Problematika SDM pada Perbankan Syariah | OPINI.id

Perbankan Syariah merupakan lembaga keuangan yang dijalankan berdasarkan prinsip Syariah, perbankan Syariah juga menjadi solusi keuangan bangsa Indonesia secara umum dan umat Islam secara khususnya, dengan menggunakan sistem perbankan Syariah, maka umat islam juga secara tidak langsung menaati perintah Allah SWT yang tertera dalam surat Al Baqarah ayat 275

PERTUMBUHAN ASET PERBANKAN SYARIAH HARUS SESUAI DENGAN PENINGKATAN KUALITAS SDMOleh : Syu’bah Ishmatullah

Perbankan Syariah merupakan lembaga keuangan yang dijalankan berdasarkan prinsip Syariah, perbankan Syariah juga menjadi solusi keuangan bangsa Indonesia secara umum dan umat Islam secara khususnya, dengan menggunakan sistem perbankan Syariah, maka umat islam juga secara tidak langsung menaati perintah Allah SWT yang tertera dalam surat Al Baqarah ayat 275 yang artinya ”… dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba …” , karena jika masih menggunakan sistem perbankan konvensional maka sama saja masih berkutat pada sistem riba, dan salah satu dosa riba adalah sama dengan menzinahi ibu sendiri. Pertumbuhan bisnis perbankan Syariah di Indonesia juga terus bergerak ke arah positif. Ini terlihat dari peningkatan aset dari posisi Desember 2015 sebesar Rp296,26 triliun atau meningkat 20,33% menjadi sebesar Rp356,50 triliun di Desember 2016. Pertumbuhan dari sisi aset perbankan tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan sumber daya manusia(SDM) nya, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya, dari segi kuantitas misalnya, dalam satu tahun kurang lebih membutuhkan 11.000 SDM, sedangkan diperkirakan baru mencapai 3.750 SDM per tahun dan masih banyak SDM yang berkecimpung dalam perbankan Syariah namun tidak memiliki latar belakang keilmuan perbankan Syariah baik secara akademis ataupun praktis, dalam praktiknya banyak SDM perbankan Syariah yang bukan lulusan dari jurusan ekonomi islam, tapi dari jurusan lain yang bahkan terkadang tidak ada kaitannya dengan ekonomi islam, keilmuan perbankan Syariah yang mereka miliki biasanya di dapat dari pelatihan pelatihan teknis secara singkat oleh internal bank Syariah, atau lembaga pelatihan perbankan Syariah, alhasil bisa mengurangi sisi prokdutifitas dan profesionalisme perbankan syariah itu sendiri. SDM yang dimiliki perbankan Syariah juga harus memiliki semangat membangun nilai nilai keislaman, karena pada dasarnya Islam sifatnya universal yaitu Islam yang mengedepankan seluruh aspek dari kehidupan manusia, pengetahuan mengenai keilmuan perbankan Syariah serta semangat membangun nilai keislaman haruslah memiliki perbandingan Syariah, karena jika hanya memiliki keilmuan nya saja tanpa adanya semangat membangun nilai keislaman, bagai ilmu tanpa ruh sebaliknya jika hanya memiliki semangat keislaman tanpa adanya keilmuan ekonomi Syariah serta perbankan Syariah bagai berjalan tanpa arah. Dalam mengatasi beberapa kendala tersebut perlu adanya solusi yang cukup efektif sehingga pertumbuhan aset perbankan Syariah berbanding lurus dengan pertumbuhan SDM nya baik secara kuantitas dan kualitas, pertama perlu di adakannya sistem Pendidikan yang mengintegerasian antara teori serta praktek perbankan syariah, sehingga SDM yang ada pada perbankan Syariah tidak lagi dari jurusan yang tidak ada kaitannya dengan perbankan Syariah serta SDM yang merupakan lulusan ekonomi islam khususnya perbankan sudah memiliki tujuan yang jelas ketika telah lulus nanti, solusi kedua perlu adanya langkah yang progresif dari semua pihak yang terlibat langsung dalam perkembangan perbankan Syariah, seperti pemerintah, Dewan Syariah Nasioanal Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI), praktisi perbankan terutama kalangan akademisi, solusi ketiga membuka peluang seluas luasnya kepada bank konvensional untuk membuka kantor cabang Syariah, solusi ini juga sesuai dengan salah satu cara pengelolaan dana non halal bank konvensinal, yaitu mengalihkannya ke dana operational bank syariah. Dari penjelasan solusi diatas dapat disimpulkan bahwa SDM yang dimiliki perbankan Syariah haruslah yang kompeten dalam keilmuan perbankan Syariah juga memiliki semangat untuk senantiasa menyebarluaskan nilai nilai keislaman sehingga dapat membantu operasional bank Syariah menjadi lebih efekif dan efisien, wallahu a’lam bisshowab.

Komentar

Fresh