5 Fakta tentang Pendidikan di Banten | OPINI.id

Banten boleh saja berbangga menjadi salah satu provinsi yang dekat dengan ibukota. Hal itu seharusnya merupakan sebuah keuntungan karena aksesnya menjadi lebih mudah. Namun tahukah kamu bahwa faktor dekat tak berarti sarana dan prasarana serta kualitas pendidikan di Banten telah memadai? Yuk kenali 5 fakta tentang pendidikan di Banten!

Darurat Sekolah

Dari 6.969 sekolah yang berada di Banten, sebagian besar mengalami kerusakan baik kerusakan yang terjadi di ruangan kelas maupun di ruang pendukung. Hal ini senada dengan yang dikatakan Gubernur Banten, Wahidin Halim, " "(Sekolah rusak) ini menjadi darurat, saya sepakat itu," kata Wahidin seperti dikutip di detik.com. Wah, semoga keadaannya terus membaik ya! sumber: bantenraya.com detik.com

Minim Pengajar

Banten kekurangan pengajar. Di Kabupaten Lebak sendiri, Banten kekurangan 4000 pengajar berstatus ASN (Aparat Sipil Negara) atau PNS (Pegawai Negeri Sipil). Sementara Kabupaten Pandeglang kekurangan pengajar SD sebanyak 1000 orang. Hal ini berpengaruh pada penghambatan pelaksanaan program pendidikan 12 tahun yang telah dicanangkan pemerintah daerah melalui Perda Nomor 02 Tahun 2010 tentang wajib pendidikan selama 12 tahun. Hiks! Sumber: antaranews.com

Belum Merata

Kualitas pendidikan di Banten belum merata, khususnya di Banten Selatan. Jika di Banten bagian utara seperti Tangerang kualitas sekolah dan kompetensi pengajarnya sudah baik, Banten bagian Selatan justru kebalikannya. Di Banten Selatan banyak ditemukan anak sekolah harus bersusah payah untuk mencapai sekolah karena lokasinya yang jauh dan infrastrukturnya kurang memadai. Rendahnya kompetensi pengajar juga menjadi salah satu masalah pendidikan lainnya yang terjadi di Banten. (sumber: jawapos.com)

Tingginya Angka Putus Sekolah

Jumlah anak yang tidak sekolah di Banten terbilang tinggi. Pada 2013 saja tercatat ada 25 ribu anak di Provinsi Banten untuk usia Sekolah Dasar (SD) yang tidak sekolah. Jumlah tersebut tak hanya tersebar pada masyarakat suku Baduy tapi juga Kabupaten Lebak, dan kabupaten/kota lainnya di Banten. Angka ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik. (sumber: sindonews.com)

Gerakan Banten Mengajar Batch 5 telah Dibuka!

Kondisi pendidikan di Banten begitu miris. Melihat hal itu, sebuah gerakan bernama Gerakan Banten Mengajar hadir menyalakan lentera sejak akhir 2015 silam. Setelah sukses dengan 4 angkatan sebelumnya, kini Gerakan Banten Mengajar kembali membuka open recruitment yang ke-5. Bagaimanapun, kesuksesan pendidikan di Indonesia ditentukan di tangan kita. Oleh karena itu, kembali, Banten Mengajar mengajak teman-teman yang kreatif dan peduli akan pendidikan untuk terlibat langsung menjadi pengajar anak-anak SD di Banten. Para pengajar terbaik yang terpilih nantinya akan ditempatkan di pelosok Banten selama 21 hari pada Februari 2018 untuk memberikan warna kepada anak-anak SD di Banten. Program ini terbuka untuk mahasiswa ataupun umum. Saatnya nyalakan lentera dan pancarkan inspirasi untuk anak-anak Banten! Info lebih lengkap sila kunjungi bit.ly/GBM-5 dan follow akun IG @Banten_mengajar ya!

Tertarik Bergabung Jadi Pengajar di Banten Mengajar?
Tertarik banget
Belum tertarik
Tidak tahu
16 votes

Komentar

Fresh