Sindrom Putri Tidur | OPINI.id

Ini bukan cerita belaka. Sindrom putri tidur bisa sebabkan seseorang tertidur pulas selama berhari-hari. Seperti yang terjadi pada perempuan asal Banjarmasin bernama Echa. Ternyata tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga di beberapa negara ada juga penderita sindrom KLS atau Kleine-Levin Syndrome.

1. Echa Putri Tidur

Di usianya yang baru 13 tahun, perempuan asal Banjarmasin ini sangat jarang beraktivitas. Soalnya, dia menderita sindrom putri tidur atau bahasa ilmiahnya Kleine Levin Syndrome. Echa akan mulai beraktivitas setelah tertidur 13 hari lamanya.

Meski sudah dibawa ke dokter dan konsul, tetap saja penyakit ini dianggap langka dan masih belum diketahui penyebabnya. Namun, para dokter berspekulasi jika penyebabnya dikarenakan adanya malfungsi di bagian hipotalamus dan thalamus (daerah otak) yang di mana bagian ini berfungsi sebagai pengatur pola tidur, nafsu makan dan dorongan seksual.

2. Beth Goodier dari Inggris

Ia menderita penyakit ini sejak usia 16 tahun. Dalam kesehariannya, Beth hanya terbangun selama dua jam saja. Sisanya, ia akan tertidur pulas kembali. Hal ini membuatnya tak bisa melakukan banyak hal, bahkan kehidupannya kini bergantung kepada ibunya, Janine.

3. Heather Reed dari Kanada

Heather Reed, seorang ilmuan yang harus merelakan pekerjaannya sebagai ahli biologi setelah mengidap penyakit 'Putri Tidur'. Selama setahun Heather menghabiskan 8.030 jam hanya untuk tidur. Kepada express.co.uk Heather mengungkapkan jika kondisinya ini berdampak besar terhadap kehidupannya.

4. Jade Fraizer dari Amerika

Jade Fraizer, didiagnosa mengidap penyakit KLS yang menyebabkan dirinya tertidur hingga beberapa hari lamanya. Ia kerap kali tertidur tertidur di dalam kelas ketika pelajaran berlangsung bahkan saat hari Natal ketika membuka hadiah dan makan malam. Melihat kejanggalan itu, Dee langsung memeriksakan Jade ke dokter dan saat itulah Jade mengalami sindrom 'Putri Tidur'. Oh iya dia menderita penyakit ini sejak usia 11 tahun.

Komentar

Fresh