10 Aktivis Muda Berpengaruh dari UI | OPINI.id

Universitas Indonesia (UI) merupakan salah satu kampus tertua yang ada di Indonesia. Di samping kualitas akademisnya yang dikenal luas oleh publik, kampus ini juga dikenal sebagai salah satu pusat pergerakan dengan segudang aktivis. Tokoh-tokoh seperti Soe Hok Gie, Akbar Tandjung, dan Hariman Siregar merupakan sebagian kecil "jebolan" UI pada masa silam. Nah, mau tahu siapa saja aktivis muda berpengaruh masa kini dari UI? Ayo simak lebih lanjut! :)

1. Alfatih Timur

M. Alfatih Timur (kelahiran 1991) sangat lekat dengan nama Kitabisa.com, yaitu situs donasi dan fundraising online terbesar di Indonesia. Hingga September 2017 situs ini telah mengumpulkan donasi sejumlah Rp 132.825.113.345 untuk medanai 6.349 program sosial. Sejak mengembangkan Kitabisa.com, dia makin dikenal sebagai penggerak perubahan sosial ekonomi masyarakat. Tak salah, bila ide cemerlangnya, Timmy mendapatkan penghargaan sebagai salah satu kategori wirausaha sosial di bawah usia 30 tingkat Asia versi majalah Forbes. Semasa kuliah di Fakultas Ekonomi UI, ia pernah aktif menjadi fungsionaris BEM UI.

2. Faldo Maldini

Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ini pernah dipercaya sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI. Lulus dari UI, ia melanjutkan pendidikan pasca sarjana di Imperial College London. Di Inggris dirinya diangkat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK). Dirinya kini menggagas Pulangkampuang.com, sebuah portal yang bertujuan menyatukan orang Minang yang ada di rantau dan di kampung (Sumatera Barat). Portal ini sebagai wadah gerakan untuk berkontribusi bagi orang-orang Minang yang masih berjuang di daerah rantau maupun di Ranah Minang. Faldo kini menjadi pengurus salah satu organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN), yakni Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Penegak Amanat Nasional.

3. Muhammad Pradana Indraputra

Pemuda yang akrab dipanggil Dana ini memutuskan terjun ke politik sejak usia 20 tahun. Pernah menjadi Ketua Umum Satuan Pelajar dan Mahasiswa Hanura (Sapma Hanura). Dana belum lama lulus dari Fakultas Ekonomi UI. Di usianya yang kini ke-24 dirinya menjabat sebagai Ketua DPP Partai Hanura, setelah sebelumnya menjadi Wakil Sekjen DPP Partai Hanura.

4. Alldo Felix

Alldo masuk kuliah di Fakultas Hukum UI pada tahun 2009. Saat berkuliah, ia pernah menjadi Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UI. Ia pernah juga menjadi satu-satunya perwakilan mahasiswa untuk duduk di Majelis Wali Amanat UI. Belum lama beberapa waktu lalu, namanya ramai diperbincangkan sebagai korban pemukulan Satpol PP saat terjadi penggusuran pemukiman di salah satu daerah di Jakarta. Saat itu Alldo yang merupakan pengacara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, menghadang petugas Satpol PP guna membela warga.

5. Rian Ernest

Ernest berusia 28 tahun. Ia menyelesaikan studi hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, pada 2009. Selepas lulus, pria kelahiran Berlin, Jerman itu sempat bekerja di Melli Darsa & Co. Di firma hukum itu, Ernest menyandang jabatan Junior Associates, selama 1,5 tahun. Pada tahun 2012, pria yang punya hobi hiking dan menabuh drum itu bergabung dalam Korps Pengajar Muda di Indonesia Mengajar. Lewat gerakan berbasis pendidikan tersebut, Rian sempat berbagi ilmu untuk anak-anak di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Belakangan, dirinya dikabarkan telah bergabung di Partai Solidaritas Indonesia sebagai Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah DKI Jakarta.

