Problematika SDM dalam Perbankan Syariah | OPINI.id

Problematika SDM dalam Perbankan Syariah Harus Diatasi Perbankan syariah merupakan lembaga bank yang berdiri berdasarkan dengan prinsip syariah. Dengan adanya lembaga keuangan syariah yang semakin berkembang di nusantara Indonesia, tentu memiliki banyak tujuan. Salah satunya adalah mewujudkan Indonesia sebagai negara yang unggul dalam perihal ekonomi syariahnya. Oleh karena itu, diperlukan banyaknya persebaran bank-bank syariah di Indonesia. Persebaran bank-bank syariah

Problematika SDM dalam Perbankan Syariah Harus DiatasiOleh: Zulfa Choirot

Perbankan syariah merupakan lembaga bank yang berdiri berdasarkan dengan prinsip syariah. Dengan adanya lembaga keuangan syariah yang semakin berkembang di nusantara Indonesia, tentu memiliki banyak tujuan. Salah satunya adalah mewujudkan Indonesia sebagai negara yang unggul dalam perihal ekonomi syariahnya. Oleh karena itu, diperlukan banyaknya persebaran bank-bank syariah di Indonesia. Persebaran bank-bank syariah di Indonesia tersebut akan mempermudah perkembangan ekonomi syariah di Indonesia sendiri, serta mengenalkan prinsip ekonomi syariah pada masyarakat Indonesia. Namun adanya perkembangan bank syariah yang semakin tersebar di Indonesia ini masih memiliki problematika dasar yang sampai saat ini masih sering terjadi. Problematika dasar tersebut terletak pada sumber daya manusia (SDM) yang ada dalam lingkup perbankan syariah. Dimana, hingga saat ini masih banyak terjadi ketidak-sinkronan bank syariah dengan SDM yang dimilikinya. Hal itu terjadi karena beberapa faktor, salah satunya kurangnya SDM yang memumpuni dan faham terhadap kinerja prinsip perbankan syariah. Masalah dasar ini dapat menimbulkan dampak kurangnya kepercayaan oleh masyarakat untuk memilih bank syariah daripada bank konvensional dan tidak dapat membedakan antara bank syariah dan bank konvensional. Adanya problematika dan dampak yang terjadi tersebut, seharusnya dilakukan adanya evaluasi besar mengenai SDM. SDM yang diperuntukkan terjun bekerja di perbankan syariah harusnya benar-benar berasal dari SDM yang telah memumpuni dalam bidang perbankan syariah serta faham atas kinerja, peoduk, dan rules dalam perbankan syariah. Untuk mendapatkan SDM memumpuni serta faham dengan konsep bank syariah, lembaga perbankan syariah bisa meng-kader para calon SDM bank syariah yang diutamakan dari lulusan pendidikan perbankan syariah pula. Karena, SDM yang berlatar belakang perbankan syariah telah memiliki ilmu teori, praktik, serta pemahaman kinerja dalam bank syariah. Hal itu tentu meminimalisir adanya ketidakfahaman SDM dalam pengelolaan kinerja bank syariah dan juga menekankan penerapan konsep the real bank syariah. Sehingga masyarakat dapat sepenuhnya 100% percaya bahwa bank syariah tidaklah sama dengan bank konvensional yang dalam pembiayaannya menerapkan sistem bunga. Selain itu, adanya peletakan posisi SDM yang tepat dapat menyalurkan ilmu yang telah dimumpuni untuk dapat dipraktikan secara benar dalam realita kinerja bank syariah. Sehingga, pemahaman dalam bidang perbankan syariah bukan hanya teori seutuhnya, namun juga praktik dalam kinerja perbankan syariah. Sebagian besar skill yang harus ada adalah dilihat dari segi pemahaman tentang perbankan syariah, tetapi banyak beberapa faktor yang mampu menunjang ketepatan pemilihan SDM untuk perbankan syariah lainnya. Yaitu adanya niat dalam diri untuk dapat menyebarluaskan dakwah melalui perluasan dan persebaran kinerja perbankan syariah. Hal ini kembali kepada tugas kita sebagai manusia adalah untuk berdakwah. Maka dengan itu, menyalurkan ilmu yang dilakukan secara praktik dalam kinerja di perbankan syariah termasuk salah satu dakwah kita pada masyarakat sekitar kita untuk tetap dalam koridor kebenaran termasuk dalam hal memilih lembaga keuangan untuk menabung serta melakukan pembiayaan secara syariah. Dalam kutipan surah al-baqarah ayat 275 yang artinya, “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...” Di dalam kutipan dalil tersebut telah dijelaskan bahwa riba hukumnya adalah haram. Maka segala transaksi atau pembiayaan yang menerapkan sistem bunga/tambahan hukumnya adalah haram. Hal ini perlu diketahui oleh masyarakat luas Indonesia. Dengan itu, SDM yang bekerja di perbankan syariah tidak hanya menyimpan ilmu perbankan syariah dalam dirinya masing-masing. Tetapi, juga perlu menyebarkan ilmu perbankan syariahnya melalui praktik dalam kinerja perbankan syariah. Dengan demikian, apabila SDM di perbankan syariah telah memumpuni dalam bidang perbankan syariah dan faham akan kinerja perbankan syariah, maka akan mengubah paradigma masyarakat bahwa bank syariah sama halnya dengan bank konvensional. Selain itu, dengan adanya pemilihan SDM yang tepat pada perbankan syariah dengan tepat, dapat menghasilkan rasa memiliki (sense of belonging) dan rasa tanggung jawab (sense of responsibility) untuk memajukan dan menyebarluaskan perbankan syariah dengan prinsip yang benar di Indonesia. Serta, ketika SDM pada perbankan syariah telah tepat maka kaderisasi atau pembaruan generasi pekerja dalam bank syariah dapat diprioritaskan dari calon SDM perbankan syariah yang memumpuni dalam bidangnya dan baik dalam agamanya. Wallahu’alam bi Shawab

Komentar

Fresh