JANGAN UNGKAP INI NANTI DI TEMPAT KERJA | OPINI.id

Kerja bukan sekedar kerja. Semakin hari kita semakin tahu di tempat kerja kita tidak hanya bekerja. Rata-rata orang kantoran bekerja selama 8 jam (di luar istirahat) setiap hari. Inc.com bilang rata-rata jam produktif orang kantoran di inggris cuma 2 jam 53 menit!! Di antara waktu itu juga seringkali orang kantoran ngobrol (sharing) topik pemahaman pribadi, tujuannya buat membuka wacana atau obrolan. Namun hati-hati mengenai ini. Apa saja sih yang 'tidak lazim' dishare di kantor?

Pandangan Politik

Gue bisa jamin, setiap orang bisa berbeda pandangan politiknya. Walau memiliki tokoh idola politik yang sama kalau dirunut pasti ada bedanya. Lagipula kalau ngomongin politik tidak akan ada habisnya, namanya juga politik :D Buat sebagian orang, berbeda politik woles-woles aja, namun buat sebagian lainnya berbeda paham politik bisa seperti berbeda spesies! Paham/opini politik amat mendarah daging bagi orang-orang itu, berdebat politik akan selalu berujung seperti menghakimi daripada mengubah pandangan. Ujung-ujungnya ribut. Jadi, saran .. mending jangan ungkap paham/pandangan politikmu ke orang lain. Jika ada orang lain yang mengungkapkannya ... kamu harus woles.

Berpandangan ada orang yang tidak kompeten

Selalu ada orang yang tidak kompeten di tempat kerja, dan selain kamu biasanya orang lain pun mengenali orang ini. Kalau kamu tidak punya kuasa buat memberdayakan atau meningkatkan kinerja orang ini jadi jangan repot-repot bantuin. Juga mengumumkan ke rekan kerja ada orang yang tidak kompeten di tempat kerjamu itu akan berefek negatif. Rekan kerjamu akan berpikiran kalau kamu mencoba pamer dengan cara merendahkan orang lain. Cuci otakmu (berpikir positif), tidak ada yang tidak kompeten, yang ada kurang diberdayakan, tidak sesuai minat, atau titipan bos. LOL

Share take home pay

Beberapa perusahaan ada yang memiliki aturan tegas dilarang keras men-share gaji. Tapi ada juga sedikit perusahaan yang malah mempublikasi gaji karyawannya. Namun pada umumnya tidak ada aturan yang melarang karyawan men-share gaji ke karyawan lainnya. Orangtuamu mungkin senang-senang saja jika gaji kamu naik bulan ini, atau kamu dapat bonus berlipat-lipat. Tapi rekan kerjamu tidak akan senang pastinya. Karena akan susah banget mengalokasi gaji secara adil, gak percaya? tanya Bosmu atau orang HR.

Men-share kalau kamu benci tugas-tugasmu

Kalau kamu tidak mau dicap sebagai orang negatif, jangan pernah share hal ini. Apalagi kepada sesama teman satu tim, kamu bisa bikin moral tim turun. Mungkin kamu berpikir kamu bukan Bos atau team leader, namun sedikitnya apa yang kamu ungkapkan ini bakal bikin moral tim jatuh. Yang paling parahnya, bos akan dengan cepat mencari penggantimu, sebab satu-satunya jalan ketika tidak suka dengan pekerjaan ya cari pekerjaan baru. Gak mau kan ditanya Bos,"Kapan kamu resign?" ... "Bisa secepatnya?"...

Personal sex life

Walaupun kehidupan seks kamu parah -LOL- jangan pernah share ini ke rekan-rekan kerjamu. Reputasi jelek menunggumu. Sama halnya jika kehidupan seks mu sangat terang, jangan share juga hal ini. Adat timur (Indonesia) men-tabukan hal-hal apapun yang dilakukan di tempat tidur buat dishare ke orang lain.

Kamu men-share khayalanmu tentang sex life orang lain

Parah .... apa yang ada dipikiranmu (khayalanmu) tetap simpan di kepalamu. Jangan disebar ke orang lain. Kamu akan nampak seperti anak kecil yang penuh khayalan. Jika kamu seorang pemimpin, kamu akan 'ditidak seriusi' oleh sub-ordinat. Akhirnya kamu merasa tidak betah karena sub-ordinat yang tidak menuruti arahan.

Seberapa liarnya kamu di jaman dulu

Masa lalumu ya itu milikmu, bukan berarti setelah kamu menceritakan masa lalumu terus orang lain akan percaya kalau kammu sudah insaf. Kejelekan masa lalu akan jadi CV terselubung, hal-hal yang menjadi gosip, intangible past horror akan jadi pertimbangan jika kamu akan mulai menapaki posisi tinggi. Jadi biarkan Tuhan dan pasangan hidupmu yang tahu kelamnya masa lalumu :D

Jangan ungkap kalau kamu ingin resign

Loyal, itu adalah salah satu kriteria karyawan yang diinginkan perusahaan. Perusahaan tidak akan terlalu banyak pertimbangan ketika menggelontorkan benefit ke orang-orang loyal. Seketika kamu ungkap ke rekan-rekan kerjamu kalau kamu akan resign, sementara rekan kerjamu dapat training ke luar negeri dan kamu hanya akan duduk asyik sendiri di meja sambil ngetik artikel yang agak aneh seperti ini. #KokJadiCurhat Dari Travis Bradberry, talentsmart.

Komentar

Fresh