6. Alghiffari Aqsa

Alghiffari Aqsa lahir di Padang, 11 Februari 1986. Setelah mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Sumatera Barat, ia kuliah di Fakultas Hukum UI dan lulus pada 2008. Ia juga pernah menjadi visiting scholar di Columbia Law School Columbia University, Amerika Serikat (2013). Sejak lulus kuliah ia semakin intens mengabdikan diri di LBH Jakarta. Dimulai dari asisten pengacara publik selama setahun, menjadi pengacara publik, hingga kemudian diberi tanggung jawab memimpin divisi penguatan komunitas hukum. Selama tujuh tahun pengabdian itulah ia ditempat melalui berbagai pendidikan, pelatihan, serta advokasi dan litigasi. Dalam riwayat pengalamannya, Alghiffari tercatat sudah pernah terlibat dalam 340 kasus yang ditangani LBH Jakarta, mulai dari kasus perburuhan (45), keluarga (62), warga miskin ibukota (39), sipil dan politik (48), hingga beragam kasus lain. Ia juga tercatat ikut setidaknya dalam 18 litigasi dan advokasi kebijakan selama periode 2008-2014. Pengalaman itulah yang menempa Alghiffari menjadi seorang yang peduli pada advokasi para pencari keadilan. Dirinya yang kini menjadi orang nomor satu di LBH Jakarta, beberapa waktu lalu menjadi sorotan media massa atas kasus pengepungan kantor LBH Jakarta oleh massa aksi anti-komunis.

7. Andreas Senjaya

Andreas Senjaya, Co-Founder dan CEO iGrow merupakan sosok kreatif di balik iGrow. Bersama dengan rekannya, mereka mengembangkan iGrow sebagai platform pembangun pertanian organik. Tujuannya, untuk menghubungkan sponsor atau investor, petani, pemilik lahan, dan pembeli hasil pertanian, secara bersamaan. Layanan itu telah diakui di berbagai kompetisi, mulai dari kompetisi di tingkat Asia yang diadakan di Jakarta hingga meraih juara dua di kompetisi tingkat internasional di Istanbul, Turki. Berkat iGrow yang dikembangkannya bersama tim Badr Interactive, dirinya mendapat kesempatan ke Sillicon Valley untuk mengikuti program akselerasi startup selama kurang lebih lima bulan.

8. Patriot Muslim

Patriot Muslim merupakan sosok yang pernah aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, antara lain Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Depok, Badan Eksekutif Mahasiswa UI, dan lain-lain. Dirinya berhasil menyelesaikan studi dan mendapat gelar sarjana humaniora dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI pada tahun 2015. Semasa kuliah, ia menyandang status mahasiswa sambil bekerja sebagai Asisten Komisioner Panwaslu Kota Depok. Tidak lama setelah lulus, dirinya menjadi salah satu inisiator Indonesia's Youth Forum for Renewable Energy and Energy Efficiency (IYFREE) yang disokong penuh oleh Kementerian ESDM. Patriot juga pernah mengadvokasi para pedagang stasiun se-Jabodetabek yang menjadi korban penggusuran, serta korban pelanggaran HAM masa lalu.

9. Khaira Al Hafi

Alumni Fakultas Teknik UI satu ini menjadi sosok yang sangat inspiratif. Dirinya yang penuh semangat pernah menjadi salah satu Analis di Kantor Staf Presiden Republik Indonesia. Al Hafi dikenal oleh banyak orang karena merintis beberapa startup, di antaranya Kreanovator dan meetchange.org. Salah satu pengalaman organisasinya adalah Badan Eksekutif Mahasiswa UI sebagai Kepala Departemen Pendidikan dan Keilmuan.

10. Muthmainnah

Aktivis berwajah manis ini masuk ke Fakultas Hukum UI pada 2011. Pernah menjadi salah satu pengurus harian di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UI. Sosoknya yang dikenal dekat dengan para junior ini telah lama memperjuangkan isu-isu kerakyatan. Hingga kini aktif menulis seputar permasalahan HAM, perburuhan, ekonomi, gender, dan lain-lain. Saat ini Muthmainnah sedang melanjutkan studinya di Universitaat Kassel, Jerman.

Komentar

Fresh