Tulisan sang Awam | OPINI.id

sebelumnya mohon maaf untuk teman2 yg membaca jika dalam tulisan ini masih banyak kekurangan.. di tunggu saran dan masukanya untuk bahan pembelajaran di karya selanjutnya.. #sedangbelajarmenulis

Yuk Syari'ahkan Bisnis kita

Bicara tentang bisnis mungkin tidak akan ada ujungnya,karena bisnis merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli atau berdagang dan mata pencaharian yang sangat menjanjikan. Oleh karena itu bisnis dari zaman dulu sampai sekarang sangat di minati oleh banyak kalangan masyarakat. Bisnis syariah adalah bisnis yang didalamnya menjungjung tinggi syariat islam yang sudah Allah SWT tetapkan dalam Al-Quran dan di jelaskan dalam Hadist oleh baginda Rosullullah Saw. Sudah punya bisniskah hari ini? Tapi yang jadi pertanyaan,sudahkah bisnis kita berjalan sesuai syariat?dan sudah pantaskah bisnis kita dikategorikan kedalam bisnis Syariah? Dalam artikel ini saya ingin mengajakk teman-teman terutama yang sudah mempunyai bisnis untuk sama-sama belajar bagaimana mensyariahkan bisnis yang sudah ada. Jadi dalam dunia bisnis,kita sebagai muslim harusnya punya pandangan jauh lebih dari hanya sekedar mencari omset atau penghasilan yang sebesar-besarnya. Namun,kita juga harus mempunya misi bagaimana agar produk yang di jual mempunya banyak manfaat bagi customer dan bisnis yang kita jalani ini mampu memberi manfaat dan kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat. Untuk mencapai cita-cita tertinggi itu tentu butuh proses pembuatan produk yang syariah juga. Bagaimana produk yang di produksi akan menghasilkan kualitas terbaik jiga dalam prosesnya ada noda yang menghalangi kesuksesaan itu? Oleh karena itu kita sebagai owner baiknya menjaga kesucian produk baik dalam kualitas bahan baku,dan tenaga kerja. Dalam pembahasan kali ini yang menjadi fokus utama adalah bagaimana memanajemen sumber daya insani atau biasa kita sebut dengan karyawan agar menghasilakan produk yang maksimal. Sumber daya(tenaga Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. Sedangkan manajemen sumber daya manusia dalam Islam didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis. Adapun manajemen sumber daya berbasis insani, menjadikan spritualitas sebagai unsur vital dan tidak terpisahkan dari tempat kerja. sikap atau mental mental yang spiritual atau muraqabatullah akan memberikan dampak yang dahsyat bagi kinerja para karyawan dan tentu saja bagi perusahaan atau bisnis kita. Berikut akan saya sampaikan beberapa cara agar bisnis kita bisa maksimal dari segi sumberdaya insani yang ada dalam bisnis yang kita jalani. Pertama,mekanisme pengangkatan pegawai. Dalam tahap ini kita bisa melakukan uji kepatuan dan kelayakan. Karena dalam Islam, propesi pengangkat pegawai harus berdasarkan kepatutan dan kelayakan calon atas pekerjaan yang akan dijalaninya. Islam mendorong ummatnya untuk memilih calon pegawai berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan kemampuan teknis yang dimiliki dan jangan sampai memberikan amanah pada orang yang bukan ahlinya. Dan amanah merupakan faktor penting untuk menentukan kepatutan dan kelayakan seorang calon pegawai. Kedua,mekanisme kepantasan dan kelayakan. Dalam tahap ini pembagian Aktivitas pekerja dan urgensinya adalah hal yang paling tepat untuk dilakukan. Untuk mengetahui yang paling patut dan layak menduduki sebuah jabatan, harus ditentukan maksud dan tujuan dari adanya jabatan tersebut. Kemudian, dipikrkan bagaimana caranya (menggunakan media, fasilitas) untuk menyempurnakan tujuan itu. Misalnya dengan cara mengadakan ujian sleksi pegawai dan lain-lain. Ketiga,menetukan ketentuan hak-hak karyawan. Dalam tahap ini kita bisa melakukan penetapan gaji terlebih dahulu. Ketentuan ini berdasarkan sabda Rosulullah Saw yang artinya : “Barang siapa yang mempekerjakan seorang pekerja, maka harus disebutkan upahnya.” Kemudian diriwayatkan dari Ibnu Majah Rasululullah saw bersabda : “Berikanlah upah seorang buruh sebelum mengering keringatnya”. Itu artinya memenuhi upah para pegawai merupakan suatu keniscayaan, tidak boleh ditunda-tunda, dikurangi, atau tidak mendapatkan upahnya. Jika itu dilakukan maka merupakan suatu bentuk kezhaliman Keempat,solidaritas sosial. Maksudnya adalah Seorang muslim yang mampu bekerja, akan diberikan upah sesuai dengan kinerja atau tanggung jawab pekerjaan yang diembannya. Adapun ketika mereka sudah tidak mampu lagi bekerja, negara memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan mereka beserta anggota keluarganya. Maka baiknya kita selaku owner perusahaan baiknya mengambil peran dalam hal ini,misal dengan memberi uang pensiun. Dan yang terakhir adalah Pengembangan Kompetensi dan Pelatihan. Islam memandang bahwa ilmu merupakan dasar penentuan martabat dan derajat seseorang dalam kehidupan. Pelatihan (training) dalam segala bidang pekerjaan merupakan bentuk ilmu untuk meningkatkan kinerja, di mana Islam mendorong umatnya untuk bersungguh-sungguh dan memuliakan pekerjaan. Berikan pemahaman bagaiman hakikat bisnis yang kita jalani dan bagaimana seharusnya bertindak agar bisnis yang kita jalani sesuai dengan syariat. Yakinkan pada mereka bahwa amalan wajib dan sunnah akan memperlancar proses dan menghasilkan produk yang sesuai dengan tujuan. Ketika sudah melakukan itu semua jangan lupa untuk melakukan beberapa hal berikut ini agar partner atau karyawan kita loyal terhadap kita. Diantaranya : Pujian,berilah pujian saat melakukan sesuatu yang memajukan bisnis kita. Kareana pujian merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan. Masukan, jika mereka konsultasi atau curhat berikan mereka saran atau masukan. Ucapan terimakasih,jangan sungkan untuk mengucapkan terimakasih secara personal maupun umum kepada karyawan. Kata-kata motivasi,Cobalah berikan motavi secara personal. Misalnya saat kita bertemu lansung atau berkomunikasi via sms,BBM atau Whatsapp. Bimbingan khusus,tak hanya motivasi dan inspirasi,tapi juga strategi-strategi praktis dan aplikatif yang bisa langsung mereka praktikan dilapagan. InsyaAllah dengan melakukan hal-hal yang sudah di paparkan sebelumya bisnis kita layak dikatakan sebagai bisnis syariah. Jaga hubungan kerjasama dengan karyawan karana karyawan adalah aset berharga dalam perusahaan atau bisnis kita. Mungkin cukup itu yang bisa disampaikan dalam kesempatan ini. Semoga rekan-rekan yang membaca dapat mengambil hikmah yang sejak awal di cita-citakan oleh penulis. Dan pada akhirnya harus kita yakini bahwa “Bisnis adalah wasilah(jalan),dan tujuanya adalah Lillah”. Wallahu’alam....

Komentar (1)

Fresh