Sekilas, Kiamat versi Hawking | OPINI.id

Stephen Hawking, siapa tidak mengenal beliau? Seorang Profesor Matematika di Universitas Cambridge UK ini merevisi kata-katanya taun lalu perihal kiamat yang akan datang setidaknya 1000 tahun lagi, menjadi...100 tahun lagi. Perhitungan tersebut tentunya dipicu oleh beberapa hal, mari kita simak lebih lanjut~

Perubahan Iklim yang Tidak Menentu

Perubahan iklim secara harafiah berarti iklim yang berubah akibat suhu global yang terus meningkat. Peningkatan emisi gas, terutama CO2 menjadi perangkap bagi suhu panas yang harusnya keluar dari bumi. Peningkatan suhu global tersebut selanjutnya diikuti oleh curah hujan yang tidak terduga dan gelombang panas yang ekstrim. Hal tersebut dibuktikan dengan terjadinya angin badai atau topan yang beberapa kali melanda di Amerika yang memakan korban jiwa tidak sedikit. Perubahan iklim ini terjadi lebih cepat melebihi perkiraan awal para peneliti. Ditengarai, peristiwa ini disebabkan oleh meningkatnya emisi yang dibuat oleh manusia. Menurut Hawking, skenario "kiamat" paling buruk adalah bumi menjadi seperti planet kembarnya yaitu Planet Venus, yang memiliki suhu hingga 250 derajat celcius dan memiliki hujan asam sulfat.

Semakin Meningkatnya Penduduk / Over-Populasi

Jumlah penduduk yang terus bertambah pun -- baik secara langsung maupun tidak langsung -- membawa masalah. Bertambahnya penduduk, berarti akan bertambah pula sampah yang akan dihasilkan. Jumlah manusia yang terus bertambah -- dan menumpuk di satu daerah -- mengakibatkan area yang tadinya merupakan area sumber daya alam seperti hutan atau perkebunan akhirnya berubah menjadi area hunian. Polusi udara, air, atau bahkan suara akan semakin meningkat. Belum masalah sosial yang pasti akan muncul di tengah masyarakat. Permasalahan seperti kemiskinan, pengangguran, serta kriminalitas akan semakin menjamur. Hawking mengatakan "kita kehabisan ruang untuk tempat tinggal, salah satu cara adalah mencari dunia yang lain. Inilah saatnya kita eksplorasi tata surya". Keinginan eksplorasi tersebut ternyata disambut baik, pendiri sekaligus CEO dari SpaceX memiliki ambisi untuk membangun peradaban di planet lain. Rencana merengkuh "dunia lain" tersebut juga diungkapkan oleh NASA dan China. Keduanya menargetkan tiba di Mars pada 2030. Apabila tercapai hal tersebut, apa pembaca akan ikut bagian untuk tinggal di "dunia lain" tersebut?

Sumber Daya yang Semakin Menurun

Penduduk semakin bertambah, namun luas tanah bumi yang kita tinggali tidak ikut bertambah mengakibatkan tersisihnya ekosistem alami. Sumber daya alam -- baik yang dapat diperbarui atau lebih parah yang tidak dapat diperbarui -- yang semakin berkurang, akan meningkatkan persaingan manusia yang membutuhkan hasil alam tersebut untuk dikonsumsi. Akibatnya? Perebutan sumber daya menjadi pemicu perselisihan antara dua pihak negara -- atau lebih -- negara yang membutuhkan. Masuknya kapal kapal asing penangkap ikan ke perairan Indonesia, yang walaupun pada akhirnya "ditenggelamkan" oleh Ibu Menteri Kementrian Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi, merupakan salah satu contoh dimana pihak lain -- dalam hal ini konteksnya adalah negara lain/tetangga -- membutuhkan sumber daya yang dimiliki oleh Indonesia. Dalam hal ini, Hawking hanya berharap bahwa bangsa negara di dunia ini tidaklah bertikai dan memperebutkan sumber daya tersebut, tapi lebih berkonsentrasi kepada upaya penyelamatan manusia.

