Gas Air Mata yang Perlu Kamu Tahu | OPINI.id

Gas air mata adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gas saraf yang digunakan untuk melumpuhkan kerumunan massa, melakukan penyerangan maupun mengelabui musuh.

Gas air mata disebut gas saraf karena secara spesifik mengaktifkan saraf yang merasakan sakit/nyeri.

Sejarah Gas Air Mata

Gas air mata dalam bahasa Latin dikenal dengan sebutan Lachrymator ("air mata"). Dahulu, sebelum ditemukan gas air mata, polisi menggunakan tepung terigu untuk mengendalikan massa. Pertama kali digunakan polisi di Paris, saat unjuk rasa buruh pabrik Mei 1909, di awal periode kebangkitan industri. Sedangkan bentuk awal dari gas air mata pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I oleh Prancis dan Jerman. Ada tiga macam gas air mata yang saat ini umum digunakan, baik oleh individual maupun aparat keamanan: 1. CS (chlorobenzylidenemalononitrile) — komponen aktif dalam CS, 2-chlorobenzylidene malononitril, disintesis oleh kimiawan Amerika Ben Corson dan Roger Stoughton pada tahun 1928 dan mulai dikembangkan sebagai senjata penjinak kerusuhan di tahun 1950-an akhir 2. CN (chloroacetophenone) — sering dijual sebagai Mace 3. Semprotan merica — terbuat dari cabai dicampur dengan agen ‘pelarut’, misalnya minyak jagung atau minyak sayur Gas air mata juga tersedia untuk senjata pertahanan diri pribadi, tapi tidak sepopuler semprotan merica.

Bahan Aktif Yang Terkandung

Dalam satu kaleng gas air mata, terkandung: 1. Arang 2. Potasium nitrat 3. Silikon 4. Sukrosa 5. Potasium klorat 6. Magnesium karbonat 7. O-Chlorobenzalmalononitrile Penjelasan: 1. Arang Biasanya terbuat dari kayu yang dipanaskan sampai hampir murni karbon. Ketika pin kaleng/granat ditarik, sumbu akan menyulut bara: Ketika dikombinasikan dengan kalium nitrat, arang mudah terbakar. 2. Potasium nitrat Potasium nitrat melepaskan sejumlah besar oksigen saat terbakar, yang akan semakin menyulut nyala api. Tanaman membutuhka kalium dan nitrogen sehingga KNO3 telah digunakan dalam pupuk selama berabad-abad. Pupuk dulunya berasal dari feses atau urin hewan ternak, namun sekarang dapat dibuat dari ammonia.

Bahan Aktif Yang Terkandung

3. Silikon Selagi arang dan potasium nitrat terbakar, unsur silikon diubah menjadi tetesan kecil silikon dioksida bersuhu 1371 derajat celcius (alias kaca super panas) yang kemudian bercampur dengan senyawa lain dalam kaleng tersebut. 4. Sukrosa Sukrosa adalah bahan bakar api. Gula meleleh pada suhu 185 derajat celcius, suhu yang relatif rendah untuk memanaskan dan menguapkan senyawa kimia pembuat tangis tanpa merusaknya. Oksidator akan membantu menjaga pembakaran terus terjadi. 5. Potasium klorat Potasium klorat adalah oksidator. Saat dipanaskan, KClO3 melepaskan oksigen murni dalam jumlah yang sangat dashyat. Potasium klorat juga terurai menjadi kalium klorida yang memproduksi asap dari granat.

