Profesi ini semakin dibutuhkan gegara AI | OPINI.id

Kata AI (Artificial Intelligence) seringkali momok menakutkan bagi banyak ilmuwan dan banyak orang. Elon Musk dan Stephen Hawking tidak sependapat dengan Mark Zuckerberg. Mereka berdua berpendapat AI akan membahayakan umat manusia. Namun di balik itu, justru akan ada profesi-profesi baru seiring munculnya AI. Gartner bilang, AI memang akan menghilangkan 1.8 juta pekerjaan, namun AI juga akan memunculkan 2,3 juta pekerjaan.

Data Scientist

Data Scientist merupakan turunan baru dari ahli data analis. Mereka dituntut harus bisa melakukan analisis yang melibatkan maha banyak data dan kompleks, hasil akhirnya adalah 'hidden insight' di balik data-data tersebut. Data Scientist bisa jadi "sebagian matematikawan, sebagian ilmuwan komputer, dan bisa jadi sebagian penemu trend" :D Ini contoh-contoh kerjaan data scientist di perusahaan besar : - Netflix, menggunakan Data Scientist buat memahami pola interest penggunanya. Data-data itu dipakai buat membuat keputusan-keputusan strategis. - Procter&Gamble, mereka pakai model time-series untuk secara gamblang memahami masa depan, yang bisa membantu perusahaan merencanakan langkah ke depannya. IBM memprkirakan profesi ini akan bertambah 28 persen pada 2020. Uniknya gaji Data Scientist ini bisa selangit, malah perusahaan bisa membayarnya menggunakan sejumlah saham!

AI/Machine Learning Engineers

Saat ini, dalam banyak kasus, Machine Learning Engineers berkerja sama dengan Data Scientist. Oleh karena itu, permintaan profesi ini akan serupa dengan permintaan profesi Data Scientist. Bedanya dengan Data Scientist, Machine Learning Engineers harus punya kemampuan di bidang ilmu komputer dan kemampuan coding. Satu dekade lalu, akan sulit menemukan kampus yang menawarkan jurusan di bidang yang sesuai dengan Machine Learning. Menurut pengalaman konsultan Gartner, pernah seorang CIO perusahaan base di New York mencari orang dengan skill Machine Learning, namun cuma ada 32 pelamar yang cocok. Dari 32 cuma 8 saja yang sangat potensial. Yups bisa disimpulkan orang dengan kemampuan ini masih sangat langka, jadi wajar saat ini mereka dibayar sangat mahal.

Data Labeling Profesional

Dengan meningkatnya beragam cara dan kejadian proses mengkoleksi data, maka dibutuhkan orang yang mampu mengkurasi data. Selain mengkurasi data, seorang data lebeling juga bertanggung jawab untuk data cleansing, raw data grabbing, dan mengorganisasi data untuk kepentingan AI/Machine Learning. Profesi yang sama saat ini seperti, Data Entry dan Data processor. Namun skill yang dibutuhkan oleh data labeling ini tidak sekedar 'punch the keyboard' tapi juga harus mempunyai wawasan luas tentang data dan digital. Kerjanya ngapain sih?? Ambil contoh kita ingin mengajarkan sebuah mesin untuk bisa mengenali mana gambar pesawat mana bukan gambar pesawat, Nah! Orang yang pertama mengajarkan mesin untuk membedakan kedua hal itu adalah Data Labeling.

AI Hardware Specialist

Seiring dengan berkembangnya AI maka dibutuhkan pula hardware-hardware yang mendukung proses Machine Learning tersebut. Namun sepertinya AI Hardware Specialist ini tidak akan banyak dibutuhkan, sebab perusahaan-perusahaan semacam intel yang memproduksi hardware adalah yang paling membutuhkannya. Intel, IBM dan bahkan Qualcomm yang berpartner dengan Facebook mulai mengembangkan hardware-hardware yang mendukung AI. Industri manufaktur khususnya hardware specialist mulai harus mencari/men-demand orang-orang yang berkemampuan ini.

Data Protection Specialist

Meningkatnya model AI, data-data berharga, dan beragam coding pastinya membutuhkan proteksi. Oleh karena itu ke depannya profesi data proteksi akan lebih spesialist dan dibutuhkan. Banyak layers dan tipe kontrol keamanan dalam database, seperti Kontrol Akses, Auditing, Otentifikasi, Enkripsi, Backup, dll. Profesi ini akan membuat user semakin diyakinkan dengan keamanan setiap titik data. Walaupun AI akan sepertinya semakin 'merebak', namun 'human judgement' akan tetap dibutuhkan. AI hanya akan semakin mempercepat proses workflow tertentu saja. AI akan menghilangkan beberapa tipe pekerjaan, namun AI juga akan memunculkan beragam profesi dengan kebutuhan skill tinggi, seperti di atas. Untuk sementara ini, don't worry just be happy :) - dari berbagai sumber dan mostly dari Babak Hodjat. VentureBeat

Komentar

Fresh