Penyakit Epidemik

Siapa pernah mendengar Pes? Penyakit epidemik yang mendapat julukan Black Death (Wabah Hitam) ini pernah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat di dunia (terutama Eropa). Tercatat dimulai pada tahun 541, wabah ini bermula di Mesir, dan terus merebak hingga Konstantinopel, dan kabarnya menewaskan 10.000 orang setiap harinya. Delapan abad kemudian, muncul lagi Bubonic Plague (bakteri penyebab Pes) di dataran Eropa. Wabah ini menewaskan hampir dua puluh juta orang dalam rentang waktu hanya 6 tahun. Atau mungkin Kolera? Penyakit yang menyebabkan penderitanya mengalami dehidrasi parah akibat diare berkelanjutan ini juga menjadi penyakit yang ditakuti, dan menyerang negara dengan area cakup yang sangat luas. Penyebarannya sendiri biasanya dimulai di area yang padat penduduk, namun tidak memiliki sanitasi yang baik. Negara negara seperti India, China, Rusia, beberapa negara di Afrika, dan bahkan Indonesia pernah menjadi tempat mewabahnya penyakit kolera ini. Atau yang paling umum, Influensa. Pada tahun 1889 berkembang virus baru yang dimulai di Bukhara, Rusia hingga ke Kaukasus. Flu ini terus merebak ke Amerika Utara dan Selatan, Australia, dan Asia. Wabah ini lebih dikenal sebagai Flu Asia. Ada juga Flu Spanyol yang mengakibatkan 8 juta penderitanya meninggal hanya dalam kurun waktu 18bulan dimulai dari penderita pertama. Penyakit penyakit epidemik ini mungkin sekarang ini memang sudah ditemukan cara untuk mencegah, atau mengatasinya. Namun, menurut Profesor Hawking bukan tidak mungkin di masa 100tahun mendatang, akan muncul lagi bakteri atau virus yang membawa penyakit baru, dan berakibat kepada kematian massal.

Perang Nuklir

Sumber daya alam yang semakin berkurang ini merupakan salah satu penyebab terjadinya konflik diantara dua - atau lebih - negara. Persaingan tersebut bahkan bisa memicu terjadinya pertikaian, atau mungkin peperangan. Yang paling ditakuti tentunya apabila terjadinya perang antara negara yang memiliki amunisi nuklir, dan menggunakan amunisi tersebut untuk melawan negara lain. Salah satu contoh peledakan nuklir yang pernah terekam adalah bom atom yang diledakan di Kota Hiroshima dan Kota Nagasaki Jepang oleh Amerika Serikat yang juga mengakhiri masa Perang Dunia II. Pengoperasian kedua bom ini menewaskan sedikitnya 120ribu korban jiwa manusia, belum ditambah dengan korban luka dan ekosistem darat, laut dan udara yang ikut rusak terkena radiasi. Proses pemulihannya pun tidak sebentar dikarenakan radiasi yang dimiliki sangat tinggi dan bersifat merusak. Tercatat bom atom Hiroshima-Nagasaki tersebut memiliki kekuatan 20ribu ton TNT. Sedangkan dengan teknologi sekarang, diperkirakan kekuatan paling tinggi bisa mencapai 70juta ton TNT. Jangan dibayangkan daya rusaknya. Berdoalah agar senjata tersebut tidak digunakan. Dari informasi yang penulis dapat dari www.dw.com beberapa negara yang masih memiliki senjata nuklir adalah Rusia, Amerika Serikat, Perancis, Cina, Inggris, Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara. Ditambah lagi dengan panasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara yang belum lama ini sempat mengangkat akan menggunakan amunisi tersebut. Hawking memperkirakan dengan keadaan bumi dan penduduk yang seperti sekarang ini, bukan tidak mungkin peperangan yang disertai penggunaan nuklir terjadi dan mampu menyapu populasi penduduk dunia.

Sumber dan Referensi

http://health.liputan6.com/read/2942077/prediksi-stephen-hawking-soal-kiamat https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170505161140-199-212615/hawking-100-tahun-lagi-bumi-akan-kiamat/

Komentar

Fresh