Tingkatan Status Aktivitas Gunung Api | OPINI.id

Jika kamu suka mendaki gunung, apalagi mendaki gunung api aktif, sebaiknya bekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang gunung api. Salah satunya adalah dengan memahami tingkatan status gunung api yang berlaku di Indonesia.

Mempelajari hal ini tentunya akan sangat berguna terutama dalam tahap perencanaan perjalanan pendakian.

Sistem Peringatan

Setiap negara memiliki sistem atau status peringatan yang berbeda-beda dalam menganalisa aktivitas vulkanik gunung api. Jika di Rusia menggunakan sistem peringatan berupa warna, maka di Indonesia menggunakan sistem peringatan dari aktif normal hingga awas. Status ini nantinya akan ikuti dengan perluasan sektoral Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang dicantumkan dalam peta KRB dengan hitungan jarak atau kilometer. Setiap tipe gunung api memiliki jarak atau luas KRB yang berbeda-beda.

1. Status Aktif Normal (Level 1)

Pada status ini, gunung api beraktivitas seperti biasanya. Gunung api yang diamati tidak ada perubahan aktivitas secara visual, seismik, dan kejadian vulkanik. Ini menunjukan tidak ada letusan hingga kurun waktu tertentu. Tidakan yang dilakukan petugas hanyalah pengamatan rutin, survei, dan penyelidikan.

2. Status Waspada (Level 2)

Pada status ini, gunung api mulai menunjukkan peningkatan aktivitas magma, tektonik maupun hidrotermal. Namun diperkirakan tak terjadi erupsi dalam jangka waktu tertentu. Aktivitas ini tidak terlalu mengancam keselamatan warga disekitar gunung api tersebut.

3. Status Siaga (Level 3)

Pada status Siaga ada peningkatan seismik yang didukung dengan pemantauan vulkanik lainnya, serta terlihat jelas perubahan baik secara visual maupun perubahan aktivitas kawah. Berdasarkan analisis data observasi, kondisi ini akan diikuti dengan letusan utama. Artinya, jika peningkatan kegiatan gunung api terus berlanjut, kemungkinan erupsi besar akan terjadi dalam kurun waktu dua pekan. Pada status ini, sudah berbahaya dan penduduk disekitar gunung api sudah disarankan untuk segera mengungsi.

4. Status Awas (level 4)

Status Awas adalah kondisi paling memungkinkan terjadinya erupsi. Status Awas merujuk letusan utama yang dilanjutkan dengan letusan awal, diikuti semburan abu dan uap. Setelah itu akan diikuti dengan erupsi besar. Timbul awan-awan hitam pekat, asap dan abu. Dalam kondisi ini, kemungkinan erupsi besar akan berlangsung dalam kurun waktu 24 jam. Seluruh penduduk disekitar gunung api sudah harus dievakuasi ketempat yang lebih aman.

Sumber & Keterangan Foto

www.vsi.esdm.go.id Kebencanaan Geologi http://penanggulangankrisis.kemkes.go.id https://www.cnnindonesia.com www.pecintaalam.org

Komentar

Fresh