PERKEMBANGAN BISNIS SYARIAH DI INDONESIA | OPINI.id

Bisnis syariah beberapa tahun belakang ini sedang trend di masyarakat. Kemajuan bisnis syariah bisa terlihat dengan bermunculannya lembaga-lembaga keuangan syariah, misalnya bank syariah, asuransi syariah, reksadana syariah, Baitul Mal wat Tamwil hingga developer property syariah. Pesatnya bisnis syariah ini karena mulai sadarnya masyarakat bahwa bisnis syariah lebih baik dibandingkan bisnis konvensional.

PERKEMBANGAN BISNIS SYARIAH DI INDONESIA DALAM MENGELOLA SDM YANG SYARIAH

Bisnis syariah beberapa tahun belakang ini sedang trend di masyarakat. Kemajuan bisnis syariah bisa terlihat dengan bermunculannya lembaga-lembaga keuangan syariah, misalnya bank syariah, asuransi syariah, reksadana syariah, Baitul Mal wat Tamwil hingga developer property syariah. Pesatnya bisnis syariah ini karena mulai sadarnya masyarakat bahwa bisnis syariah lebih baik dibandingkan bisnis konvensional. Mengapa? Karena sejak zaman dahulu, dalam dunia bisnis, manusia telah mengenal dua hal yang saling berlawanan, yaitu keuntungan dan kerugian. Kedua hal ini senantiasa ada dalam dunia bisnis, dan tidak mungkin dapat dipisahkan. Walau manusia telah berhasil mencapai berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, akan tetapi mereka tetap saja tidak mampu menemukan cara untuk memisahkan antara keduanya. Oleh karena itu, setiap orang yang hendak menggeluti dunia bisnis, harus telah menyiapkan mental dan strategi guna menghadapi salah satu dari dua hal tersebut. Karena agama Islam adalah agama yang selaras dengan fitrah Allah Ta’ala yang telah diturunkan ke bumi ini, maka kedua hal ini senantiasa mendapatkan perhatian. Para ulama menggambarkan perhatian Islam terhadap dua hal ini dalam sebuah kaidah, الغنم بالغرم “Keuntungan adalah imbalan atas kesiapan menanggung kerugian“. Bentuk bisnis syariah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bisnis umumnya yaitu sebuah usaha untuk memproduksi suatu barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumennya dan tentunya untuk mencari keuntungan. Hanya saja bisnis ini merupakan implementasi dari aturan Allah. Sehingga bermuamalah berdasarkan syariat islam. Adapun ciri-cirinya yaitu 1. Selalu berpijak pada nilai-nilai ruhiyah. Yakni selalu memiliki kesadaran setiap manusia akan eksistensinya sebagai makhluk ciptaan Allah sehingga harus selalu kontak kepadanya. 2. Memiliki pemahaman terhadap bisnis yang halal dan haram. Sehingga para pelaku bisnis memang dituntut untuk mengetahui benar-benar fakta mengenai mana bisnis yang diperbolehkan dalam aturan syariah mana yang tidak boleh. 3. Mengimplementasi aturan secara syari. Jadi harus memiliki kesesuaian antara teori dan praktik. Antara yang dipahami dan apa yang diterapkan sehingga bukan sekedar melihat untung dan rugi. 4. Tidak hanya berorientasi pada dunia namun juga akhirat. Mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya di dalam Islam itu diperbolehkan hanya saja bukan hanya itu orientasinya. Namun dengan menjadikan bisnis yang dikerjakannya sebagai ladang ibadahnya yang akan menjadikannya pahala Kita bisa lihat bisnis syariah yang sedang trend saat ini, sebelumnya saya sudah mewawancarai salah seorang teman yang ikut bergabung dalam bisnis ini. Bisnis ini termasuk salah satu dari bisnis syariah yang di menejeri oleh Ustadz Yusuf Mansyur. Bisnis ini selain membuka lapangan pekerjaan dan sudah memiliki member yang cukup banyak karena proses untuk menjadi member pun sangat mudah. bisnis ini juga sangat membantu untuk jadi pekerjaan sampingan yang di dalam nya tidak mengandung unsur riba sama sekali. Sudah pasti di sebuah perusahaan milik Ustadz Yusuf Mansyur ini memiliki persyaratan untuk setiap karyawan nya memiliki aqidah dan akhlak yang bagus karena jika dari perusahaan nya sudah menerapkan sesuai syariat islam maka Allah akan mempermudah segala hal yang ada di perusahaan, dan yang paling utama dari semua ini adalah ibadah untuk mengucap rasa syukur kita kepada Allah SWT yang menciptakan. Selain itu, saya pernah melakukan observasi ke sebuah perusahaan hijab ternama. Pada saat mewawancarai salah seorang manajer di cabang Depok. Bagaimana cara mengelola SDM di perusahaan tersebut, dan apa saja kegiatan khusus di luar pekerjaan. Dan ternyata di perusahaan tersebut jelas jika dalam berpakaian harus sesuai syariat islam, selain itu juga para karyawan memiliki kegiatan wajib di luar pekerjaan yaitu pengajian rutin setiap minngu nya dan pengajian tersebut dilakukan bersama karyawan lain lalu memanggil ustadz atau ustadzah dari luar. Selain itu perusahaan ini pun sering memberikan diskon untuk menarik perhatian pelanggan dan setiap berapa persen dari penghasilannya itu di sumbangkan misalnya ke palestina,rohingya, dan lain sebagainya. Ternyata tidak semua bisnis berlabel syariah itu bisnis syariah, dibandingkan dulu sebelum bisnis syariah menjadi trend sekarang agak sulit membedakan antara bisnis syariah sesungguhnya atau hanya berlabel syariah. Kini banyak bisnis yang berlabel syariah namun ternyata tetap melanggar hukum syara. Tetap mengandung riba didalamnya. Sehingga jika untuk pebisnis pemula jangan sampai terkecoh. Meskipun yang menyelenggarakannya tersebut adalah orang muslim, menggunakan pakaian yang sesuai syariah namun itu hanya simbol syariah yang di usung hanya sekedar label semata. Faktanya tak lebih dari transaksi ala kapitalis. Maka dari itu harus teliti dulu sebelum memutuskan untuk berbisnis tersebut atau tidak. Bagaimana cara mereka mendirikan suatu bisnis, bagaimana pelaksanaannya, bagaimana cara mendapatkan keuntungan, dan apa pernah melakukan tindakan kriminal seperti penipuan? Di Indonesia sendiri masih banyak PR besar untuk semakin memasyarakat bisnis syariah. Pemahaman masyarakat tentang hal ini masih terbatas dan kurang mendalam sehingga praktek-praktek ekonomi yang bertentangan dengan syariah masih sangat mudah dijumpai. Misalnya ijon, rentenir, bunga bank, tidak jujur dalam jual beli, dan lain sebagainya. Walaupun demikian kita harus tetap optimis untuk terus membangun bisnis syariah sehingga dapat meraih keberkahan dalam hidup ini. Maka dari itu, bisnis syariah keberadaannya mulai diperhitungkan sebagai alternative model ekonomi yang bisa dijalankan saat ini. Sesungguhnya bisnis syariah jangan hanya dijadikan alternatif melainkan harus dijadikan solusi terhadap krisis ekonomi yang mendera dunia saat ini. Oleh: Silmi Kaffah Mujahidah

Komentar

Fresh