Bahan Aktif Yang Terkandung

6. Magnesium karbonat Potasium klorat tidak bisa akur dengan asam (campuran ini mudah meledak). Magnesium karbonat, umum ditemukan dalam obat pencahar, alat pemadam kebakaran, dan kapur kolam renang, berfungsi untuk menjaga tingkat pH gas air mata sedikit basa; menetralisir semua senyawa asam disebabkan oleh kotoran kimia atau uap air. Ketika dipanaskan, senyawa ini melepaskan karbon dioksida yang membantu menyebarkan gas air mata dalam jangkauan yang semakin luas. 7. O-Chlorobenzalmalononitrile O-Chlorobenzalmalononitrile adalah lachrymator, yaitu agen penghasil air mata. Senyawa ini juga menghasilkan sensasi terbakar di hidung, tenggorokan, dan kulit. Setidaknya 4 miligram O-Chlorobenzalmalononitrile per meter kubik ampuh membubarkan kerumunan orang. O-Chlorobenzalmalononitrile dapat berubah mematikan saat dosisnya mencapai 25 mg/m².

Jenis Senjata Gas Air Mata

Gas air mata dikemas sedemikian rupa hingga dapat dilepaskan melalui media yang sederhana seperti alat semprot biasa hingga melalui senjata berat. Ada pula yang dikemas menyerupai granat lempar. Senjata pelontar gas air mata disebut juga senjata flash ball (senjata laras licin flash ball) secara efektif mampu melontarkan peluru gas air mata hingga jarak 50 meter, namun bisa juga mencapai jarak 90 meter (tergantung jenis senjata lontar yang digunakan). Senjata ini memiliki enam jenis amunisi (tabung gas air mata) dengan warna yang berbeda dan isi zat aktif yang berbeda pula.

Amunisi atau Peluru Gas Air Mata

Ada 5 warna peluru dengan isi zat kimia yang berbeda-beda, yakni merah, kuning, biru, abu-abu (silver) dan hijau yang biasa digunakan anggota Polri. 1. Tabung berwarna merah (DH001-2DS), tabung ini berjenis powder. 2. Tabung berwarna kuning (DH001-4), tabung ini berjenis rubber ball. 3. Tabung berwarna biru (DH001-6), tabung ini berjenis cluster smoke. 4. Tabung berwarna silver (DH001-7), tabung ini berjenis flares bomb. 5. Tabung berwarna hijau (DH001-1DS), tabung ini berjenis smoke. 6. Ada juga tabung berwarna ungu (DH-001-5DS), tabung ini berjenis twist smoke. Biasanya peluru gas air mata yang digunakan Polri berdimensi panjang 83 mm dan diameternya 44 mm. Peluru ini berjenis smokeless powder dengan berat 2 gram, walau sedikit asap tapi tetap membuat mata perih tak tertahankan.

Isi Peluru Gas Air Mata

Gas air mata dilepaskan dalam bentuk granat atau kaleng aerosol yang terpasang di ujung senapan gas dan ditembakkan dengan peluru kosong sehingga campuran zat ini menyebar di udara dan menyebabkan mata perih maupun sesak nafas. Adapun isi setiap peluru gas air mata juga berbeda-beda, yaitu: 1. Warna merah berisikan bubuk CS dengan berat 40 gram. 2. Warna kuning diisi dengan gas jenis CS seberat 60 gram. 3. Warna biru diisi oleh karet tunggal 4. Warna silver diisi karet yang mampu menyebar ke segala penjuru. 5. Warna hijau diisi dengan cat. Hasil penembakan peluru warna merah dan kuning elevasi 20-25 derajat dapat mencapai jarak 70-90 meter dengan waktu delay ledak 3-5 detik. Peluru meledak 5-8 meter di atas permukaan tanah dengan sebaran powder mencapai 6 meter. Sedangkan jarak efektif untuk menembakan peluru biru, silver dan hijau adalah 15 meter. Suara ledakan dari peluru ini memang dibuat cukup keras dengan tujuan memberikan shock therapy pada massa yang melakukan unjuk rasa.

