Kebiasaan yang Menunjukkan Mental Kere | OPINI.id

Pernah dengar mental kaya dan miskin? Perilaku mental ini juga bisa dilihat dari tingkah laku sehari-hari. Coba dicek. Hal-hal ini yang sekiranya menunjukkan kekerean mental pelakunya. Semoga mental kita selalu kaya, ya.  

Beli Barang KW

Banyak barang kw yang kualitasnya nggak beda jauh dengan asli. Harganya pun lebih terjangkau. Tapi, beli barang kw nunjukin kamu nggak menghargai ide orisinil orang lain. Selain itu, beli barang kw juga bisa bikin seseorang jadi pemalas. Kalau cuma niat beli barang kw, kerjamu juga nggak akan semaksimal kalau niat beli yang asli. 

Berlebihan Kalau Ambil Makanan

Takut kehabisan atau "mumpung ada" jelas banget nunjukin kayak orang kere. Mengambil makanan terlalu banyak juga sama dengan nggak peduli dengan orang lain. Kalau orang lain kehabisan gimana? Selain itu, menjaga etika di depan orang adalah salah satu cara membangun networking. Kalau di piring aja ada setumpuk makanan kayak orang rakus, gimana orang lain bisa percaya etikamu baik dan nggak tamak? 

Takut Menraktir Orang

ni sih kelihatan banget kerenya. Takut uang habis, 'kan?  Loyal itu penting walaupun bukan berarti semua orang harus ditraktir. Cukup orang-orang tertentu aja, kayak keluarga dan sahabat, juga orang-orang yang bermanfaat atau sekiranya akan bermanfaat bagi kamu. Cari muka nggak selamanya bermakna buruk, kok. 

Meludah Sembarangan

Pertama, bikin orang lain ilfeel. Menjatuhkan nama sendiri. Kedua, kembali soal etika. Nggak sopan deh meludah sembarangan. Sama kayak buang sampah sembarang. Ludah juga sampah sih kalau udah dikeluarkan.  

Nggak Mau Antri

Kenapa, sih, nggak mau ngantri atau menyerobot antrian? Memangnya lagi kerja romusha sampai mesti buru-buru? Atau, takut tentara kompeni keburu datang? Oh, ya, yang buru-buru biasanya bawahan. Takut dimarahin boss. Boss-boss sih walau sibuk tapi jarang tergesa-gesa. Waktunya udah di-manage sedemikian rupa. 

Menyepelekan Sekolah

It's okay kalau nggak suka sekolah. Banyak juga orang sukses yang nggak sekolah. Tapi, mereka kerja pakai passion. Passion beda, ya, sama hobi. Kalau belum nemu passion tapi sekolah ogah-ogahan, mau jadi apa? Jangan melegalkan kemalasan, ah. Mumpung masih muda, mumpung masih bisa belajar banyak hal.

Komentar (2)

Fresh