, dan tubuh penderita akan menjadi mangsa empuk untuk sekian banyak penyakit lainnya. 2. Jauhi seks atau berhubungan badan secara tidak bertanggung jawab. Yang penulis maksud adalah berganti ganti pasangan, dan tidak menggunakan pengaman dalam berhubungan. Bukan hanya penyakit kelamin yang bisa dicegah dengan penggunaan alat pengaman - kondom - tersebut, namun juga penyebaran HIV pun bisa dikurangi.

Kenapa 1 Desember?

Dicetuskan pertama kali oleh James W. Bunn dan Thomas Netter pada Agustus 1987 dan dirayakan pertama kali pada tahun 1988. Keduanya merupakan pejabat informasi masyarakat untuk program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Dunia (UNAIDS) di Jenewa Swiss. Bunn yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput soal HIV/AIDS ini menyarankan tanggal 1 Desember dengan agenda untuk diliput oleh media media barat. Awal dan pertengahan 1988 merupakan masa dimana terjadinya pemilihan presiden di Amerika Serikat. Dikhawatirkan tertutup oleh peristiwa tersebut, Bunn menyarankan tanggal 1 Desember dengan harapan bahwa media sedang mencari berita yang fenomenal setelah bosan dengan pemilihan umum. Sesederhana itu? Ya, namun tidak dapat dikatakan sederhana karena apabila tanggal yang diberikan tidak tepat, maka dapat dikatakan gaung untuk memerangi HIV/AIDS ini tidak akan se-mendunia sekarang.

Referensi

http://www.interactive-biology.com/3574/aids-and-mechanism-of-hiv-infection/ https://www.avert.org/about-hiv-aids/what-hiv-aids http://www.alodokter.com/hiv-and-aids https://www.hiv.gov/hiv-basics/overview/about-hiv-and-aids/what-are-hiv-and-aids sama wikipedia dikit dikit...

Komentar

Fresh