Dampak Terkena Gas Air Mata

Walaupun gas air mata dianggap tidak berbahaya, namun, efek yang ditimbulkan masih terus berbekas untuk waktu yang cukup lama, terutama pada saluran pernapasan, pencernaan, dan sistem peredaran darah. Zat ini dapat menyebabkan mata perih hingga mengeluarkan air mata, sesak nafas, kulit terasa panas dan melepuh hingga bisa juga menyebabkan kematian (tergantung dari jenis isi maupun kadar bahan kimia yang digunakan) Selain itu, efek susulan yang akan timbul berupa rasa mual, mulas, dan diare. Dalam jangka waktu panjang saluran pencernaan menjadi amat rentan dan lebih sensitif. Zat kimia yang terhirup akan masuk ke dalam sistem pernapasan dan akan memacu sistem peredaran darah serta menaikkan tekanan darah. Secara otomatis perubahan itu akan diikuti dengan meningkatnya denyut jantung. Tidak ada terapi ampuh untuk menyembuhkan akibat yang ditimbulkan semprotan gas air mata. Cara paling jitu adalah menghindarinya.

Cara Menangkal Gas Air Mata

1. Granat gas air mata sering meledak di udara, memuntahkan wadah logam yang akan melepaskan gas. Wadah ini panas, jadi jangan menyentuhnya. Jangan pula mengambil tabung gas air mata yang tergeletak tak meledak, karena dapat meledak suatu saat dan menyebabkan cedera. 2. Untuk menangkal serangan gas air mata, bawalah bekal air dan handuk atau bandana. Bisa juga dengan merendam bandana atau handuk kecil dalam jus lemon atau cuka, lalu simpan dalam sebuah kantong plastik. Cara ini bisa membantu kamu bernapas melalui kain yang diasamkan tersebut selama beberapa menit. Ini bisa memberikan cukup perpanjangan waktu untuk melarikan diri dengan melawan arah angin atau mencapai tempat yang lebih tinggi. 3. Kenakan kacamata pelindung agar menjaga mata dari paparan gas air mata. Kamu bisa menggunakan kacamata renang jika kacamata khusus pelindung bahan kimia tidak tersedia. 4. Untuk mengurangi kemungkinan kulit bersentuhan secara langsung dengan butiran kristal gas air mata, kenakan pakaian lengan panjang dan kerah pakaian yang menutup hingga bagian leher. 5. Bila perlu kenakan sarung tangan dan penutup hidung. Tapi bisa juga mengenakan peralatan perlindungan ‘Teargas Mask’ yang didesain khusus dengan penyaring udara sehingga kamu tetap bisa bernapas lebih leluasa meski ada ‘serangan’ gas air mata.

Jika Terlanjur Terpapar Gas Air Mata

1. Jika kamu berada di luar ruangan, penangkal terbaik untuk masalah pernapasan adalah udara segar dan waktu. Setelah berhasil lolos ke tempat aman dengan udara segar, efek gas akan mereda kurang lebih dalam waktu 10 menit. 2. Kalau kamu memakai lensa kontak, segera lepaskan. Pertolongan pertama untuk iritasi mata adalah mencucinya dengan air bersih atau larutan obat khusus untuk mata, sampai sengatan mereda. 3. Jika kesulitan bernapas dapat diobati dengan pemberian/menghirup oksigen, dan dalam beberapa kasus bisa menggunakan obat asma. 4. Jika tubuh terlanjur terkena atau terpapar gas air mata, lepaskan pakaian yang dikenakan, Kulit yang terkena gas harus dicuci dengan sabun dan air. Perban obat dapat digunakan kalau kulit tubuh terdapat luka bakar akibat paparan gas air mata. Bisa juga mengguyurkan susu dingin ke sekujur tubuh. Susu adalah salah satu pengobatan rumahan untuk efek gas air mata yang dipercaya mampu meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh agen pemicu gas air mata.

Sumber:

https://www.pindad.com/ https://kimia01.wordpress.com https://news.detik.com http://www.klikdokter.com https://hellosehat.com/ http://nationalgeographic.co.id http://global.liputan6.com

Komentar

Fresh