4 Wali Kota Terkeren di Indonesia | OPINI.id

Apa kriteria Wali Kota keren menurut kamu? Yang pastinya bukan hanya keren berdasarkan penampilan ya, tetapi karena prestasinya. Lalu, siapa sajakah wali kota terkeren di Indonesia? Simak infonya berikut.

Danny Pomanto (Wali Kota Makasssar)

Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto atau biasa dikenal sebagai Danny Pomanto adalah wali kota asli kelahiran Makassar yang menjabat sejak 2014. Selain menjadi wali kota, Danny Pomanto juga seorang arsitek dan mantan dosen jurusan arsitektur di Universitas Hasanuddin, Makassar. Selama menjabat sebagai wali kota, Danny Pomanto telah mendapatkan beberapa penghargaan yakni dalam kategori kepala daerah ekonomi dan investasi berprestasi serta kategori tata kelola pemerintahan. Penghargaan ini menjadi spesial karena Kota Makassar menjadi satu-satunya yang meraih penghargaan kategori tata kelola pemerintahan. Selain itu Danny Pomanto juga sukses membangun sistem CCTV kota yang komprehensif yang merupakan inovasi soal CCTV terbaik se-Indonesia. Ini sangat luar biasa sehingga nantinya Makassar memiliki sistem digital security atau keamanan digital yang akan memberikan layanan yang lebih baik bagi masyarakat karena dapat memantau situasi dan kegiatan masyarakat. Harapannya, tidak ada lagi tempat bersembunyi bagi pelaku kejahatan dan pelanggar hukum.

Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya)

Yang kedua ada Wali Kota Surabaya, siapa lagi kalau bukan Tri Rismaharini. Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah. Merupakan kepala daerah perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia. Risma menjabat sebagai Wali Kota Surabaya dalam dua periode, sudah melakukan banyak inovasi dan kebijakan salah satunya adalah penataan kota. Sebagai bentuk dari penataan ini berbagai taman-taman kota yang dibangun Risma yakni pemugaran taman bungkul di Jalan Raya Darmo dengan konsep all-in-one entertainment park. Selain itu Risma juga membangun jalur pedestrian dengan konsep modern di sepanjang jalan Basuki Rahmat yang kemudian dilanjutkan hingga jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman. Risma juga mendapat banyak penghargaan, salah satunya pada Februari 2015, Risma dinobatkan sebagai wali kota terbaik ketiga di dunia versi World City Mayors Foundation, atas keberhasilannya dalam mengubah wajah Kota Surabaya dari yang kumuh penataannya menjadi kota yang lebih hijau dan tertata rapi.

Bima Arya Sugiarto (Wali Kota Bogor)

Selanjutnya ada Dr. Bima Arya Sugiarto yang merupakan seorang politisi Indonesia yakni dengan menjabat sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019. Selama menjabat sebagai Wali Kota Bogor, Bima Arya telah menerapkan berbagai kebijakan yang strategis. Terutama terkait masalah pembenahan tata ruang, moratorium beberapa kebijakan terutama kawasan dengan sistem zonasi yang kuat. Hal lain yang masih terkait dengan pembenahan tata ruang yang dilakukan Bima Arya adalah dengan membereskan persoalan kebersihan kota Bogor dengan melakukan gebrakan kreatif. Dia minta warganya mengelola sampah dengan baik dan benar secara mandiri melalui pembentukan bank sampah. Untuk lebih mengetahui permasalahan warganya, Bima Arya juga rela menyisihkan waktunya untuk ‘Kekurusukan’ yang merupakan acara khas Bogor. Khusus untuk 'kekurusukan' ini Bima turun menyambangi warganya untuk mengengar langsung keluhan warga terutama ke kampung-kampung yang terdapat rumah tak layak huni untuk merevitalisasi rumah-rumah itu.

Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung)

Di bawah arahan Ridwan Kamil, Pemerintah Kota Bandung menerapkan tiga konsep utama, yakni inovasi, desentralisasi dan kolaborasi. Program-program beliau tersebut mengutamakan tata ruang kota yang semakin rapi dan birokrasi yang lebih bersih berbagai infrastruktur yang dulunya amburadul kini dipermak olehnya. Jalan-jalan banyak yang diaspal, alun-alun kota dirapikan, gorong-gorong atau selokan juga tak luput dari perhatian untuk mencegah dan mengatasi banjir di titik-titik utama sehingga makin betah ketika jalan-jalan di Bandung. Selanjutnya banyak ruang terbuka yang menjajakan kepuasan untuk warganya dalam pembangunan untuk kepentingan bersosialisasi warganya. Beberapa taman sudah ia bangun karena memang latar belakangnya sebagai seorang arsitek. Dalam kepemimpinannya, Ridwan Kamil banyak melibatkan masyarakat. Ia percaya infrastruktur yang merata akan sia-sia apabila sinergi masyarakatnya jalan di tempat. Oleh karena itu, disusunlah program-program bermanfaat yang mampu menarik minat masyarakat. Salah satunya melalui kampanye Jumat bersepeda.

Komentar

Fresh