Yang Aku Lakukan Pas Dihina Di Sosmed | OPINI.id

Tukang hina, tukang nyebar hoax, tukang caci maki sekarang banyak sekali di sosial media. Mungkin karena jarang ada hukuman untuk orang-orang seperti itu, sehingga mereka dengan seenak perutnya komen apapun di sosmed. Aku juga beberapa kali jadi korban hinaan dan cacian di sosmed, ini beberapa hal yang aku lakukan.

Delete Komentar Caci Maki dan Hinaan

Paling gampang sih aku delete komentar hinaan atau cacian itu dari post aku di sosmed. Bila ada yang ngekomen di post aku, atau ngepost di wall aku, aku gampang banget kan ngedeletenya, ngapain komen-komen jelek itu mejeng di timeline aku. Memang situasi politik dalam negeri sedang aga panas, gara-gara kasus Ahok, penistaan agama, dan pikada DKI. Jadi mungkin ada beberapa temen aku yang khilaf pas ngeliat post-post aku yang berhubungan dengan kasus itu.

Jangan Lupa Screenshot

Aku selalu nge-screenshot, agar kalau ada masalah di kemudian hari, aku bisa gunain screenshot ini sebagai bukti aku. Aku pernah ngepost screenshot pas ada orang yang ngekomen SARA di wall aku, yah biar pada tau saja seperti apa orang itu, orang yang biasanya berlagak alim dan sopan.

Ngeblok User Kurang Ajar

Aku pernah ketemu yang komentarnya sudah sangat kurang ajar. Setelah aku screenshot, aku block user itu. Aku ga butuh orang seperti itu dalam hidup aku. Menurut aku ngeblock user itu adalah cara yang jauh lebih gampang dari pada harus ngelaporin user tersebut ke pihak berwajib.

Doakan Penyebar Kebencian

Terakhir yang aku lakukan adalah aku doakan dia, semoga cepat bertobat dan disadarkan oleh Yang Di Atas. Karena aku tahu, dunia ini akan jadi lebih baik tanpa komentar kebencian.

Komentar (2)

Fresh