Kepunahan Didepan Mata | OPINI.id

Bumi sedang dalam proses kehilangan sebagian besar spesies penghuninya. Banyak faktor yang mendorong terjadinya kepunahan spesies hewan dan tumbuhan di dunia. Meskipun kepunahan adalah proses alami namun semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa kegiatan manusia-lah yang memicu percepatan kepunahan sebuah spesies. Kelak anak cucu kita hanya bisa melihat hewan dan tumbuhan melalui gambar, video atau film saja. Masihkah kita tak memiliki rasa peduli?

Kepunahan Itu Sedang Terjadi

Dalam kurun waktu 500 tahun terakhir, sebanyak 844 spesies (seperti kucing tasmania dan merpati penumpang) telah punah tak bersisa, dan sebanyak 16.000 spesies lainnya terancam punah. Sebanyak dua pertiga dari total jumlah penyu (tujuh spesies penyu) di seluruh dunia terancam punah seluruhnya pada 2025. Sebanyak 50% dari total populasi kera di Afrika telah mati, dan setengah dari jumlah marsupilami di dunia sedang dalam status bahaya punah. Sebanyak 40% dari total flora dan fauna di Asia juga akan punah dalam waktu cepat. Bisa dibilang sekitar 99 persen dari 5 miliar spesies yang pernah hidup di Bumi, diperkirakan telah punah.

Kepunahan Jadi Ancaman Bagi Kehidupan Manusia

Gerardo Ceballos dari National Autonomous University of Mexico mengatakan, “Hilangnya populasi hewan secara massal terjadi karena manusia kurang berempati terhadap keberadaan binatang. Padahal, mereka merupakan asal-usul munculnya manusia. Kali ini, bumi kehilangan lebih banyak spesies hewan dan tumbuhan dari biasanya". Robin Naidoo dari World Wildlife Fund (WWF) menyebutkan, populasi hewan liar di dunia setiap tahunnya selalu berkurang. Kepunahan hewan massal ini tentunya bisa memberi efek negatif terhadap kehidupan manusia. Kita harus menyadari bahwa keanekaragaman flora dan fauna harus dihargai oleh umat manusia, dan kita juga harus mengetahui bahwa keanekaragaman tersebut merupakan sumber kekayaan vital bagi kehidupan kita. Pasalnya suka atau tidak suka, manusia akan selalu bergantung pada ekosistemnya untuk makan, bernapas, dan kegiatan bertahan hidup lainnya.

Penyebab Kepunahan Hewan

Suatu spesies dinamakan punah bila anggota terakhir dari spesies tersebut mati. Kepunahan terjadi bila tidak ada lagi makhluk hidup dari spesies tersebut yang dapat berkembang biak dan membentuk generasi. Suatu spesies juga disebut punah secara fungsional, bila beberapa anggotanya masih hidup tetapi tidak mampu berkembang biak, misalnya karena sudah tua, atau hanya ada satu jenis kelamin. Selain itu ada beberapa penyebab lainnya hingga spesies di bumi mengalami kepunahan, diantaranya:

1. Kehilangan habitat

Perubahan ruang permukaan bumi baik melalui bencana alam atau kegiatan manusia seperti membuka lahan dan penebangan pohon adalah ancaman terbesar tunggal bagi keberlanjutan hayati di Bumi dan penyebab utama kepunahan di dunia. Ketika hewan dan tumbuhan tidak lagi memiliki habitat untuk tempat hidupnya dan tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan baru maka ia lambat laun akan punah.

2. Eksploitasi Alam

Pengeksploitasian alam seperti perburuan, memancing dan berdagang, merupakan faktor lain yang menyebabkan kepunahan. Kegiatan berburu hewan dan tumbuhan langka merupakan penyebab lain dari kepunahan sebuah spesies terutama mereka yang termasuk spesies endemik dengan habitat yang terbatas atau memiliki populasi kecil dan lambat secara regenerasi. Meskipun undang-undang perlindungan hewan dan tumbuhan langka sudah ada namun beberapa orang masih belum memahami dan malah seolah-olah pura-pura tidak tahu atau memang tidak tahu tentang hukum tersebut.

3. Polusi

Polusi juga merupakan isu sangat penting sebagai penyebab kepunahan masal hewan maupun tumbuhan. Pencemaran dapat terjadi secara alami maupun oleh kegiatan manusia. Pencemaran alami seperti erupsi dan banjir sering menyebabkan kepunahan lokal tapi jarang dalam skala luas. Sementara kegiatan manusia seperti industri akan menghasilkan berbagai limbah beracun. Selain itu pencemaran oleh sampah, pembakaran hutan dan penggunaan pestisida juga dapat menghilangkan salah satu anggota rantai makanan (rantai ekosistem) sehingga akan ada spesies yang tidak terkendali pertumbuhannya.

4. Munculnya Spesies Baru

Kehadiran suatu spesies baru yang tidak endemik pada satu wilayah, memungkinkan adanya konsekuensi hewan dan tumbuhan asli akan hilang sedikit demi sedikit. Munculnya spesies baru dapat terjadi karena proses penyebaran seperti benih yang tertiup angin atau burung, namun proses tersebut sangat jarang terjadi. Kehadiran spesies baru lebih banyak disengaja oleh migrasi manusia yang cepat. Benih tumbuhan dapat dengan mudah dibawa manusia dengan tas, mobil, atau kaos kaki sekalipun. Kehadiran spesies baru di lahan yang endemik bisa jadi memicu persaingan yang tidak bisa ditoleransi oleh hewan dan tumbuhan lokal sehingga mereka akan kalah.

5. Penyakit

Adanya wabah penyakit baik itu secara alami atau buatan dapat menimbulkan kepunahan suatu spesies tumbuhan maupun hewan. Contohnya penyakit elm Belanda, merupakan penyakit jamur pohon elm disebarkan oleh kumbang kulit kayu elm. Meskipun awalnya diyakini berasal dari Asia, penyakit ini telah tiba-tiba muncul di Amerika Utara dan Eropa dimana telah menghancurkan populasi pohon elm.

Sumber:

http://www.gurugeografi.id/ https://life.trubus.id http://nationalgeographic.co.id http://www.republika.co.id http://cahayakaltim.com https://id.wikipedia.org http://www.unair.ac.id http://www.gurupendidikan.co.id/ https://www.worldwildlife.org/

Komentar

Fresh