MAKSIMALKAN PROFIL LINKEDIN KAMU | OPINI.id

Sudah tidak jamannya mengirim cv ke perusahaan untuk melamar pekerjaan/posisi. Bahkan beberapa orang sudah berhenti mengirimkan CV via email. Salah satu cara yang sekarang banyak digunakan perusahaan untuk 'mengintip' calon karyawannya adalah melalui platform LinkedIn.

Freshgraduate jangan gaptek! maksimalkan LinkedIn, jadikan agenda membuat profil linkedin sebagai agenda pertama setelah kamu diwisuda. Cara-cara berikut bisa digunakan buat para freshgraduate buat memaksimalkan linkedin :

Upload foto yang layak

Bikin/cari foto yang berkualitas, menggunakan baju yang pantas, dengan pose muka menghadap kamera. Tidak perlu ke foto studio, cukup gunakan smartphonemu sendiri. Boleh ditambah aksen senyum atau sedikit lirikan -ciee- Foto yang tidak layak muncul di linkedin misalnya : foto full body, foto beramai-ramai, foto bareng binatang peliharaan, bukan foto (ilustrasi), foto terlalu kaku seperti foto di KTP (senyum available), itu foto kamu sendiri bukan foto orang lain, dll.

Tuliskan headline yang 'punchy'

Di Linkedin ada yang namanya headline, headline ini adalah informasi yang singkat mengenai dirimu sendiri. Misal : seorang yang antusias dalam banyak hal, mahasiswa terbaik dan kreatif, java programing enthusiast, dll. Menggunakan kata-kata seperti 'strategic', 'kreatif' atau 'responsible' patut dicoba.

Jangan bikin summary terlalu singkat.

Bikin summary yang runut dan berpola, sebelum membuat coba list urutan tema alinea setiap summary. Misal : Alinea pertama tentang pengalamanmu (pengalaman bekerja/studi), kualifikasi (skill dan kemampuan kamu), dan terakhir goals. Jangan terlalu pointer, gunakan narasi yang runut. Jadi rajin-rajin ngedit yah, jangan malas.

Detailing pengalaman (experience)

Di bagian ini, daftar/urutkan pengalaman-pengalaman bekerja/berorganisasi kamu. Jangan lupa mencantumkan Jabatan atau role, penjelasan batasan role, dan tahun/rentang aktivitas. Jika kamu punya daftar proyek-proyek yang pernah dikerjakan tidak ada salahnya dicantumkan juga. Jika tidak punya pengalaman kerja, bisa dimasukkan pengalaman organisasi atau achievemen selama sekolah. Misal : seminar yang pernah diikuti, program sertifikasi, atau bahkan kursus. Gak usah malu, LinkedIn adalah platform yang cucok buat pamer prestasi.

Linkedin bukan medsos

Yups, linkedin bukan medsos layaknya snapchat, IG, Facebook, atau Twitter. Linked in adalah sosial network, buat mengembangkan karir, membuktikan personal asli orang, tempat orang jualan ide, atau tempat pamer ide. Jadi jangan berpikir foto-foto atau komen-komen alaymu bisa dipamerkan di sini. Jangan pula post yang berhubungan dengan politik, Linkedin tempat business dan science kalau boleh dibilang.

Jangan hubungkan akun LinkedIn kamu dengan medsos (Facebook, Twitter, dll)

Jaman Now, banyak perusahaan yang juga kepo dengan aktivitas medsos calon karyawannya. Kalau medsos kamu banyak berisi tentang hal-hal yang gak penting, sampah, politik, alay-alay mending jangan dihubungkan dengan linkedin.

Sisipkan link LInkedIN di CV.

Jika memang linkedin kamu sudah keren (sangat mewakili), gak usah ragu-ragu mencantumkan link linkedin kamu dalam soft/hardcopy CV.

Minta endorse dari kawan

Yups, selalu minta endorse dari temanmu, bisa teman kerja atau teman kuliah. Isinya bisa beragam, bisa tentang kepribadianmu atau skill. Pastikan teman yang akan mengendorse adalah teman dekat yang pastinya akan memberikan endorse positif.

Buat profilmu terpublikasi.

Dalam pengaturan akun LinkedIn, buat profilmu terpublikasi sehingga orang lain yang belum terkoneksi tetap bisa melihat akunmu.

Komentar

Fresh