Mantan yang merajuk | OPINI.id

Pasca sidang ahok selasa 31 januari lalu, mantan presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono membuat pers conference di kediamannya. Dilakukannya konpers tersebut dipicu oleh tuduhan ahok pada ketua MUI yang disinyalir memilik preferensi politik pada paslon no.1 Agus-Sylvi yg diusung partai Demokrat & tuduhan bahwa ketua MUI ada hubungan percakapan telepon untuk dukungan pada paslon 1 serta penyegeraan pengeluaran fatwa penistaan agama.

Disadap? jadi pertanyaan besar

"Kalau betul ada percakapan saya dengan Pak Ma'ruf Amin, atau percakapan siapa pun dengan siapa disadap tanpa perintah pengadilan, dan hal-hal yang tidak dibenarkan undang-undang, itu namanya ilegal," kata SBY saat menggelar konferensi pers di Wisma Proklamasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, sehari pasca sidang ahok. entah sadar atau tidak malah menimbulkan spekulasi baru di masyarakat di riuh politik pilgub DKI 2017.

Pengen bertemu pemerintah hari ini

Atas semua tuduhan itu, SBY merasa difitnah. Dia pun merasa pemerintah seolah mendapatkan informasi yang keliru. ⠀ "Tentu kalau dituduh dan difitnah seperti itu, saya sebagaimana manusia biasa, saya sampaikan bahwa semua itu tidak benar," ucap SBY. Maka dari itu, Presiden keenam RI ini berharap diberikan kesempatan untuk meluruskan semua tuduhan itu kepada Presiden Jokowi.

apa kata netizen?

“Sayang sekali saya belum punya kesempatan bertemu bapak Presiden kita, bapak Jokowi. Kalau saya bisa bertemu dengan beliau, niat saya, saya mau ngomong blak-blakan. Siapa yang melaporkan kepada beliau, siapa yang beri informasi intelijen kepada beliau yang menuduh saya mendanai aksi aksi damai 411, menunggangi aksi itu, urusan pemboman, hingga urusan makar,” ucap SBY rabu lalu. di postingan akun Instagram indozoneforum ada yang mendukung maupun mencibir. seperti yang dikatakan oleh akun @rida_ayu "kalau tak salah tak usah takut pak, perlu diklarifikasi ke aparat bila memang rawan penyadapan ilegal". ada pula yang borkomentar bernada nyinyir. contohnya oleh @nugraha.gian "Udah diem aja,kan udah pernah jadi presiden,masih mau jadi presiden ya ,masih aja ikut campur pemerintahan bapak jokowi."

Lantas apa jawaban Presiden?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa aneh atas permintaan tersebut. Menurut Jokowi, isu transkrip rekaman tersebut tak ada hubungan dengan dirinya. ⠀ "Lah kok 'barangnya' dikirim ke saya, ya nggak ada hubungannya," kata Jokowi kepada wartawan seusai pembukaan Konferensi Forum Rektor Indonesia 2017 di Jakarta Convention Center, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Kamis keesokan harinya 2 februari. pak jokowi juga menambahkan "Begini loh, saya hanya ingin menyampaikan yang kemarin ya. Itu kan isu pengadilan, dan yang bicara itu kan pengacaranya Pak Ahok dan Pak Ahok. Iya nggak? Iya kan," Beliau juga menegaskan "Itu juga isu pengadilan. Tanyakan ke sana yang berbicara. Jangan barangnya dibawa ke saya."

Komentar (8)

Fresh