Kenapa HOAX mudah dipercaya? | OPINI.id

Ada beberapa alasan atau sebab kenapa hoax itu bisa mudah dipercaya. Berikut ulasan singkat mengenai alasan kenapa hoax dapat dipercaya menurut opini pribadi penulis dan beberapa sumber ilmiah.

Konten berita palsu terkadang sejalan pa

Seseorang terkadang akan lebih mempercayai informasi yang sesuai dengan pandangan dirinya atau yang mendukung keyakinannya terlepas valid atau tidaknya informasi tersebut. Dalam psikologi hal ini dikenal dengan bias konfirmasi. Jika sudah terinfeksi bias ini daya kritis seseorang, tak peduli seorang professor sekalipun akan dapat tersandra. Ia tidak lagi mempertanyakan kredibilitas sumber informasi, membandingkan dengan sumber lain yang relevan dan hanya menelan mentah-mentah asal sejalan dengan opininya. Selanjutnya mereka akan terus menerus mengakses portal berita / blog untuk mengkonfirmasi pandangannya tersebut.

Akses Internet sebagai lahan subur hoax

Hoax lebih cepat tersebar di internet khususnya di SOSMED karena seseorang memiliki kontrol penuh akan informasi yang dia akses. Tidak ada otoritas yang bisa memoderasi atau memfilter arus informasi. Seseorang dapat dengan bebas mengakses informasi yang sesuai dengan preferensinya. Untunglah sekarang sudah lumayan banyak portal-portal atau media yang memverifikasi hoax seperti di opini.id ini. Tetapi memang untuk akun sosial media pribadi, seseorang memiliki kendali sepenuhnya atas wall atau page yang ia sukai. Dan konfirmasi bias yang telah dijelaskan sebelumnya dapat mendorong orang untuk subscribe halaman atau follow akun yang menyebar hoax hanya karena sesuai ideologi atau preferensi politiknya.

Fanatisme terhadap pilihan dan Kebencian terhadap lawan

Afiliasi dan fanatisme seseorang terhadap pihak tertentu akan mudah membutnya termakan berita palsu. Terutama berita-berita yang terkait dengan lawan kelompoknya. Hal ini dapat kita temui di dunia politik. Misalnya ikatan yang kuat terhadap kandidat A akan membuat seseorang mudah percaya hoax terkait kandidat B, sebaliknya, afiliasi atau preferensi yang kuat terhadap kanditat B, akan membuatnya mudah mengamini berita palsu terkait kandidat A. Sering kita temukan seseorang termakan hoax yang mendeskriditkan pihak tertentu hanya karena berita palsu tersebut sesuai sikap kita yang tidak senang/bersebrangan dengan pihak yang dideskriditkan itu.

Hoax kadang disebar oleh seorang expert

Seseorang akan mudah mempercaya informasi jika disampaikan oleh orang yang ia anggap pakar misalnya orang yang memiliki kualitas akademik tertentu, maupun orang yang kita jadikan panutan, tak peduli bagaimana kualitas informasi tersebut. Karena berita palsu itu disampaikan oleh pakar, maka informasi akan lebih cepat terserap tanpa melalui perenungan yang sistematis.

Resistensi terhadap kebenaran

Secara naluriah, orang akan cenderung menentang informasi yang mengancam keyakinannya sekalipun informasi tersebut benar. Agak susah menyadarkan orang yang sudah terlanjur mengimani sebuah hoax. Bukan malah taubat dan mengakui kesalahan, respon psikologis pertama seseorang yang ditunjukkan bahwa berita yang ia percayai adalah hoax biasanya berupa penolakan.

Sumber

http://www.huffingtonpost.co.uk http://www.nber.org http://www.psychologytoday.com

Komentar

Fresh