Simalakama Teknologi Robot | OPINI.id

Berangkat dari perangkat mesin untuk industri manufaktur yang sederhana, peran robot terus meluas. Robot sudah ada yang jadi polisi, bahkan ada robot yang punya kewarganegaraan. Apakah peran robot benar-benar akan menggusur manusia yang menciptakannya?

Dari Zaman Yunani Kuno

Pembahasan robot sudah terekam sejak zaman Yunani Kuno, ketika filsuf Yunani Aristoteles membicarakan soal mesin-mesin otomatis. Sejak saat itu, para inovator terus mengembangkan teknologi robot. Mulai dari teknologi pengontrolan jarak jauh, mesin industri hingga robot berwujud manusia. Robot yang lebih kompleks, dengan kecerdasan buatan mulai ramai dikembangkan pada era 2000-an. Sekarang, banyak negara dan korporasi berlomba kembangkan teknologi robot pintar.

Hukum Robot

Perkembangan teknologi robot tak terlepas dari buah pemikiran Issac Asimov dalam cerita fiksi ilmiah "Runaround" yang terbit tahun 1942. Asimov menyusun tiga hukum robot yang jadi pegangan pengembangan robot modern: 1) Robot tidak boleh melukai manusia, atau dengan berdiam diri, membiarkan manusia menjadi celaka. 2) Robot harus mematuhi perintah yang diberikan manusia kecuali bila perintah tersebut bertentangan dengan hukum Pertama. 3) Robot harus melindungi keberadaan dirinya sendiri selama perlindungan tersebut tidak bertentangan dengan hukum pertama atau kedua.

Robot di Era Modern

Unimate 1900, robot industrial pertama yang bekerja di pabrik perakitan otomotif milik General Motors (GM) pada tahun 1961. Unimate merupakan robot tangan yang ditemukan oleh George Devol pada tahun 1950. Tenaga robot yang praktis mendorong GM merombak pabrik perakitan di Lordstown, Ohio. Unimate dipekerjakan untuk merakit mobil, dengan kapasitas produksi 110 mobil tiap jam. Tak lama berselang, langkah revolusioner GM diikuti rivalnya asal Eropa, seperti BMW, Volvo, Mercedes-Benz, British Leyland, dan Fiat.

Sophia Picu Kontroversi

Keputusan Kerajaan Arab Saudi memberikan kewarganegaraan kepada robot Sophia picu kontroversi. Sophia yang didesain mirip dengan Audrey Hepburn, jadi robot pertama di dunia yang punya kewarganegaran. Sebagian orang menyambut langkah inovatif Arab Saudi di bidang teknologi ini. Namun, di sisi lain, banyak juga yang bersuara miring terkait kehadiran Sophia. Seperti diberitakan oleh Newsweek, Direktur Institute for Gulf Affairs Ali al-Ahmed menyatakan terjadi ketidakadilan bagi warga Arab Saudi, terutama perempuan, yang tidak punya keleluasaan layaknya Sophia. Arab Saudi sangat ketat dalam pemberian status kewarganegaraan. Pekerja asing non-Muslim yang sudah tingga di negara tersebut dari generasi ke generasi sulit meraih status kewarganegaraan.

Robot Gantikan Manusia

Teknologi robot yang makin maju memberikan dampak positif maupun negatif kepada kehidupan manusia. Kabar mengejutkan datang dari bank-bank besar asal Jepang. Mizuho Financial Group dikabarkan mempertimbangkan pangkas sepertiga atau sekitar 19.000 pekerja dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Peran para pekerja manusia diganti oleh teknologi, salah satunya robot. Pemangkasan tenaga kerja bersamaan dengan penutupan kantor cabang Mizuho di Jepang. Selain Mizuho, UFJ Financial Group dan Sumitomo Mitsui juga berencana ingin mengurangi hingga ribuan pekerja, dan menggantinya dengan robot. Jenis pekerjaan yang akan diganti, seperti teller dan customer service. Potensi penggantian tenaga manusia dengan robot juga terjadi di Amerika Serikat. Hasil riset Cornerstone Capital Group menyebutkan, antara 6 hingga 7,5 juta pekerjaan di sektor retail akan digantikan oleh robot dalam 10 tahun ke depan. Petugas kasir yang paling terancam digusur oleh robot.

Komentar

Fresh